Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia (Sumber gambar: Wikimedia Commons/Yudhapohan)

Geopark Kaldera Toba Kembali Raih Green Card UNESCO, Apa Dampaknya?

08 September 2025   |   08:40 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Geopark Kaldera Toba kembali mendapatkan Green Card dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dalam sidang komite eksekutif ke-11 konferensi Global Geopark Network di Kutralkura, Chile.

Dilansir dari laman Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, General Manager BP Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, mengatakan bahwa Green Card yang kembali diperoleh merupakan hasil kerja keras semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pusat. 

“Kami berharap, capaian ini dapat menjadi batu loncatan atau momentum untuk melakukan kolaborasi pengelolaan Kaldera Toba ke arah yang lebih baik lagi, dan bisa lebih nyata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal,” katanya. 

Baca juga: Unesco Bakal Asesmen Destinasi Wisata Geopark Kaldera Toba 

Dia menuturkan, status Green Card akan sulit tercapai jika semua pihak tidak memberikan dukungan dan berupaya keras menjalankan rekomendasi yang diberikan oleh UNESCO untuk perbaikan.

Selain Danau Toba, Indonesia juga berhasil mempertahankan dua geopark lainnya, Ciletuh - Pelabuhan Ratu dan Rinjani. Keputusan tersebut dibacakan oleh Setsuya Nakada yang ditunjuk sebagai pimpinan sidang. 

Untuk diketahui, perolehan Green Card menunjukkan bahwa Geopark Kaldera Toba kembali memenuhi kriteria yang ditetapkan. Dengan begitu, danau terbesar di Indonesia itu akan tetap menjadi bagian dalam Geopark Global UNESCO selama empat tahun.

Sebelumnya, UNESCO memberikan kartu kuning atau Yellow Card kepada Kaldera Toba pada 2023. Hal ini berarti ada kriteria yang harus segera dipenuhi oleh badan pengelolanya untuk segera melakukan pembenahan dalam waktu 2 tahun.

Saat Geopark Kaldera Toba meraih kartu kuning, UNESCO memberikan sejumlah rekomendasi untuk segera dipenuhi. Jika tidak, lembaga PBB itu akan memberikan kartu merah dan berujung pada penghapusan status sebagai Geopark Global PBB.

Rekomendasi dari UNESCO itu seperti menentukan titik singkapan geologi yang jelas dan mudah diakses, termasuk membuat peta geologi baru; inventarisasi warisan alam, budaya, dan tak berwujud; perencanaan pelatihan intensif internasional bagi pengelola geosite; dan sebagainya. 

Pemerintah pusat dan daerah pun bekerja sama melakukan berbagai upaya agar Kaldera Toba kembali meraih status Green Card. Salah satu di antaranya adalah pembuatan panel penjelasan/Interpretasi di Geosite.

Kementerian pariwisata membuat panel interpretasi di berbagai geosite dalam Geopark Kaldera Toba guna meningkatkan pemahaman pengunjung mengenai nilai geologi dan warisan alam yang ada di kawasan ini. Selain itu, kementerian juga telah menyelenggarakan beragam acara MICE yang mendukung forum dan kegiatan terkait destinasi wisata Geopark Kaldera Toba. 

Baca juga: 5 Fakta Unik Danau Toba yang Masuk Daftar Destinasi Wisata Pilihan New York Times 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

King Nassar Guncang Panggung Pestapora 2025, Tampil Energik dan Totalitas

BERIKUTNYA

Profil Nandi Juliawan, Pemeran Encuy di Preman Pensiun Meninggal Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga