Juri FFI Pastikan Animasi Bisa Masuk Kategori Film Cerita Panjang Terbaik
12 September 2025 |
11:55 WIB
Dalam berbagai festival maupun ajang penghargaan film, karya animasi kerap diperlakukan secara berbeda. Film animasi sering ditempatkan dalam kategori penghargaan khusus dan jarang sekali dimasukkan ke kategori utama, yang umumnya diperuntukkan untuk film-film live action.
Namun, sebuah terobosan muncul di proses penjurian Festival Film Indonesia (FFI) tahun ini. Ketua Bidang Penjuarian FFI 2025 Budi Irawanto mengatakan dalam proses seleksi kali ini, film animasi akan dianggap setara dengan film live action.
Oleh karena itu, kedua medium penceritaan ini punya peluang yang sama untuk bertarung di kategori paling bergengsi di FFI, yakni Film Cerita Panjang Terbaik. "Hal menarik tahun ini, film animasi bakal berkompetisi dalam kategori Film Cerita Panjang" ujar Budi Irawanto.
Baca juga: FFI 2025 Usung Skema Penjurian dengan Pola Baru
Budi menyampaikan bahwa proses seleksi dan penjurian Festival Film Indonesia (FFI) 2025 hingga kini masih berlangsung. Pada tahap awal, tim seleksi telah menetapkan sejumlah judul terbaik yang kemudian masuk ke dalam daftar 25 besar.
Beberapa di antaranya adalah 1 Kakak 7 Ponakan, 2nd Miracle in Cell No.7, Angkara Murka, Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, Dia Bukan Ibu, Gowok, Home Sweet Loan, Jumbo, Kitab Sijjin dan Illiyyin, Komang, My Annoying Brother, Panggil Aku Ayah, Pangku, Panji Tengkorak, Pengepungan di Bukit Duri, Perang Kota, Qodrat 2, Rangga & Cinta, Siapa Dia, Singsot: Siulan Kematian, SORE: Istri dari Masa Depan, Tale of the Land, Tebusan Dosa, The Shadow Strays, dan Tinggal Meninggal.
Dari 25 judul yang lolos kali ini, terdapat dua film animasi yang ikut bersaing. Keduanya adalah Jumbo garapan sutradara Ryan Adriandhy dan Panji Tengkorak yang disutradarai oleh Daryl Wilson.
Budi memastikan 2 film animasi ini eligible untuk bersaing memperebutkan kategori Film Cerita Panjang Terbaik. Kendati demikian, kategori khusus untuk film animasi yang sudah ada, yakni Film Animasi Terbaik, masih tetap dipertahankan. Jadi, katanya, secara film, karya animasi dapat bersaing di dua kategori tersebut.
"Ini jadi bukti kualitas animasi kita saat ini patut diapresiasi dan direkognisi dalam industri perfilman di tanah air,” imbuhnya.
Setelah ini, film-film yang sudah lolos seleksi awal bakal memasuki ke Tahap Rekomendasi yang dilakukan oleh Akademi Citra. Akademi Citra FFI sendiri beranggotakan para sineas yang pernah meraih Piala Citra.
Untuk FFI 2025, sebanyak 85 anggota Akademi Citra sudah menyatakan komitmennya untuk ikut serta dalam proses seleksi. Mereka berperan penting dalam menyusun daftar rekomendasi Film Cerita Panjang.
Tahapan berikutnya setelah rekomendasi adalah Tahap Nominasi, yang ditentukan oleh asosiasi-asosiasi perfilman. Setelah itu, proses akan berlanjut ke tahap terakhir, yakni penentuan pemenang melalui penilaian Dewan Juri Akhir.
FFI tahun ini juga mencatat jumlah karya yang masuk cukup besar. Total ada 794 karya dengan rincian 30 judul film cerita panjang dan 664 film non cerita panjang. Kategori non cerita panjang ini terdiri dari 272 film cerita pendek, 4 film animasi panjang, 72 film animasi pendek, 13 film dokumenter panjang, 102 film dokumenter pendek, serta 201 kritik film.
Pengumuman Daftar Nominasi FFI 2025 dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Oktober 2025. Sementara itu, malam puncak penghargaan Piala Citra FFI 2025 akan digelar pada November 2025.
Baca juga: 25 Besar Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2025 Resmi Diumumkan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Namun, sebuah terobosan muncul di proses penjurian Festival Film Indonesia (FFI) tahun ini. Ketua Bidang Penjuarian FFI 2025 Budi Irawanto mengatakan dalam proses seleksi kali ini, film animasi akan dianggap setara dengan film live action.
Oleh karena itu, kedua medium penceritaan ini punya peluang yang sama untuk bertarung di kategori paling bergengsi di FFI, yakni Film Cerita Panjang Terbaik. "Hal menarik tahun ini, film animasi bakal berkompetisi dalam kategori Film Cerita Panjang" ujar Budi Irawanto.
Baca juga: FFI 2025 Usung Skema Penjurian dengan Pola Baru
Budi menyampaikan bahwa proses seleksi dan penjurian Festival Film Indonesia (FFI) 2025 hingga kini masih berlangsung. Pada tahap awal, tim seleksi telah menetapkan sejumlah judul terbaik yang kemudian masuk ke dalam daftar 25 besar.
Beberapa di antaranya adalah 1 Kakak 7 Ponakan, 2nd Miracle in Cell No.7, Angkara Murka, Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, Dia Bukan Ibu, Gowok, Home Sweet Loan, Jumbo, Kitab Sijjin dan Illiyyin, Komang, My Annoying Brother, Panggil Aku Ayah, Pangku, Panji Tengkorak, Pengepungan di Bukit Duri, Perang Kota, Qodrat 2, Rangga & Cinta, Siapa Dia, Singsot: Siulan Kematian, SORE: Istri dari Masa Depan, Tale of the Land, Tebusan Dosa, The Shadow Strays, dan Tinggal Meninggal.
Dari 25 judul yang lolos kali ini, terdapat dua film animasi yang ikut bersaing. Keduanya adalah Jumbo garapan sutradara Ryan Adriandhy dan Panji Tengkorak yang disutradarai oleh Daryl Wilson.
Budi memastikan 2 film animasi ini eligible untuk bersaing memperebutkan kategori Film Cerita Panjang Terbaik. Kendati demikian, kategori khusus untuk film animasi yang sudah ada, yakni Film Animasi Terbaik, masih tetap dipertahankan. Jadi, katanya, secara film, karya animasi dapat bersaing di dua kategori tersebut.
"Ini jadi bukti kualitas animasi kita saat ini patut diapresiasi dan direkognisi dalam industri perfilman di tanah air,” imbuhnya.
Setelah ini, film-film yang sudah lolos seleksi awal bakal memasuki ke Tahap Rekomendasi yang dilakukan oleh Akademi Citra. Akademi Citra FFI sendiri beranggotakan para sineas yang pernah meraih Piala Citra.
Untuk FFI 2025, sebanyak 85 anggota Akademi Citra sudah menyatakan komitmennya untuk ikut serta dalam proses seleksi. Mereka berperan penting dalam menyusun daftar rekomendasi Film Cerita Panjang.
Tahapan berikutnya setelah rekomendasi adalah Tahap Nominasi, yang ditentukan oleh asosiasi-asosiasi perfilman. Setelah itu, proses akan berlanjut ke tahap terakhir, yakni penentuan pemenang melalui penilaian Dewan Juri Akhir.
FFI tahun ini juga mencatat jumlah karya yang masuk cukup besar. Total ada 794 karya dengan rincian 30 judul film cerita panjang dan 664 film non cerita panjang. Kategori non cerita panjang ini terdiri dari 272 film cerita pendek, 4 film animasi panjang, 72 film animasi pendek, 13 film dokumenter panjang, 102 film dokumenter pendek, serta 201 kritik film.
Pengumuman Daftar Nominasi FFI 2025 dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Oktober 2025. Sementara itu, malam puncak penghargaan Piala Citra FFI 2025 akan digelar pada November 2025.
Baca juga: 25 Besar Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2025 Resmi Diumumkan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.