Puluhan Karya Kaws Hadir di Meiro Gallery, dari Keramik hingga Patung Companion
11 September 2025 |
22:30 WIB
Genhype penikmat art toys, ada kabar gembira. Puluhan karya Kaws kini bisa dinikmati di Meiro Gallery, Jakarta. Pameran yang berlangsung hingga Oktober 2025 ini menampilkan deretan patung Companion dalam berbagai pose ikonik yang dapat kalian kunjungi secara gratis.
Founder Meiro Gallery, Kenny Yustana, mengatakan pameran ini lahir dari keinginannya berbagi koleksi pribadi dengan publik seni di Jakarta. Menurutnya, atmosfer yang intim dihadirkan agar pengunjung bisa merasakan sensasi melihat ruang koleksi seorang penggemar Kaws.
Baca juga: 10 Fakta KAWS, Seniman yang Menggeletakkan Patung Raksasa di Candi Prambanan
Begitu memasuki galeri, pengunjung disambut jajaran patung Companion dengan pose yang khas. Ada yang tidur menyamping, berdiri sambil menutupi wajah, hingga versi flayed yang memperlihatkan organ berwarna-warni. Sosok Holiday yang memeluk bulan juga hadir sebagai daya tarik utama.
“Kaws adalah seniman besar yang menjadi inspirasi banyak seniman muda. Jadi pameran ini wajib dilihat pecinta pop art. Kami memang ingin menampilkan koleksi khusus Kaws agar orang bisa melihat kekayaan karyanya,” ujar Kenny saat ditemui Hypeabis.id, Kamis (11/9/25).
Berbeda dengan karya seni konvensional, art toys seperti milik Kaws memang punya tempat khusus di hati generasi muda. Kenny menuturkan, banyak anak muda tumbuh bersama figur-figur pop culture sehingga lebih mudah dekat dengan karya semacam ini.
Selain bentuknya yang kecil dan mudah dijangkau, harga art toys juga bervariasi sehingga koleksi bisa dimulai dari level sederhana. Namun, bagi sebagian orang, art toys bukan sekadar hobi, melainkan medium nostalgia sekaligus ekspresi gaya hidup.
Tidak sedikit pula yang menganggapnya sebagai bentuk investasi. Karya edisi terbatas dari seniman besar sering kali diburu karena nilai jualnya bisa meningkat berkali lipat di kemudian hari.
“Alasan orang koleksi beda-beda. Ada yang suka bentuk dan warna, ada yang menjadikannya hadiah. Untuk edisi terbatas, harganya bisa naik lima sampai sepuluh kali lipat karena kelangkaannya,” imbuh Kenny.
Dari sisi eksklusivitas, pameran ini juga menampilkan sejumlah seri langka Kaws. Misalnya, Woodstock (vinyl, 17x12x11, 2012) yang hanya dicetak 500 buah. Ada juga Snoopy (vinyl, 20x10x14, 2012) dengan palet kuning yang jadi incaran kolektor.
Tidak hanya patung Companion, pengunjung juga bisa menikmati seri keramik karya Kaws. Beberapa dibingkai layaknya lukisan, sementara ada pula yang berbentuk piring bergambar Companion bergandengan tangan. Sentuhan ini menambah variasi pengalaman visual di galeri.
Kaws, atau Brian Donnelly, adalah seniman dan desainer asal Amerika Serikat kelahiran 4 November 1974 di Jersey City, New Jersey. Sebelum dikenal sebagai nama besar dunia, ia memulai karier dari jalanan sebagai pembuat grafiti.
Minat pada seni muncul sejak remaja ketika ia sering menggambar di kertas atau dinding lingkungan rumahnya. Dari sana, kiprahnya berkembang hingga ke ranah patung, lukisan, dan kolaborasi global.
Karya Kaws telah dipamerkan di berbagai negara, mulai dari Swiss, Hong Kong, Taiwan, London, hingga China. Pada 2019, lukisannya berjudul The KAWS Album (2005) terjual di balai lelang Sotheby’s Hong Kong dengan harga fantastis US$14,7 juta atau sekitar Rp222 miliar.
Selain dikenal di dunia seni, ikon kartun ciptaannya kerap muncul dalam kolaborasi dengan merek fesyen populer. Nike, Uniqlo, Vans, Supreme, hingga Burton pernah menggandengnya. Dia juga bekerja sama dengan musisi seperti Travis Scott, Kanye West, dan John Mayer untuk membuat merchandise eksklusif.
Melalui pameran ini, Meiro Gallery berupaya menghadirkan pengalaman melihat langsung karya-karya Kaws di Jakarta. Bagi penikmat seni pop dan kolektor art toys, kesempatan ini tentu menjadi momen berharga yang sayang untuk dilewatkan.
