25 Besar Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2025 Resmi Diumumkan
09 September 2025 |
21:31 WIB
Festival Film Indonesia (FFI) 2025 secara resmi mengumumkan 25 besar film cerita panjang terbaiknya yang lolos seleksi awal. Pengumuman tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian kompetisi untuk menentukan film terbaik Indonesia dalam satu tahun terakhir ini.
Dilihat dari perspektif gender, 25 besar film cerita panjang FFI tahun ini masih dikuasai sutradara laki-laki. Tercatat hanya lima film karya sutradara perempuan yang berhasil lolos, antara lain Home Sweet Loan (Sabrina Rochelle Kalangie), Kitab Sijjin dan Illiyyin (Hadrah Daeng Ratu), Komang (Naya Anindita), My Annoying Brother (Dinna Jasanti), serta Perang Kota (Mouly Surya).
Selain itu, sorotan menarik lain dari daftar 25 besar ini tentu akan tertuju pada Yandy Laurens yang menjadi satu-satunya sutradara dengan dua film sekaligus masuk dalam daftar 25 besar ini. Kedua film tersebut adalah 1 Kakak 7 Ponakan dan Sore: Istri dari Masa Depan, yang sama-sama dirilis pada tahun ini.
Pencapaian Yandy seakan mengulang prestasi gemilangnya di FFI 2024, saat film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film sukses meraih tujuh Piala Citra. Kemenangan itu mencakup sejumlah kategori penting, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik.
Baca juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Jadi Perwakilan Indonesia di Oscar 2026
Sementara itu, dari sisi rumah produksi, Visinema menjadi yang paling banyak lolos seleksi tahun ini dengan tiga film, yaitu Home Sweet Loan (Sabrina Rochelle Kalangie), Jumbo (Ryan Adriandhy), dan Panggil Aku Ayah (Benni Setiawan).
Beberapa rumah produksi lainnya mengirim dua film masing-masing, antara lain Falcon Pictures dengan 2nd Miracle in Cell No 7 dan Panji Tengkorak; MVP Pictures dengan Dia Bukan Ibu dan Gowok; Cerita Films dengan 1 Kakak 7 Ponakan dan Sore: Istri dari Masa Depan; Rapi Films dengan Kitab Sijjin dan Illiyin serta Qodrat 2; serta Starvision dengan Komang dan Perang Kota. Adapun, PH lainnya rata-rata hanya satu karya yang menembus 25 besar.
FFI 2025 sendiri resmi diluncurkan pada 1 Juli 2025 di Rumah Kaca Melati, Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Sejak peresmian itu, pendaftaran karya dibuka hingga akhirnya ditutup pada akhir Agustus.
Menurut data resmi dari komite FFI, jumlah karya yang masuk tahun ini mencapai 794 judul, meningkat dari tahun lalu yang menerima sebanyak 683 karya. Karya-karya tersebut terbagi ke dalam sejumlah kategori, mulai dari film cerita panjang, cerita pendek, animasi, dokumenter, hingga kritik film.
Rinciannya meliputi 130 film cerita panjang, 272 film cerita pendek, 72 film animasi pendek, 4 film animasi panjang, 13 dokumenter panjang, 102 dokumenter pendek, dan 201 karya kritik film. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi dari insan perfilman Indonesia untuk berpartisipasi.
Festival Film Indonesia (FFI) saat ini masih memasuki tahap seleksi yang berlangsung dari 1 September hingga 31 Oktober 2025. Pengumuman nominasi direncanakan pada Oktober, dan Malam Anugerah Piala Citra akan berlangsung pada November 2025.
Dilihat dari perspektif gender, 25 besar film cerita panjang FFI tahun ini masih dikuasai sutradara laki-laki. Tercatat hanya lima film karya sutradara perempuan yang berhasil lolos, antara lain Home Sweet Loan (Sabrina Rochelle Kalangie), Kitab Sijjin dan Illiyyin (Hadrah Daeng Ratu), Komang (Naya Anindita), My Annoying Brother (Dinna Jasanti), serta Perang Kota (Mouly Surya).
Selain itu, sorotan menarik lain dari daftar 25 besar ini tentu akan tertuju pada Yandy Laurens yang menjadi satu-satunya sutradara dengan dua film sekaligus masuk dalam daftar 25 besar ini. Kedua film tersebut adalah 1 Kakak 7 Ponakan dan Sore: Istri dari Masa Depan, yang sama-sama dirilis pada tahun ini.
Pencapaian Yandy seakan mengulang prestasi gemilangnya di FFI 2024, saat film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film sukses meraih tujuh Piala Citra. Kemenangan itu mencakup sejumlah kategori penting, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik.
Baca juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Jadi Perwakilan Indonesia di Oscar 2026
Sementara itu, dari sisi rumah produksi, Visinema menjadi yang paling banyak lolos seleksi tahun ini dengan tiga film, yaitu Home Sweet Loan (Sabrina Rochelle Kalangie), Jumbo (Ryan Adriandhy), dan Panggil Aku Ayah (Benni Setiawan).
Beberapa rumah produksi lainnya mengirim dua film masing-masing, antara lain Falcon Pictures dengan 2nd Miracle in Cell No 7 dan Panji Tengkorak; MVP Pictures dengan Dia Bukan Ibu dan Gowok; Cerita Films dengan 1 Kakak 7 Ponakan dan Sore: Istri dari Masa Depan; Rapi Films dengan Kitab Sijjin dan Illiyin serta Qodrat 2; serta Starvision dengan Komang dan Perang Kota. Adapun, PH lainnya rata-rata hanya satu karya yang menembus 25 besar.
FFI 2025 sendiri resmi diluncurkan pada 1 Juli 2025 di Rumah Kaca Melati, Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Sejak peresmian itu, pendaftaran karya dibuka hingga akhirnya ditutup pada akhir Agustus.
Menurut data resmi dari komite FFI, jumlah karya yang masuk tahun ini mencapai 794 judul, meningkat dari tahun lalu yang menerima sebanyak 683 karya. Karya-karya tersebut terbagi ke dalam sejumlah kategori, mulai dari film cerita panjang, cerita pendek, animasi, dokumenter, hingga kritik film.
Rinciannya meliputi 130 film cerita panjang, 272 film cerita pendek, 72 film animasi pendek, 4 film animasi panjang, 13 dokumenter panjang, 102 dokumenter pendek, dan 201 karya kritik film. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi dari insan perfilman Indonesia untuk berpartisipasi.
Festival Film Indonesia (FFI) saat ini masih memasuki tahap seleksi yang berlangsung dari 1 September hingga 31 Oktober 2025. Pengumuman nominasi direncanakan pada Oktober, dan Malam Anugerah Piala Citra akan berlangsung pada November 2025.
Daftar 25 besar film cerita panjang terbaik FFI 2025:
- 1 Kakak 7 Ponakan dari sutradara Yandy Laurens
- 2nd Miracle in Cell No 7 dari sutradara Herwin Novianto
- Angkara Murka dari sutradara Eden Junjung
- Bolehkah Sekali Saja Kumenangis dari sutradara Reka Wijaya
- Dia Bukan Ibu dari sutradara Randolph Zaini
- Gowok dari sutradara Hanung Bramantyo
- Home Sweet Loan dari sutradara Sabrina Rochelle Kalangie
- Jumbo dari sutradara Ryan Adriandhy
- Kitab Sijjin dan Illiyyin dari sutradara Hadrah Daeng Ratu
- Komang dari sutradara Naya Anindita
- My Annoying Brother dari sutradara Dinna Jasanti
- Panggil Aku Ayah dari sutradara Benni Setiawan
- Pangku dari sutradara Reza Rahadian
- Panji Tengkorak dari sutradara Daryl Wilson
- Pengepungan di Bukit Duri dari sutradara Joko Anwar
- Perang Kota dari sutradara Mouly Surya
- Qodrat 2 dari sutradara Charles Gozali
- Rangga & Cinta dari sutradara Riri Riza
- Siapa Dia dari sutradara Garin Nugroho
- Singsot: Siulan Kematian dari sutradara Wahyu Agung Prasetyo
- Sore: Istri dari Masa Depan dari sutradara Yandy Laurens
- Tale of The Land dari sutradara Loeloe Hendra
- Tebusan Dosa dari sutradara Yosep Anggi Noen
- The Shadow Strays dari sutradara Timo Tjahjanto
- Tinggal Meninggal dari sutradara Kristo Immanuel
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.