Ketika Melankolisnya Bernadya Berubah Jadi Pop Rock di Pestapora 2025
05 September 2025 |
16:39 WIB
1
Like
Like
Like
Di jam sore yang biasanya masih jadi pemanasan festival, panggung Boss Stage di Pestapora 2025 nyatanya sudah penuh sesak. Semua menanti Bernadya, solois perempuan paling jadi sorotan setahun terakhir ini, yang akan tampil dalam program "Bertukar Lagu". Di segmen ini, dia kebagian membawakan lagu-lagu dari band Hindia.
Repertoar Hindia yang dikenal reflektif dan lantang mendapat sentuhan baru ketika jatuh ke tangan Bernadya. Terkadang lagu-lagunya diubah jadi lebih melankolis, tapi lebih sering Bernadya yang menantang diri dengan tampil lebih pop rock.
Baca juga: Epik! Slank & Sal Priadi Saling Bertukar Lagu di Pestapora 2025
Bernadya membuka penampilannya dengan lagu Membasuh yang dirilis pertama kali oleh Hindia pada 2019. Lagu itu digubahnya menjadi lebih menarik, dengan elemen emosional yang lebih ditonjolkan yang memang telah menjadi warna khas dirinya. Lagu yang sudah dikenal penonton itu pun jadi terdengar segar lewat interpretasi baru Bernadya.
Namun, di lagu Bayangkan Jika Kita Tidak Menyerah, Bernadya tampil dengan pendekatan berbeda. Dia tetap mempertahankan karakter Hindia, dengan nuansa pop rock yang tetap kuat terasa. Sisi melankolis Bernadya pun seketika musnah.
"Selamat sore semuanya. Tolong dimaklumi ya kalau ada suara-suara yang berbeda. Perkenalkan saya Bernadya, sedang membawakan lagu-lagu dari Baskara di band Hindia," ucap Bernadya
Bernadya melanjutkan penampilannya dengan lagu Besok Mungkin Kita Sampai. Nomor ini rupanya cukup disambut baik oleh penonton. Mereka tampak bernyanyi sambil berjingkrak saat lagu mulai memasuki reff.
Penonton makin dibuat bersorak saat denting piano yang menjadi ciri khas lagu Rumah ke Rumah mengalun. Lagu tersebut juga sukses dibawakan dengan baik. Setelah itu, Bernadya membawakan Matahari Terbenam, lalu disusul Kita Kesana, Evaluasi, dan Cincin. Penampilannya ditutup dengan lagu Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya, yang menjadi klimaks sekaligus akhir yang mengesankan.
"Terima kasih teman-teman sudah mau mendengarkan. Semoga kalian terhibur. Namun, Ini bukan hanya tentang aku tapi juga band di belakang dan seluruh tim produksi. Ya, semuanya berusaha keras untuk main lagu yang enggak biasa buat kami," pungkasnya.
Menyaksikan Bernadya membawakan Hindia memang jadi salah satu pengalaman menarik di Pestapora 2025. Dengan suaranya yang khas, dia mampu menghidupkan lirik-lirik yang awalnya ditulis dari perspektif laki-laki, tetapi kini harus dihidupkan olehnya. Lagu-lagu yang penuh dengan pesan pentingnya penerimaan diri dan penghargaan terhadap diri sendiri itu pun terasa seperti mendapatkan wajah barunya.
Sepanjang penampilannya, penonton seolah di bawa ke petualangan emosi yang berbeda-beda. Secara aksi panggung, Bernadya juga tampil lebih energik. Dia tak segan untuk berjalan ke kanan dan kiri panggung, berjingkrak sesuai irama lagu, hingga di beberapa bagian lain sedikit menebalkan suaranya. Bernadya tidak sekadar meng-cover. Dia benar-benar menghadirkan pengalaman baru.
Bernadya merupakan salah satu penyanyi pop perempuan yang karya-karyanya paling diperhitungkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Karier bermusiknya telah dipupuk sejak masuk sebagai finalis di The Voice Kids Indonesia pada 2016. Setelah itu, dia sempat membentuk duo musik bersama kakaknya, Celine & Nadya, sebelum akhirnya meniti jalur solo pada 2022 dengan bergabung di Juni Records.
Dari sana, nama Bernadya mulai menanjak berkat lagu-lagu yang cepat akrab di telinga pendengar. Single solo pertamanya, Apa Mungkin (2022), langsung menarik perhatian luas dan masuk nominasi Pendatang Baru Terbaik di AMI Awards 2023.
Popularitasnya makin meroket lewat lagu Satu Bulan (2023) yang memecahkan rekor streaming harian di Spotify Indonesia dengan lebih dari dua juta kali diputar hanya dalam sehari. Lagu tersebut kini bahkan telah menembus puluhan juta pendengar, memperkuat posisinya sebagai wajah baru pop Indonesia.
Pada 2024, Bernadya merilis album debutnya Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan yang berisi kisah perjalanan emosional pasca putus cinta. Album ini mencatat prestasi luar biasa dengan memecahkan rekor Spotify sebagai album paling banyak diputar dalam sehari di Indonesia, serta membawa pulang tiga piala AMI Awards termasuk kategori paling prestisius, Album of the Year. Tak hanya itu, karyanya berhasil menembus total lebih dari 100 juta streaming.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Repertoar Hindia yang dikenal reflektif dan lantang mendapat sentuhan baru ketika jatuh ke tangan Bernadya. Terkadang lagu-lagunya diubah jadi lebih melankolis, tapi lebih sering Bernadya yang menantang diri dengan tampil lebih pop rock.
Baca juga: Epik! Slank & Sal Priadi Saling Bertukar Lagu di Pestapora 2025
Bernadya membuka penampilannya dengan lagu Membasuh yang dirilis pertama kali oleh Hindia pada 2019. Lagu itu digubahnya menjadi lebih menarik, dengan elemen emosional yang lebih ditonjolkan yang memang telah menjadi warna khas dirinya. Lagu yang sudah dikenal penonton itu pun jadi terdengar segar lewat interpretasi baru Bernadya.
Namun, di lagu Bayangkan Jika Kita Tidak Menyerah, Bernadya tampil dengan pendekatan berbeda. Dia tetap mempertahankan karakter Hindia, dengan nuansa pop rock yang tetap kuat terasa. Sisi melankolis Bernadya pun seketika musnah.
"Selamat sore semuanya. Tolong dimaklumi ya kalau ada suara-suara yang berbeda. Perkenalkan saya Bernadya, sedang membawakan lagu-lagu dari Baskara di band Hindia," ucap Bernadya
Bernadya melanjutkan penampilannya dengan lagu Besok Mungkin Kita Sampai. Nomor ini rupanya cukup disambut baik oleh penonton. Mereka tampak bernyanyi sambil berjingkrak saat lagu mulai memasuki reff.
Penonton makin dibuat bersorak saat denting piano yang menjadi ciri khas lagu Rumah ke Rumah mengalun. Lagu tersebut juga sukses dibawakan dengan baik. Setelah itu, Bernadya membawakan Matahari Terbenam, lalu disusul Kita Kesana, Evaluasi, dan Cincin. Penampilannya ditutup dengan lagu Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya, yang menjadi klimaks sekaligus akhir yang mengesankan.
"Terima kasih teman-teman sudah mau mendengarkan. Semoga kalian terhibur. Namun, Ini bukan hanya tentang aku tapi juga band di belakang dan seluruh tim produksi. Ya, semuanya berusaha keras untuk main lagu yang enggak biasa buat kami," pungkasnya.

Penyanyi Bernadya menyanyikan lagu-lagu dari Hindia pada hari pertama Pestapora 2025 di Jakarta, Jumat (5/9/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)
Sepanjang penampilannya, penonton seolah di bawa ke petualangan emosi yang berbeda-beda. Secara aksi panggung, Bernadya juga tampil lebih energik. Dia tak segan untuk berjalan ke kanan dan kiri panggung, berjingkrak sesuai irama lagu, hingga di beberapa bagian lain sedikit menebalkan suaranya. Bernadya tidak sekadar meng-cover. Dia benar-benar menghadirkan pengalaman baru.
Bernadya merupakan salah satu penyanyi pop perempuan yang karya-karyanya paling diperhitungkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Karier bermusiknya telah dipupuk sejak masuk sebagai finalis di The Voice Kids Indonesia pada 2016. Setelah itu, dia sempat membentuk duo musik bersama kakaknya, Celine & Nadya, sebelum akhirnya meniti jalur solo pada 2022 dengan bergabung di Juni Records.
Dari sana, nama Bernadya mulai menanjak berkat lagu-lagu yang cepat akrab di telinga pendengar. Single solo pertamanya, Apa Mungkin (2022), langsung menarik perhatian luas dan masuk nominasi Pendatang Baru Terbaik di AMI Awards 2023.
Popularitasnya makin meroket lewat lagu Satu Bulan (2023) yang memecahkan rekor streaming harian di Spotify Indonesia dengan lebih dari dua juta kali diputar hanya dalam sehari. Lagu tersebut kini bahkan telah menembus puluhan juta pendengar, memperkuat posisinya sebagai wajah baru pop Indonesia.
Pada 2024, Bernadya merilis album debutnya Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan yang berisi kisah perjalanan emosional pasca putus cinta. Album ini mencatat prestasi luar biasa dengan memecahkan rekor Spotify sebagai album paling banyak diputar dalam sehari di Indonesia, serta membawa pulang tiga piala AMI Awards termasuk kategori paling prestisius, Album of the Year. Tak hanya itu, karyanya berhasil menembus total lebih dari 100 juta streaming.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.