Hati-hati, Paparan Gas Air Mata Bisa Tinggalkan Efek Permanen pada Mata
06 September 2025 |
07:27 WIB
Paparan gas air mata ternyata bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan mata maupun tubuh secara keseluruhan. Adapun senjata kimia ini sering kali digunakan sebagai alat pengendali massa dalam situasi kerusuhan seperti demo yang dilakukan akhir-akhir ini.
Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau dr. Agung Nugroho, menerangkan bahwa gas air mata mengandung chlorobenzylidenemalononitrile. Zat ini bekerja dengan cara mengiritasi selaput lendir mata, hidung, mulut, hingga paru-paru.
Baca juga: Terkena Gas Air Mata? Begini Langkah Pertolongan Pertamanya
Saat terhirup atau terkena mata dan kulit, chlorobenzylidenemalononitrile menimbulkan rasa perih, terbakar, dan nyeri hebat sehingga seseorang kehilangan kemampuan untuk bertahan di lokasi paparan. Mereka yang terkena paparan gas air mata biasanya mengalami mata merah dan berair berlebihan.
Selain itu, timbul rasa terbakar atau nyeri hebat pada mata, sensasi perih pada saat membuka mata. “Bengkak sekitar kelopak mata dan penglihatan kabur sementara,” ujarnya dikutip Hypeabis.id, Jumat (5/9/2025).
Kendati demikian, dalam jangka panjang, risiko paparan gas air mata bisa lebih berbahaya. Begitu pula bila paparan berlangsung dalam jarak dekat.
Agung menungkapkan, dalam jangka panjang atau jarak dekat, paparan gas air mata dapat menimbulkan pendarahan, kerusakan saraf, erosi kornea, katarak, hingga kebutaan.
Oleh karena itu, bila terpapar gas air mata, Agung menyarankan segera menjauh dari lokasi paparan secepat dan seaman mungkin ke area terbuka dengan sirkulasi udara yang lebih baik. Hindari mengucek mata, karena dapat memperburuk iritasi.
Lalu, bilas mata dengan air bersih atau larutan saline dan cairan pencuci mata. Jika menggunakan lensa kontak, segera dilepaskan karena dapat menyerap bahan kimia.
Kemudian, sering-seringlah berkedip untuk merangsang keluarnya air mata. Cuci kulit dan rambut dengan sabun untuk menghilangkan sisa partikel kimia.
“Segera cari pertolongan medis jika gejala tidak membaik, terutama jika ada sesak napas, nyeri hebat pada mata, atau gangguan penglihatan,” saran Agung.
Meskipun sebagian besar kasus iritasi mata akibat gas air mata dapat diatasi dengan perawatan di rumah, katanya ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Kondisi tersebut yaitu nyeri mata yang parah dan tidak membaik setelah dibilas, penglihatan kabur yang berlangsung lebih dari 30 menit.
Indikasi adanya luka pada mata atau kelopak mata, kesulitan bernapas yang signifikan. Selanjutnya, reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, atau pembengkakan.
“Jika mengalami salah satu dari gejala di atas, segera cari pertolongan medis ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat,” tegas Agung.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau dr. Agung Nugroho, menerangkan bahwa gas air mata mengandung chlorobenzylidenemalononitrile. Zat ini bekerja dengan cara mengiritasi selaput lendir mata, hidung, mulut, hingga paru-paru.
Baca juga: Terkena Gas Air Mata? Begini Langkah Pertolongan Pertamanya
Saat terhirup atau terkena mata dan kulit, chlorobenzylidenemalononitrile menimbulkan rasa perih, terbakar, dan nyeri hebat sehingga seseorang kehilangan kemampuan untuk bertahan di lokasi paparan. Mereka yang terkena paparan gas air mata biasanya mengalami mata merah dan berair berlebihan.
Selain itu, timbul rasa terbakar atau nyeri hebat pada mata, sensasi perih pada saat membuka mata. “Bengkak sekitar kelopak mata dan penglihatan kabur sementara,” ujarnya dikutip Hypeabis.id, Jumat (5/9/2025).
Kendati demikian, dalam jangka panjang, risiko paparan gas air mata bisa lebih berbahaya. Begitu pula bila paparan berlangsung dalam jarak dekat.
Agung menungkapkan, dalam jangka panjang atau jarak dekat, paparan gas air mata dapat menimbulkan pendarahan, kerusakan saraf, erosi kornea, katarak, hingga kebutaan.
Oleh karena itu, bila terpapar gas air mata, Agung menyarankan segera menjauh dari lokasi paparan secepat dan seaman mungkin ke area terbuka dengan sirkulasi udara yang lebih baik. Hindari mengucek mata, karena dapat memperburuk iritasi.
Lalu, bilas mata dengan air bersih atau larutan saline dan cairan pencuci mata. Jika menggunakan lensa kontak, segera dilepaskan karena dapat menyerap bahan kimia.
Kemudian, sering-seringlah berkedip untuk merangsang keluarnya air mata. Cuci kulit dan rambut dengan sabun untuk menghilangkan sisa partikel kimia.
“Segera cari pertolongan medis jika gejala tidak membaik, terutama jika ada sesak napas, nyeri hebat pada mata, atau gangguan penglihatan,” saran Agung.
Meskipun sebagian besar kasus iritasi mata akibat gas air mata dapat diatasi dengan perawatan di rumah, katanya ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Kondisi tersebut yaitu nyeri mata yang parah dan tidak membaik setelah dibilas, penglihatan kabur yang berlangsung lebih dari 30 menit.
Indikasi adanya luka pada mata atau kelopak mata, kesulitan bernapas yang signifikan. Selanjutnya, reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, atau pembengkakan.
“Jika mengalami salah satu dari gejala di atas, segera cari pertolongan medis ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat,” tegas Agung.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.