Open Trip Canyoneering Curug Cikondang (sumber: Haraduta Wisata)

Wisata Open Trip Makin Diminati, Ini Destinasi Favorit & Gambaran Biayanya

07 September 2025   |   20:11 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Minat masyarakat Indonesia terhadap wisata outdoor dan petualangan kian meningkat. Tren gaya hidup aktif, rasa penasaran untuk menjelajah, hingga keinginan menikmati alam secara lebih inklusif mendorong munculnya berbagai pilihan perjalanan wisata. Salah satunya adalah open trip, konsep perjalanan berbagi biaya yang kini semakin digemari.

Berbeda dengan paket wisata eksklusif, open trip memungkinkan siapa pun bergabung dalam satu grup untuk berbagi biaya transportasi, akomodasi, dan aktivitas. Konsep ini membuat liburan ke destinasi menantang lebih terjangkau, sekaligus memberi peluang bertemu teman baru.

Baca juga: Wisata Arung Jeram Makin Populer, SOP Keselamatan & Keamanan Wajib Jadi Perhatian

Salah satu pionir yang konsisten menggarap konsep ini adalah Haraduta Wisata, yang berdiri sejak 2013. “Bisnis ini bermula dari hobi traveling yang kemudian berkembang menjadi bisnis berbasis komunitas,” ujar Batara Aryo dari Haraduta Wisata.

Sejak awal, Haraduta mengusung sistem open trip untuk mengajak lebih banyak orang menikmati alam. Peserta pun datang dari beragam latar belakang, meski mayoritas didominasi generasi milenial dan Gen Z yang gemar berpetualang.

Wisatawan yang ikut open trip biasanya mencari pengalaman seru. Menurut Aryo, beberapa aktivitas paling diminati adalah canyoneering (menuruni air terjun dengan alat), jetski di pulau-pulau kecil, jelajah pulau dengan speedboat hingga pendakian gunung. 

Destinasi favorit mereka pun beragam, mulai dari Gunung Rinjani di Lombok, Pulau Pahawang di Lampung, hingga Curug Cikondang di Cianjur.

Sebagai contoh, untuk open trip Canyoneering Curug Cikondang, peserta cukup membayar Rp600.000 dari Jakarta. Paket ini sudah mencakup transportasi pulang-pergi, perlengkapan keselamatan, makan siang, dokumentasi, tiket masuk, hingga tour guide. Aktivitas berlangsung sehari penuh, termasuk dua sesi menuruni air terjun setinggi belasan meter.

Sementara untuk Pulau Pahawang, harga trip mulai dari Rp450.000 (dari Dermaga Ketapang). Fasilitasnya meliputi menginap, empat kali makan, snorkeling, barbeque, hingga dokumentasi underwater. Keberangkatan pun tersedia hampir setiap akhir pekan.

“Kegiatan jetski di beberapa pulau seperti Pulau Harapan dan Pulau Pahawang saat ini tengah naik daun. Termasuk menjelajahi Pulau Wayang menggunakan speedboat, serta kegiatan pendakian gunung yang juga ramai peminat,” jelas Aryo.

Meski semakin populer, open trip masih menyimpan tantangan. Beberapa peserta terkadang belum memahami konsep berbagi biaya sehingga berharap fasilitas setara dengan paket wisata eksklusif.

Untuk itu, Haraduta selalu memberi penjelasan sejak awal bahwa konsep ini berfokus pada efisiensi dengan fasilitas standar petualangan kelompok.

Dari sisi keamanan, Haraduta menyiapkan prosedur ketat mulai dari pengecekan kendaraan, briefing keselamatan, hingga penyediaan perlengkapan lengkap seperti harness, helm, pelampung, dan asuransi. “Untuk destinasi yang belum dicover, kami menyediakannya sebagai biaya tambahan di luar paket,” tambah Aryo.

Lebih dari sekadar wisata, open trip juga membawa dampak positif bagi masyarakat lokal. Haraduta melibatkan porter, pemandu, penyedia homestay, hingga kuliner daerah. Dengan begitu, aktivitas wisata sekaligus membuka peluang ekonomi di sekitar destinasi.

Dari sisi pemasaran, mereka mengandalkan website sebagai kanal utama. Konten, jadwal trip, hingga sistem pemesanan diperbarui secara rutin agar tetap relevan dengan kebutuhan traveler digital.

Open trip kini bukan sekadar tren, melainkan sebuah gaya baru dalam berwisata. Dia menawarkan perpaduan antara harga terjangkau, pengalaman autentik, hingga kesempatan menjalin relasi.

Seperti kata Batara Aryo bahwa pihaknya  selalu terbuka untuk semua kalangan. Karena sistemnya berbagi biaya, banyak orang dari berbagai latar belakang bisa ikut trip bersama dan menjalin relasi baru.

Dengan konsep yang inklusif dan aman, open trip semakin memperluas akses masyarakat untuk menikmati keindahan alam Indonesia—dari gunung, laut, hingga pulau-pulau kecil yang menunggu dijelajahi.
 

SEBELUMNYA

Yura Yunita Singgung Situasi Indonesia Saat Ini di Pestapora 2025, Ajak Warga Saling Jaga

BERIKUTNYA

Tema Hari Literasi Internasional 2025, Diperingati Setiap 8 September

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga