Awas Korsleting! Begini Cara Tangani Perangkat Elektronik yang Terendam Banjir
10 August 2025 |
21:30 WIB
Hujan deras melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, dan menimbulkan banjir. Kondisi ini menimbulkan kecemasan terhadap produk elektronik rumah tangga yang tidak sempat terselamatkan karena berpotensi mengalami kerusakan hingga menjadi berbahaya jika masih terhubung ke sumber listrik.
Afka Adhitya, WM & Small Home Appliance Head Department PT Sharp Electronics Indonesia mengatakan bila alat elektronik rumah tangga terendam banjir, disarankan untuk tidak langsung menghidupkannya ketika banjir sudah reda. Menyalakannya dalam kondisi tersebut dapat memicu memicu korsleting, bahkan kebakaran lantaran ada potensi sisa air di dalam komponen.
Baca juga: Integrasi Perangkat Elektronik, Xiaomi Perkenalkan Mijia Refrigerator Cross Door 510L
Langkah utama yang harus dilakukan adalah melepaskan steker dari stop kontak, lalu jika memungkinkan, buka panel belakang perangkat agar sirkulasi udara dapat membantu proses pengeringan. "Gunakan kipas angin atau blower untuk mempercepat pengeringan, namun hindari penggunaan hair dryer, karena panas yang berlebihan justru dapat merusak komponen sensitif,” saran Afka kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.
Membersihkan alat elektronik yang terendam banjir juga perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari risiko kerusakan lebih lanjut maupun bahaya listrik. Afka mengimbau selalu gunakan sarung tangan karet saat membersihkan untuk melindungi diri dari kemungkinan sengatan listrik statis.
Mulai dengan membersihkan bagian luar perangkat menggunakan lap lembab atau sabun ringan, lalu pastikan seluruh permukaan dikeringkan dengan sempurna. Untuk bagian dalam seperti motor atau PCB, gunakan kuas kecil untuk mengangkat kotoran dan lumpur yang menempel.
Setelah itu, semprotkan contact cleaner secara ringan untuk membantu menghilangkan sisa endapan air dan mencegah karat. Cairan ini katanya tersedia di toko elektronik dan aman digunakan untuk komponen sensitif.
Setelah dibersihkan, biarkan perangkat diangin-anginkan selama minimal 2 hingga 3 hari, hingga benar-benar kering total. Jangan terburu-buru untuk menyalakannya.
“Apabila setelah dinyalakan tercium bau gosong, terlihat karat, atau muncul tanda-tanda korsleting, segera matikan perangkat dan konsultasikan ke service center untuk menghindari kerusakan lanjutan atau potensi bahaya,” imbaunya.
Afka menyebut, bisa juga menelepin layanan teknisi kunjungan ke rumah untuk pilihan lebih praktis. "Semakin cepat alat elektronik dikeringkan dan ditangani secara teknis, semakin besar pula peluang alat tersebut masih dapat berfungsi dengan baik dan aman digunakan kembali,” jelasnya.
Sebagai informasi, dalam analisis terkini BMKG terhadap kondisi atmosfer, mengindikasikan bahwa dalam sepekan ke depan, beberapa tempat di wilayah Indonesia berpotensi mengalami peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan. Situasi ini merupakan pengaruh dari kombinasi berbagai faktor skala global hingga lokal, yang menyebabkan kondisi atmosfer cukup labil untuk membentuk awan konvektif dan menghasilkan hujan dengan berbagai intensitas.
Kondisi iklim global terkini menunjukkan bahwa indeks Dipole Mode dengan nilai -0.6, turut berkontribusi terhadap peningkatan suplai uap air di wilayah Samudra Hindia bagian barat Sumatra. Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan akan aktif dalam sepekan ke depan dan berpengaruh terhadap peningkatan potensi pembentukan awan hujan, khususnya di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Baca juga: Lagi Cari Produk Elektronik? Ini Rekomendasi Lima Brand Elektronik Asli Indonesia dengan Keunggulannya
Fenomena atmosfer lainnya yang turut mendukung aktivitas konvektif adalah kombinasi gelombang tropis, yaitu Gelombang Kelvin dan Ekuatorial Rossby, yang terpantau aktif di wilayah Samudra Hindia barat Aceh pada periode yang sama. Aktivitas gelombang ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.
Selain itu, sirkulasi siklonik teridentifikasi di Samudra Hindia barat Bengkulu dan di wilayah pesisir barat Kalimantan Barat, yang membentuk area perlambatan angin (zona konvergensi) memanjang dari Samudra Hindia barat daya Bengkulu, Laut Natuna, hingga Kalimantan Barat bagian barat. Zona konvergensi ini mendukung terbentuknya awan-awan hujan di wilayah yang dilaluinya.
Afka Adhitya, WM & Small Home Appliance Head Department PT Sharp Electronics Indonesia mengatakan bila alat elektronik rumah tangga terendam banjir, disarankan untuk tidak langsung menghidupkannya ketika banjir sudah reda. Menyalakannya dalam kondisi tersebut dapat memicu memicu korsleting, bahkan kebakaran lantaran ada potensi sisa air di dalam komponen.
Baca juga: Integrasi Perangkat Elektronik, Xiaomi Perkenalkan Mijia Refrigerator Cross Door 510L
Langkah utama yang harus dilakukan adalah melepaskan steker dari stop kontak, lalu jika memungkinkan, buka panel belakang perangkat agar sirkulasi udara dapat membantu proses pengeringan. "Gunakan kipas angin atau blower untuk mempercepat pengeringan, namun hindari penggunaan hair dryer, karena panas yang berlebihan justru dapat merusak komponen sensitif,” saran Afka kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.
Membersihkan alat elektronik yang terendam banjir juga perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari risiko kerusakan lebih lanjut maupun bahaya listrik. Afka mengimbau selalu gunakan sarung tangan karet saat membersihkan untuk melindungi diri dari kemungkinan sengatan listrik statis.
Mulai dengan membersihkan bagian luar perangkat menggunakan lap lembab atau sabun ringan, lalu pastikan seluruh permukaan dikeringkan dengan sempurna. Untuk bagian dalam seperti motor atau PCB, gunakan kuas kecil untuk mengangkat kotoran dan lumpur yang menempel.
Setelah itu, semprotkan contact cleaner secara ringan untuk membantu menghilangkan sisa endapan air dan mencegah karat. Cairan ini katanya tersedia di toko elektronik dan aman digunakan untuk komponen sensitif.
Setelah dibersihkan, biarkan perangkat diangin-anginkan selama minimal 2 hingga 3 hari, hingga benar-benar kering total. Jangan terburu-buru untuk menyalakannya.
“Apabila setelah dinyalakan tercium bau gosong, terlihat karat, atau muncul tanda-tanda korsleting, segera matikan perangkat dan konsultasikan ke service center untuk menghindari kerusakan lanjutan atau potensi bahaya,” imbaunya.
Afka menyebut, bisa juga menelepin layanan teknisi kunjungan ke rumah untuk pilihan lebih praktis. "Semakin cepat alat elektronik dikeringkan dan ditangani secara teknis, semakin besar pula peluang alat tersebut masih dapat berfungsi dengan baik dan aman digunakan kembali,” jelasnya.
Sebagai informasi, dalam analisis terkini BMKG terhadap kondisi atmosfer, mengindikasikan bahwa dalam sepekan ke depan, beberapa tempat di wilayah Indonesia berpotensi mengalami peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan. Situasi ini merupakan pengaruh dari kombinasi berbagai faktor skala global hingga lokal, yang menyebabkan kondisi atmosfer cukup labil untuk membentuk awan konvektif dan menghasilkan hujan dengan berbagai intensitas.
Kondisi iklim global terkini menunjukkan bahwa indeks Dipole Mode dengan nilai -0.6, turut berkontribusi terhadap peningkatan suplai uap air di wilayah Samudra Hindia bagian barat Sumatra. Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan akan aktif dalam sepekan ke depan dan berpengaruh terhadap peningkatan potensi pembentukan awan hujan, khususnya di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Baca juga: Lagi Cari Produk Elektronik? Ini Rekomendasi Lima Brand Elektronik Asli Indonesia dengan Keunggulannya
Fenomena atmosfer lainnya yang turut mendukung aktivitas konvektif adalah kombinasi gelombang tropis, yaitu Gelombang Kelvin dan Ekuatorial Rossby, yang terpantau aktif di wilayah Samudra Hindia barat Aceh pada periode yang sama. Aktivitas gelombang ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.
Selain itu, sirkulasi siklonik teridentifikasi di Samudra Hindia barat Bengkulu dan di wilayah pesisir barat Kalimantan Barat, yang membentuk area perlambatan angin (zona konvergensi) memanjang dari Samudra Hindia barat daya Bengkulu, Laut Natuna, hingga Kalimantan Barat bagian barat. Zona konvergensi ini mendukung terbentuknya awan-awan hujan di wilayah yang dilaluinya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.