Pilihan Serial Televisi Populer 2025: Adolescence hingga Murderbot
11 September 2025 |
11:00 WIB
Enam bulan pertama tahun 2025 menjadi periode menarik bagi dunia televisi. Menurut Rolling Stone, sejumlah serial terbaik tahun ini berhasil menggabungkan nuansa retro ala TV klasik dengan sentuhan modern yang segar. Genre yang ditawarkan pun beragam, mulai dari drama medis, serial polisi, hingga komedi khas kota kecil, semuanya dikemas dengan cara yang terasa baru.
Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah Adolescence (Netflix). Miniseri empat episode ini direkam dengan teknik unik: setiap episodenya diambil dalam satu pengambilan gambar penuh selama satu jam. Ceritanya mengikuti Jamie, seorang remaja 13 tahun yang dituduh membunuh teman sekelasnya.
Baca juga: Serial Harry Potter Baru HBO Janjikan Detail yang Tak Pernah Terlihat di Film
Lewat perspektif keluarga, detektif, hingga psikolog, penonton diajak menyelami tragedi yang ternyata berakar pada kekuatan sosial lebih luas. Hasilnya adalah kisah yang gelap sekaligus memukau, menjadikannya kandidat klasik instan.
Selanjutnya, Andor (Disney+) kembali hadir dengan musim kedua sekaligus terakhir. Sebagai bagian dari semesta Star Wars, seri ini membawa drama politik matang yang jarang terlihat sebelumnya dalam franchise.
Meski jalan cerita terasa padat karena dipadatkan menjadi 12 episode, momen-momen penting seperti Mon Mothma mempertaruhkan nyawanya untuk menyampaikan pidato bersejarah atau intrik Kekaisaran dalam memanipulasi publik, membuat Andor jadi tontonan wajib bagi penggemar maupun penikmat drama serius.
Kemudian ada Dept Q (Netflix), adaptasi novel kriminal Jussi Adler-Olsen. Serial ini memindahkan latar ke Skotlandia dan menampilkan tim detektif yang mengungkap kasus-kasus lama dengan nuansa misterius khas. Dengan sentuhan kreatif Scott Frank (The Queen’s Gambit), Dept Q menawarkan investigasi intens yang memikat para pencinta crime drama.
Tidak kalah unik, Murderbot (Apple TV+) menghadirkan Alexander Skarsgård sebagai robot keamanan yang hanya ingin menonton drama favoritnya. Meski premisnya konyol, serial ini menyajikan komentar sosial yang tajam, ringan, dan menggemaskan. Kehadirannya menjadi kontras menarik dibanding Andor, meski keduanya sama-sama membahas kontrol pemerintah dan media.
Dari drama yang direkam dalam sekali pengambilan gambar hingga robot satir yang malas bekerja, daftar ini membuktikan bahwa televisi tahun 2025 berani bereksperimen. Meski bulan ini tidak banyak premiere baru, lima serial ini sudah cukup untuk mengisi daftar tontonan wajib.
Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah Adolescence (Netflix). Miniseri empat episode ini direkam dengan teknik unik: setiap episodenya diambil dalam satu pengambilan gambar penuh selama satu jam. Ceritanya mengikuti Jamie, seorang remaja 13 tahun yang dituduh membunuh teman sekelasnya.
Baca juga: Serial Harry Potter Baru HBO Janjikan Detail yang Tak Pernah Terlihat di Film
Lewat perspektif keluarga, detektif, hingga psikolog, penonton diajak menyelami tragedi yang ternyata berakar pada kekuatan sosial lebih luas. Hasilnya adalah kisah yang gelap sekaligus memukau, menjadikannya kandidat klasik instan.
Selanjutnya, Andor (Disney+) kembali hadir dengan musim kedua sekaligus terakhir. Sebagai bagian dari semesta Star Wars, seri ini membawa drama politik matang yang jarang terlihat sebelumnya dalam franchise.
Meski jalan cerita terasa padat karena dipadatkan menjadi 12 episode, momen-momen penting seperti Mon Mothma mempertaruhkan nyawanya untuk menyampaikan pidato bersejarah atau intrik Kekaisaran dalam memanipulasi publik, membuat Andor jadi tontonan wajib bagi penggemar maupun penikmat drama serius.
Kemudian ada Dept Q (Netflix), adaptasi novel kriminal Jussi Adler-Olsen. Serial ini memindahkan latar ke Skotlandia dan menampilkan tim detektif yang mengungkap kasus-kasus lama dengan nuansa misterius khas. Dengan sentuhan kreatif Scott Frank (The Queen’s Gambit), Dept Q menawarkan investigasi intens yang memikat para pencinta crime drama.
Tidak kalah unik, Murderbot (Apple TV+) menghadirkan Alexander Skarsgård sebagai robot keamanan yang hanya ingin menonton drama favoritnya. Meski premisnya konyol, serial ini menyajikan komentar sosial yang tajam, ringan, dan menggemaskan. Kehadirannya menjadi kontras menarik dibanding Andor, meski keduanya sama-sama membahas kontrol pemerintah dan media.
Dari drama yang direkam dalam sekali pengambilan gambar hingga robot satir yang malas bekerja, daftar ini membuktikan bahwa televisi tahun 2025 berani bereksperimen. Meski bulan ini tidak banyak premiere baru, lima serial ini sudah cukup untuk mengisi daftar tontonan wajib.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.