Baca juga: KAWS Mampir di Candi Prambanan, Cek Juga 10 Karya Termahalnya
Founder Meiro Gallery, Kenny Yustana, mengatakan pameran ini lahir dari keinginannya berbagi koleksi pribadi dengan publik seni di Jakarta. Menurutnya, atmosfer yang intim dihadirkan agar pengunjung bisa merasakan sensasi melihat ruang koleksi seorang penggemar Kaws.
Baca juga: 10 Fakta KAWS, Seniman yang Menggeletakkan Patung Raksasa di Candi Prambanan
Begitu memasuki galeri, pengunjung disambut jajaran patung Companion dengan pose yang khas. Ada yang tidur menyamping, berdiri sambil menutupi wajah, hingga versi flayed yang memperlihatkan organ berwarna-warni. Sosok Holiday yang memeluk bulan juga hadir sebagai daya tarik utama.
“Kaws adalah seniman besar yang menjadi inspirasi banyak seniman muda. Jadi pameran ini wajib dilihat pecinta pop art. Kami memang ingin menampilkan koleksi khusus Kaws agar orang bisa melihat kekayaan karyanya,” ujar Kenny saat ditemui Hypeabis.id, Kamis (11/9/25).
Berbeda dengan karya seni konvensional, art toys seperti milik Kaws memang punya tempat khusus di hati generasi muda. Kenny menuturkan, banyak anak muda tumbuh bersama figur-figur pop culture sehingga lebih mudah dekat dengan karya semacam ini.
Selain bentuknya yang kecil dan mudah dijangkau, harga art toys juga bervariasi sehingga koleksi bisa dimulai dari level sederhana. Namun, bagi sebagian orang, art toys bukan sekadar hobi, melainkan medium nostalgia sekaligus ekspresi gaya hidup.
Tidak sedikit pula yang menganggapnya sebagai bentuk investasi. Karya edisi terbatas dari seniman besar sering kali diburu karena nilai jualnya bisa meningkat berkali lipat di kemudian hari.
“Alasan orang koleksi beda-beda. Ada yang suka bentuk dan warna, ada yang menjadikannya hadiah. Untuk edisi terbatas, harganya bisa naik lima sampai sepuluh kali lipat karena kelangkaannya,” imbuh Kenny.
Dari sisi eksklusivitas, pameran ini juga menampilkan sejumlah seri langka Kaws. Misalnya, Woodstock (vinyl, 17x12x11, 2012) yang hanya dicetak 500 buah. Ada juga Snoopy (vinyl, 20x10x14, 2012) dengan palet kuning yang jadi incaran kolektor.
Tidak hanya patung Companion, pengunjung juga bisa menikmati seri keramik karya Kaws. Beberapa dibingkai layaknya lukisan, sementara ada pula yang berbentuk piring bergambar Companion bergandengan tangan. Sentuhan ini menambah variasi pengalaman visual di galeri.
Kaws, atau Brian Donnelly, adalah seniman dan desainer asal Amerika Serikat kelahiran 4 November 1974 di Jersey City, New Jersey. Sebelum dikenal sebagai nama besar dunia, ia memulai karier dari jalanan sebagai pembuat grafiti.
Minat pada seni muncul sejak remaja ketika ia sering menggambar di kertas atau dinding lingkungan rumahnya. Dari sana, kiprahnya berkembang hingga ke ranah patung, lukisan, dan kolaborasi global.
Karya Kaws telah dipamerkan di berbagai negara, mulai dari Swiss, Hong Kong, Taiwan, London, hingga China. Pada 2019, lukisannya berjudul The KAWS Album (2005) terjual di balai lelang Sotheby’s Hong Kong dengan harga fantastis US$14,7 juta atau sekitar Rp222 miliar.
Selain dikenal di dunia seni, ikon kartun ciptaannya kerap muncul dalam kolaborasi dengan merek fesyen populer. Nike, Uniqlo, Vans, Supreme, hingga Burton pernah menggandengnya. Dia juga bekerja sama dengan musisi seperti Travis Scott, Kanye West, dan John Mayer untuk membuat merchandise eksklusif.
Melalui pameran ini, Meiro Gallery berupaya menghadirkan pengalaman melihat langsung karya-karya Kaws di Jakarta. Bagi penikmat seni pop dan kolektor art toys, kesempatan ini tentu menjadi momen berharga yang sayang untuk dilewatkan.
Baca juga: KAWS Mampir di Candi Prambanan, Cek Juga 10 Karya Termahalnya
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.