Ilustrasi bahasa isyarat. Sumber gambar: Unsplash/Samantha Gades.

Malaysia akan Menambahkan Bahasa Isyarat ke Dalam Kurikulum Sekolah Mulai 2027

08 September 2025   |   21:00 WIB
Image
Aisyah Putri Maulidina Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Pemerintah Malaysia baru saja mengeluarkan daftar rancangan mata pelajaran yang termasuk ke dalam kurikulum sekolah tahun 2027. Melansir dari laman resmi Facebook Bahagian Pembangunan Kurikulum Kementerian Malaysia (KPM), kebijakan terbaru untuk Kurikulum Persekolahan 2027, menambahkan Bahasa Isyarat sebagai mata pelajaran inklusif mulai 2027.

Mata pelajaran Bahasa Isyarat dapat dipilih sebagai mata pelajaran tambahan dari Standar 1 hingga 6 oleh siswa. Menurut The Rakyat Post, pelajaran bahasa isyarat akan menambah inklusivitas, yakni memungkinkan semua siswa dapat berkomunikasi satu sama lain dengan lebih mudah, tanpa memandang disabilitas anak.

Baca Juga: Kurikulum AI & Coding Segera Rampung, Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah

Maka dari itu, anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran atau bicara, tidak lagi merasa terisolasi atau tersisih dari percakapan teman-teman di sekitarnya. Rencana ini pun banjir pujian dari berbagai kalangan masyarakat di Malaysia.

Dalam rancangan kurikulum 2027, Kementerian Pendidikan Malaysia membagi mata pelajaran menjadi tiga kategori, yaitu:

 

Mata Pelajaran Teras

Bahasa Melayu, Bahasa Inggris, Bahasa Cina, Bahasa Tamil, Matematik, Pendidikan Islam, Pendidikan Moral, Alam dan Manusia: Pembelajaran Terpadu, Eksplorasi Seni dan Dunia: Pembelajaran Bersepadu, Sejarah, dan Sains.
 

Mata Pelajaran Wajib

Pendidikan Jasmani, Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Kesihatan, Pendidikan Seni Visual, Pendidikan Muzik, Teknologi dan Digital.
 

Mata Pelajaran Wajib unuk MBPK (Inklusif)

Pendidikan Asas Individu Ketidakpunyaan Penglihatan, Bahasa Isyarat Malaysia, dan Pengurusan Kehidupan Masalah Pembelajaran.

Selain sebagai pendukung dalam berkomunikasi dengan komunitas tulis, pembelajaran bahasa isyarat ini dianggap dapat membuka peluang kerja, terutama sebagai ahli bahasa isyarat yang banyak dibutuhkan perusahaan.

Bahasa isyarat di Malaysia sendiri dikenal dengan BIM atau Bahasa Isyarat Malaysia yang sudah diakui secara resmi oleh pemerintah Malaysia. Bahasa ini digunakan untuk berhubungan dengan komunitas tuli, khususnya dalam siaran dan pengumuman resmi. 

Sebelum adanya peresmian BIM, bahasa isyarat Malaysia terbagi menjadi dua, yakni Isyarat Penang (PSL) dan Isyarat Selangor (SSL atau KLSL). Baru pada awal 1954, BIM dibuat oleh Perhimpunan Orang Tuli Malaysia dan pada 1980-an, penggunaannya telah meluas di kalangan pemimpin dan peserta tulis dengan Kode Tangan Bahasa Malaysia (KTBM). Bahasa ini dibuat berdasarkan Bahasa Isyarat Amerika, yang kemudian juga dijadikan dasar untuk Bahasa Isyarat Indonesia. 

Untuk mendukung penggunaan BIM, pada bulan Juli 2021 lalu, Malaysian Federation of The Deaf (MFD) telah merilis aplikasi BIM Sign Bank yang dijadikan rujukan resmi bahasa isyarat Malaysia untuk komunitas, termasuk siswa, guru, orang tua, dan masyarakat umum.

Baca Juga: Kurikulum 2025 Tak Berubah, Ini Isi Permendikdasmen Nomor 13

SEBELUMNYA

Sejarah Baru, Rosé Blackpink Sabet Song of The Year MTV VMA 2025 Lewat "APT"

BERIKUTNYA

Heart-Throb Bob, Gaya Rambut 90-an yang Kembali Populer

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga