Ilustrasi MotoGP (Sumber gambar: Pexels)

Hotel di Lombok & Bali Panen Pesanan Jelang MotoGP Mandalika

15 September 2025   |   19:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia yang kembali digelar di Sirkuit Internasional Mandalika pada awal Oktober 2025 diperkirakan memberi dampak signifikan bagi sektor pariwisata. Industri perhotelan di Lombok dan Bali Selatan merasakan lonjakan permintaan akomodasi seiring tingginya minat wisatawan menyaksikan balapan bergengsi tersebut.

Setiap tahun, seri MotoGP World Championship ini selalu berhasil menarik perhatian puluhan ribu wisatawan mancanegara maupun domestik. Pada edisi 2024 saja, lebih dari 120.000 penonton tercatat hadir. Akses menuju lokasi pun relatif mudah, baik dengan kapal cepat dari Sanur maupun penerbangan reguler dari Denpasar menuju Lombok.

Dampak penyelenggaraan balapan ini terlihat jelas dari sisi akomodasi. Berdasarkan data terbaru SiteMinder, rata-rata tarif harian hotel di kawasan Lombok, Sanur, dan Denpasar selama periode 2–5 Oktober 2025 naik tajam menjadi Rp3.013.711. Angka tersebut meningkat 19% dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp2.524.821 pada periode yang sama.

Baca Juga: Daftar Agenda di Pertamina Mandalika International Circuit Sepanjang September 2025

Selain kenaikan harga kamar, total pemesanan hotel selama periode balapan juga tumbuh hampir 10% dibandingkan catatan pada 2024. Fakta ini menunjukkan tingginya permintaan akomodasi yang dipicu oleh gelaran MotoGP di Mandalika.

Menanggapi tren tersebut, Country Manager SiteMinder Indonesia Rio Ricaro menuturkan bahwa kenaikan rata-rata tarif harian hotel di Lombok, Sanur, dan Denpasar tidak hanya menandakan meningkatnya permintaan, tetapi juga memperlihatkan kesiapan pelaku industri dalam merespons lonjakan pemesanan.

“Dengan diselenggarakannya MotoGP Indonesia pada periode tersebut, menjadi kebanggaan tersendiri melihat bagaimana ajang besar mampu memberi dampak positif terhadap kinerja hotel lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata Indonesia. Ini semakin mengukuhkan posisi negara kita sebagai destinasi sportainment terdepan di Asia,” ujarnya.

Rio pun mendorong hotel untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan strategi pemasaran serta penetapan harga dengan beradaptasi terhadap dinamika permintaan pasar agar potensi pendapatan dapat dimaksimalkan.

Meski harga kamar dan tingkat okupansi meningkat, SiteMinder mencatat adanya perubahan perilaku wisatawan. Rata-rata durasi menginap sedikit menurun, dari 2,48 hari pada 2024 menjadi 2,44 hari di tahun ini.

Namun, tren pemesanan dilakukan jauh lebih awal. Jika tahun lalu jarak rata-rata antara reservasi dan check-in sekitar 132,8 hari, kini meningkat menjadi 147,7 hari. Bahkan, jika dibandingkan dengan periode balapan September 2024, waktu pemesanan lebih panjang hingga 18 hari.

“Antusiasme terhadap acara ini tercermin dari kebiasaan memesan jauh sebelum hari-H, yang memberikan waktu lebih luas bagi hotel dan penyedia akomodasi untuk berinteraksi dengan tamu,” imbuh Rio.

Ia menambahkan, momentum ini juga membuka peluang bagi hotel untuk menghadirkan promo sesuai preferensi tamu, sekaligus mendorong masa inap lebih lama melalui paket yang menonjolkan keindahan Lombok, Sanur, dan Denpasar bahkan sebelum check-in berlangsung.

Baca Juga: 3 Pra Event MotoGP 2025 Siap Diadakan, Cek Jadwalnya

SEBELUMNYA

Pelican Crossing Hadir di Stasiun Cikini, KAI Ingatkan Aspek Keselamatan

BERIKUTNYA

New York Fashion Week S/S 2026: Identitas, Budaya, dan Isu Sosial dalam Mode

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga