Banjir Bali, Menpar Menyatakan Bali Tetap Terbuka untuk Wisatawan
11 September 2025 |
19:48 WIB
Pemerintah menekankan Bali tetap terbuka untuk wisatawan meskipun banjir melanda destinasi wisata tersebut. Saat ini, sebagaian besar destinasi utama pariwisata Bali masih dapat diakses dan tetap beroperasional.
Dalam pernyataannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan turut prihatin atas musibah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Bali sejak Selasa, 9 September 2025 malam.
Baca juga: Sejumlah Kawasan Wisata di Bali Terdampak Akibat Banjir
“Doa dan empati kami sampaikan kepada masyarakat yang terdampak, termasuk keluarga korban yang mengalami kehilangan,” ujarnya.
Dia menuturkan, Kementerian Pariwisata terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Bali, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik. Upaya ini juga untuk menjaga agar aktivitas warga dan wisatawan tetap aman dan kondusif di Pulau Dewata.
Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa Bali tetap terbuka untuk wisatawan, serta mengimbau agar mereka mengikuti arahan dari pihak berwenang dan memperhatikan kondisi cuaca.
“Pemerintah daerah bersama aparat setempat telah melakukan langkah-langkah cepat untuk mengatasi dampak banjir di area yang terdampak,” ujarnya.
Widiyanti mengatakan pemerintah sedang mengumpulkan data terkait destinasi dan fasilitas pariwisata yang terdampak banjir dari Dinas Pariwisata Provinsi, Kota, dan Kabupaten.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari – dalam laman BNPB – mengungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat lebih dari 120 titik banjir yang menerjang tujuh wilayah administrasi kabupaten dan kota.
“Jumlah paling tinggi wilayah terdampak banjir berada di Kota Denpasar dengan 81 titik. Sedangkan di Kabupaten Gianyar terdapat 14 titik, di Kabupaten Badung 12 titik, Kabupaten Tabanan 8 titik, Kabupaten Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik. Di Kabupaten Klungkung, banjir berdampak di Kecamatan Dawan,” katanya. Sementara itu terdapat 12 titik longsor di Kabupaten Karangasem, 5 titik di Kabupaten Gianyar, dan satu titik di Kabupaten Badung.
Dia peun mengungkapkan bahwa penanganan darurat masih terus dilakukan oleh berbagai pihak di masing-masing wilayah dengan bantuan BPBD Provinsi Bali dan BNPB.
Adapun, terkait korban, data sementara per Kamis, 11 September 2025, pukul 11.00 WIB, menunjukkan ada 14 orang yang meninggal dunia dan 2 warga masih dalam pencarian. Perincian korban meninggal di Kota Denpasar 8 jiwa, Kabupaten Jembrana 2 jiwa, Kabupaten Gianyar 3 jiwa dan Kabupaten Badung 1 jiwa. Korban yang hilang sebanyak dua jiwa teridentifikasi di Kota Denpasar.
Sementara itu, sejumlah warga mengungsi di beberapa titik pos pengungsian. BPBD Provinsi Bali menginformasikan ada 562 warga mengungsi, dengan rincian 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar. Fasilitas umum, seperti sekolah, balai desa, musala dan banjar dimanfaatkan sebagai pos pengungsian sementara.
Pada saat ini, petugas gabungan masih melakukan upaya tanggap darurat seperti pencarian korban dan pengendalian banjir dan longsor yang berdampak kepada masyarakat.
Baca juga: Bali Banjir, Pakar Serukan Pemerintah Segera Berbenah Agar Sektor Pariwisata Tidak Terdampak
Dalam pernyataannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan turut prihatin atas musibah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Bali sejak Selasa, 9 September 2025 malam.
Baca juga: Sejumlah Kawasan Wisata di Bali Terdampak Akibat Banjir
“Doa dan empati kami sampaikan kepada masyarakat yang terdampak, termasuk keluarga korban yang mengalami kehilangan,” ujarnya.
Dia menuturkan, Kementerian Pariwisata terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Bali, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik. Upaya ini juga untuk menjaga agar aktivitas warga dan wisatawan tetap aman dan kondusif di Pulau Dewata.
Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa Bali tetap terbuka untuk wisatawan, serta mengimbau agar mereka mengikuti arahan dari pihak berwenang dan memperhatikan kondisi cuaca.
“Pemerintah daerah bersama aparat setempat telah melakukan langkah-langkah cepat untuk mengatasi dampak banjir di area yang terdampak,” ujarnya.
Widiyanti mengatakan pemerintah sedang mengumpulkan data terkait destinasi dan fasilitas pariwisata yang terdampak banjir dari Dinas Pariwisata Provinsi, Kota, dan Kabupaten.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari – dalam laman BNPB – mengungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat lebih dari 120 titik banjir yang menerjang tujuh wilayah administrasi kabupaten dan kota.
“Jumlah paling tinggi wilayah terdampak banjir berada di Kota Denpasar dengan 81 titik. Sedangkan di Kabupaten Gianyar terdapat 14 titik, di Kabupaten Badung 12 titik, Kabupaten Tabanan 8 titik, Kabupaten Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik. Di Kabupaten Klungkung, banjir berdampak di Kecamatan Dawan,” katanya. Sementara itu terdapat 12 titik longsor di Kabupaten Karangasem, 5 titik di Kabupaten Gianyar, dan satu titik di Kabupaten Badung.
Dia peun mengungkapkan bahwa penanganan darurat masih terus dilakukan oleh berbagai pihak di masing-masing wilayah dengan bantuan BPBD Provinsi Bali dan BNPB.
Adapun, terkait korban, data sementara per Kamis, 11 September 2025, pukul 11.00 WIB, menunjukkan ada 14 orang yang meninggal dunia dan 2 warga masih dalam pencarian. Perincian korban meninggal di Kota Denpasar 8 jiwa, Kabupaten Jembrana 2 jiwa, Kabupaten Gianyar 3 jiwa dan Kabupaten Badung 1 jiwa. Korban yang hilang sebanyak dua jiwa teridentifikasi di Kota Denpasar.
Sementara itu, sejumlah warga mengungsi di beberapa titik pos pengungsian. BPBD Provinsi Bali menginformasikan ada 562 warga mengungsi, dengan rincian 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar. Fasilitas umum, seperti sekolah, balai desa, musala dan banjar dimanfaatkan sebagai pos pengungsian sementara.
Pada saat ini, petugas gabungan masih melakukan upaya tanggap darurat seperti pencarian korban dan pengendalian banjir dan longsor yang berdampak kepada masyarakat.
Baca juga: Bali Banjir, Pakar Serukan Pemerintah Segera Berbenah Agar Sektor Pariwisata Tidak Terdampak
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.