Penyanyi Raisa bersama dengan Bernadya tampil pada hari kedua Pesta Pora 2025 di Jakarta, Sabtu (6/9/2025). (Sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Raisa x Bernadya: Harmoni Dua Generasi di Panggung Pestapora 2025

07 September 2025   |   07:32 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Konser Raisa x Bernadya di panggung Boss Stage menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan pada hari kedua Pestapora 2025 (6/9/2025). Tampil pukul 15.20 WIB–16.20 WIB, keduanya menghadirkan perjumpaan musikalitas lintas generasi yang memadukan kematangan diva pop dengan kesegaran pendatang baru indie pop.

Pertunjukan dibuka dengan beberapa lagu hit yang langsung mendapat teriakan dari para penggemarnya yang telah memenuhi area panggung beberapa menit sebelum pentas dimulai. Pentas dimulai dengan Bernadya yang naik panggung dan membawakan nomor miliknya sendiri, "Lama-Lama", yang disusul dengan lagu "Si Paling Mahir" dari Raisa. Sebuah pilihan yang pas untuk menarik penonton bernyanyi bersama sejak awal.

Raisa lalu muncul setelahnya. Dia mengajak penonton kembali ke masa lalu saat lagu hit awal-awal kariernya, "Could it Be", bergema di panggung. Usai menyanyikan satu lagu, Raisa kemudian memberi kejutan kepada penonton dengan mengajak Rony Parulian untuk berduet.

"Halo, apa kabar semua. Gimana, panas enggak? Senang bisa ada di sini. Tapi aku ada kejutan selanjutnya. Aku enggak akan menyanyi sendiri, ada, Rony Parulian," ucapnya. 

Baca juga: Konser The Adams x FSTVLST di Pestapora 2025 Berubah Jadi Mimbar Rakyat 

Raisa dan Rony kemudian membawakan lagu duet mereka, "Tetap Bukan Kamu". Interaksi keduanya menarik. Beberapa kali suara mereka berpadu.

Setelahnya, giliran Raisa dan Bernadya yang bersama di satu panggung. Mereka membawakan lagu "Jatuh Hati" yang rilis pada 2016. Raisa dengan power pop yang besar, Bernadya dengan suara sendu yang intim berhasil menyatu dengan apik dalam lagu ini. Perbedaan karakter suara keduanya itu bukannya bertabrakan, justru menghasilkan warna baru yang menggetarkan. 

Di tengah jeda, keduanya sempat bercanda. Bernadya bilang banyak lagu Raisa yang menemaninya ketika masih sekolah dasar (SD). Raisa pun tampak sedikit jengkel dibuatnya. Interaksi mereka di atas panggung memang jadi satu hal menarik di luar nyanyian. Mereka seperti sepasang kakak adik yang lucu. 

Dinamika konser terasa makin kuat setelah itu. Keduanya kini membawakan "Usai di Sini". Suasana konser makin syahdu saat Bernadya mengambil alih panggung sejenak. Dia membawakan nomor hitnya berjudul "Untungnya, Hidup Harus Terus Berjalan".

Bernadya kemudian membawakan lagu "Apa Mungkin", yang disusul oleh Raisa lewat penampilannya dengan lagu "Satu Bulan". Setelah itu, lagu "Kali Kedua" juga turut dipersembahkan di atas panggung Pestapora 2025. 
 

 

Raisa dan Bernadya di panggung Pestapora 2025 (Sumber gambar: Eusebio)

Raisa dan Bernadya di panggung Pestapora 2025 (Sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Di panggung ini, penonton seolah menyaksikan dialog musikal antara dua generasi, yang meski berbeda gaya tetap menyatu dalam satu harmoni. Warna musik yang hadir selama satu jam pertunjukan begitu beragam. Dari balada penuh emosi, pop bernuansa rock, hingga lagu dengan sentuhan indie-pop modern, semua terasa dirangkai dengan alur yang mulus. 

Tidak ada jeda yang terasa canggung. Sebaliknya, transisi antar-lagu mengalir dan memperlihatkan chemistry yang kuat di antara keduanya. Penonton pun tampak terhanyut. Ada momen ketika ribuan suara ikut bernyanyi mengikuti Raisa, dan di saat lain, seluruh Boss Stage hening mendengar Bernadya melantunkan lirik sendu. 

Pergantian atmosfer ini membuat konser terasa dinamis, seolah membawa audiens dalam perjalanan emosi yang lengkap. Di Boss Stage sore itu, kolaborasi lintas generasi membuktikan bahwa musik Indonesia terus bergerak maju dengan harmoni yang kaya

Raisa dan Bernadya merupakan dua penyanyi dua generasi yang telah memberi warna menarik perkembangan solois perempuan di Indonesia. Keduanya hadir dengan kekuatan dan pesona masing-masing di panggung musik Indonesia. Menariknya, dua penyanyi ini tumbuh dan berkembang di label yang sama, Juni Records. 

Raisa telah memulai karier solonya pada 2011 lewat single "Serba Salah" dan sejak saat itu menancapkan namanya sebagai salah satu diva Tanah Air. Dengan vokal jernih, karakter anggun, serta konsistensi dalam merilis karya, Raisa berhasil menjaga relevansi selama lebih dari satu dekade.

Sejumlah pencapaian besar turut memperkuat reputasinya, mulai dari penghargaan musik bergengsi, konser tunggal Raisa Live in Concert di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang mencatat sejarah, hingga penampilan di ajang internasional.

Sementara itu, Bernadya menjadi solois perempuan paling jadi sorotan dalam dua tahun terakhir berkat lirik-lirik puitis dan suara syahdunya yang khas. Kehadirannya membawa nuansa segar dalam musik indie-pop Indonesia, terutama karena tema-tema yang dekat dengan keresahan dan pengalaman generasi muda.

Dalam waktu singkat, Bernadya berhasil menorehkan prestasi penting, mulai dari lagu-lagu yang viral di platform digital hingga membawa pulang tiga piala AMI Awards termasuk kategori paling prestisius, Album of the Year. 

Baca juga: Pestapora Meminta Maaf Atas Polemik Sponsor Perusahaan Tambang 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Mengenal Fenomena Blood Moon, Gerhana Bulan Merah yang Berlangsung 7-8 September 2025

BERIKUTNYA

Rundown Hari Ketiga Pestapora 2025 Versi Terbaru, Ada King Nassar!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga