koleksi modest fesyen dalam IN2MOTIONFEST (sumber : IFC)

Eksplorasi Wastra Nusantara dalam Panggung Modest Fashion Dunia IN2MOTIONFEST

05 September 2025   |   15:30 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Modest fashion di Indonesia bukan lagi sekadar tren, melainkan gerakan yang berakar pada identitas budaya sekaligus menampilkan wajah modern masyarakat. Lebih dari pilihan gaya, modest fashion menjadi medium ekspresi yang memadukan nilai religius, kreativitas, dan keanggunan, sehingga makin dilirik di kancah internasional.

Saat ini, sektor modest fashion Indonesia bahkan menempati peringkat pertama dunia berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025. Capaian ini menegaskan potensi besar Indonesia untuk menjadi kiblat sekaligus trendsetter untuk modest fashion global.

Baca juga: Modest Fashion Indonesia Nomor Satu Dunia: Peluang dan Potensi Bersaing di Level Internasional

“Melalui sinergi dan kolaborasi, dengan ragam inisiasi program strategis, harapannya lebih banyak peluang yang terbuka bagi desainer lokal nasional meningkatkan eksposur produk hingga ke pasar global,” ujar Imam Hartono, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.

Transformasi estetika modest fesyen Indonesia melalui pendekatan wastra dan bingkai kontemporer tercermin dari karya-karya yang ditampilkan oleh para desainer kenamaan Tanah Air dalam trunk show pembuka IN2MOTIONFEST 2025 yang berlangsung akhir Juli 2025.

Antara lain Deden Siswanto, Danjyo Hiyoji, kami., Itang Yunasz, Jenna&Kaia, Vivi Zubedi, Si.Se.Sa, Ayu Dyah Andari, Monika Jufry, Fomalhaut Zamel, Rosie Rahmadi, Dama Kara, Neu Men, Brilianto, dan Putroh Ramadhan.

 

koleksi modest fesyen dalam In2motionfest (sumber : IFC)

Koleksi modest fashion In2motionfest (sumber : IFC)

Deden Siswanto melalui koleksi Swara Bhawisya, mempersembahkan wastra khas Sumatera Utara berupa kain ulos dengan pendekatan menswear kontemporer. Outer berdetail tradisional tampil segar dalam warna alam, menegaskan bahwa kekuatan lokal bisa tampil lebih modern dan kosmopolitan.

Label menswear Neu Men tampil kuat melalui Atmaya dari koleksi Raga Svara yang mengusung tema keseimbangan antara modernitas pria urban dan akar budaya lokal. Koleksi berupa vest beraksen anyaman dan batik ini dipadukan dengan kemeja earthy tone  serta celana linen senada  untuk look yang lebih natural, berkarakter, dan sustainable. Koleksi ini membawa semangat baru dan interpretasi tradisi yang terus berevolusi.

Sementara itu, brand fesyen Dama Kara menghadirkan koleksi Alkisah sebuah karya kolaboratif antara Dama Kara dengan teman-teman istimewa dari Dama Kara Foundation. Koleksi ini memadukan lurik dan tenun tradisional dengan bordir berupa gambar bunga hasil karya teman difabel, seperti Abi.

Koleksi ini tidak hanya inklusif secara sosial, tetapi juga kuat secara visual berupa paduan wastra dengan embroidery menjadikan setiap busana naratif dan personal. “Kami terinspirasi dari imajinasi dan cerita yang dieksplorasi oleh teman-teman istimewa dalam kelas gambar, termasuk gambar bunga, hewan, dan fantasi masa depan,” ujar Nurdini Prihasti, pemilik Dama Kara.

Si.Se.Sa, label busana muslim syar’i tampil cukup berbeda dalam Trunk Show kali ini dengan membawa koleksi berjudul Etnik Modern dalam Syar’i. Berbeda dari ciri khas pastel dan girly yang selama ini lekat dengan brand mereka, koleksi kali ini didominasi warna gelap dan penggunaan tenun tradisional sebagai elemen utama.

Outer tenun bermotif etnik dipadukan dengan rok sifon dan kerudung panjang bertekstur lembut, menciptakan perpaduan kontras antara karakter tegas kain tradisional dan kelembutan siluet syar’i.

“Kami ingin membuktikan bahwa syar’i tak membatasi kreativitas. Tenun yang terkesan berat dan formal pun bisa jadi sangat wearable,” ujar Sansa Enandera dari Si.Se.Sa.

Koleksi ini merupakan kelanjutan dari komitmen Si.Se.Sa dalam memperkenalkan identitas daerah asal mereka setelah sebelumnya sempat menghadirkan batik Kudus dalam tema Nusantara dan kini berlanjut ke eksplorasi tenun dari berbagai wilayah Indonesia.

Desainer Fomalhaut Zamel memukau lewat koleksi “Minang Royal Heritage”, membawa nuansa bangsawan Minang dalam siluet panjang yang elegan. Warna ungu tua, hitam, dan emas mengisi palet utama, dihiasi motif tenun dan songket dengan aksesori glamor.
 

Koleksi Fomalhaut (sumber : IFC)

Koleksi Minang Royal Heritage dari Fomalhaut Zamel (sumber : IFC)

Gaya ini memancarkan kemegahan budaya dan keanggunan kontemporer Minangkabau dalam format fashion-forward yang siap menembus pasar global.

Sementara itu, Danjyo Hiyoji yang selama ini dikenal dengan ciri khas desain eksperimentalnya mempersembahkan koleksi menswear dengan jaket berpotongan tajam, detail geometris, dan palet warna natural. Lengan bermotif tenun rangrang dari Bali menambah daya pukau modern yang maskulin sekaligus kultural.

Brilianto tampil unik dengan gaya streetwear yang memadukan dress hitam, aksen batik modern, jaket quilted, dan aksen gingham. Aksesori seperti topi transparan dan kacamata besar memberi kesan edgy, muda, dan ekspresif menghidupkan semangat eksplorasi motif lokal dalam bahasa fesyen urban. Koleksi ini cocok untuk generasi muda yang ingin tampil beda tanpa meninggalkan akar budayanya.
 

Koleksi Brilianto (sumber : IFC)

Koleksi Brilianto (sumber : IFC)

Desainer Ayu Dyah Andari membawa koleksi yang  sarat sentuhan romantik klasik. Bordir bunga, detail kancing emas, dan warna pastel seperti hijau sage dan merah muda hadir dalam potongan anggun dan siluet tailored yang terinspirasi gaya aristokrat. Keanggunan feminin dan budaya berbaur dalam desain yang bersahaja, menekankan kekuatan perempuan lewat kelembutan.

Rosie Rahmadi menghadirkan siluet tertutup dengan layering serba gelap dan motif batik megamendung. Kombinasi atasan hitam, jaket oversized, dan celana abu-abu menciptakan kesan powerful. Aksen biru cerah pada motif memberikan sentuhan segar di tengah tampilan yang tegas.

Putro Ramadhan membawa koleksi dengan dominasi warna biru dan eksplorasi motif dari Sumatera Selatan. Kain tradisional seperti songket dan jumputan diolah menjadi busana modern berpotongan simple, namun kuat secara visual.

Trunk show ini adalah awal dari rangkaian besar IN2MOTIONFEST 2025, yang akan digelar pada 8–12 Oktober 2025 di JIEXPO Convention Centre & Theatre, Jakarta. Mengusung tema One Vision, One Movement: Advancing Indonesia Modest Fashion Through Synergy & Collaboration, festival ini mendorong sinergi antar sektor industri untuk membawa modest fashion Indonesia ke panggung dunia.

Dengan lebih dari 300 desainer, brand, dan UMKM, serta keterlibatan 10 negara internasional (antara lain Dubai, Malaysia, Turki, Italia, dan Jepang), IN2MOTIONFEST tahun ini memperkuat posisinya sebagai festival modest fashion terbesar di dunia.

Ali Charisma, Event Development dari Indonesian Fashion Chamber  mengatakan, tahun ini  IN2MOTIONFEST  2025 mengusung pendekatan baru. Tidak sekadar sebuah platform showcase, tapi juga menjadi sebuah ekosistem pengembangan yang terintegrasi.

“IN2MOTIONFEST kini bukan sekadar platform showcase, tapi ekosistem yang terintegrasi. Desainer tak hanya tampil, tapi juga dibekali untuk tumbuh sebagai brand global, baik dari sisi desain, bisnis, maupun keberlanjutan,” ungkapnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Kesan Para Penonton Pestapora 2025 Day 1, Pengalaman Baru Ngonser dari Pagi

BERIKUTNYA

Jadwal Road to The International 2025, Ada Xtreme Gaming vs Team Falcons

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga