Hypereport: 10 Subsektor Ekonomi Kreatif di Luar Program Prioritas Kemenekraf
25 February 2025 |
18:08 WIB
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) tak luput dari kebijakan efisiensi anggaran dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Imbasnya, sedikit banyak akan memengaruhi sejumlah program kerja pada sektor ekraf. Meski begitu, mereka tetap optimistis di tengah keterbatasan jatah pendanaan tersebut.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Jakarta, pada Rabu (12/2/2025), anggaran Kemenekraf setelah terkena efisiensi tersisa sebanyak Rp189,1 miliar. Awalnya, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp279,6 miliar lalu mengalami pemotongan Rp90,5 miliar atau sebesar 32,3 persen.
Baca juga laporan terkait:
"Ekraf terdapat 17 subsektor, namun Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) membuat lima program prioritas utama untuk ekonomi kreatif menjadi penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif; penguatan ekosistem film, animasi, video dan musik; penguatan ekosistem fesyen dan kriya; penguatan ekosistem aplikasi dan gim; serta penguatan ekosistem kuliner," kata Teuku Riefky, dikutip dari keterangan resminya.
Selain film, animasi, video dan musik, fesyen dan kriya, aplikasi dan gim, serta kuliner, ekonomi kreatif Indonesia memiliki subsektor lainnya yang juga berperan penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara. Berikut beberapa di antaranya.
Dalam hal budaya, keanekaragaman arsitektur lokal dan daerah menunjukkan karakter Bangsa Indonesia dengan budayanya yang kaya. Sedangkan dalam hal pembangunan, arsitektur juga berperan dalam merancang dasar pembangunan sebuah kota.
Sangat disayangkan, selain kurang dikenali perannya dalam membangun sebuah bangunan, tidak jarang desainer interior dianggap sebagai profesi yang kurang menjanjikan. Kenyataannya, pekerjaan sebagai desain interior merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang menjanjikan dan potensial.
Salah satu alasannya, yakni banyaknya kebutuhan akan penggunaan jasa desain interior untuk menciptakan estetika pada bangunan. Bahkan, seorang desain interior pun berpeluang dalam mengenalkan pariwisata dan budaya Indonesia secara lebih luas. Hal ini bisa dimulai dari peran mereka menciptakan estetika interior dengan karakter autentik Indonesia, sehingga dapat menunjukkan identitas bangsa.
Sebagian besar konsumen memiliki kecenderungan untuk mengapresiasi produk yang berkualitas dari sisi value maupun kemasan. Salah satu usaha untuk menarik perhatian konsumen adalah menciptakan desain produk yang unik dan menarik.
Pemerintah menyelenggarakan acara-acara seperti Inacraft, CASA, KriyaNusa, dan ICAD sebagai fasilitas promosi dalam negeri bagi pelaku ekonomi kreatif di subsektor desain produk.
Subsektor ini mencakup perdagangan barang seni bernilai tinggi dan langka seperti Seni lukis, Seni grafis, Seni patung, Seni instalasi, Seni keramik, Seni film, Seni koreografi, Seni arsitektur, Seni kriya/kerajinan, Seni diorama.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI membuka peluang untuk membangun kemitraan dengan Asosiasi Kreator Foto Video Indonesia (AKFID) dalam bidang regulasi sertifikasi profesi fotografer, videografer, dan kreator konten, yang merupakan bagian dari inkubasi kreatif di Subsektor Fotografi.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, membangun kemitraan dengan Asosiasi Fotografi sangat penting sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang fotografi, videografi, dan konten kreator, serta memberikan dampak positif pada kemajuan dan pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.
Baca juga: Efisiensi Anggaran Kemendikdasmen, Delegasi Lomba Internasional Tetap Didukung
Semua bisnis dan subsektor membutuhkan DKV untuk kelangsungan usahanya. Produk graphic design ini tidak hanya berbentuk logo, namun juga desain produk, dan visual promosi media sosial. Melalui desain komunikasi visual, pemilik merek atau program dapat menyampaikan pesan dengan cara kreatif, sehingga mudah dan mampu diterima publik.
Upaya pemerintah untuk memajukan sektor desain komunikasi visual direpresentasikan dengan membuat berbagai program publikasi karya bagi para pendesain hingga mengusahakan agar para pendesain lokal menjadi prioritas menggarap proyek di perusahaan domestik.
Era digital bukanlah akhir dari industri TV dan radio di Indonesia. Radio tetap menjadi pilihan banyak orang karena sifatnya yang auditori, bisa didengarkan sambil melakukan berbagai aktivitas. Sementara TV, selama kontennya masih digemari masyarakat, maka kemunduran media ini masih bisa dihindarkan.
Pemerintah mengimbau agar pelaku industri televisi Indonesia mampu memberikan tayangan yang berkualitas mengikuti perkembangan era digital. Bahkan dalam rangka mendorong para pelaku industri televisi, perfilman, dan over the top (OTT) untuk menciptakan konten yang berkualitas.
Penerbitan berperan dalam membangun kekuatan intelektual bangsa dan terus berupaya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Baca juga: Terdampak Efisiensi, Penyederhanaan Program Kebudayaan Hadirkan Tantangan Baru
Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Jakarta, pada Rabu (12/2/2025), anggaran Kemenekraf setelah terkena efisiensi tersisa sebanyak Rp189,1 miliar. Awalnya, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp279,6 miliar lalu mengalami pemotongan Rp90,5 miliar atau sebesar 32,3 persen.
Baca juga laporan terkait:
- Hypereport: Strategi Kemenekraf Atasi Dampak Efisiensi Anggaran di Sektor Fesyen
- Hypereport: Kekhawatiran Dunia Pendidikan di Tengah Efisiensi Anggaran
"Ekraf terdapat 17 subsektor, namun Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) membuat lima program prioritas utama untuk ekonomi kreatif menjadi penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif; penguatan ekosistem film, animasi, video dan musik; penguatan ekosistem fesyen dan kriya; penguatan ekosistem aplikasi dan gim; serta penguatan ekosistem kuliner," kata Teuku Riefky, dikutip dari keterangan resminya.
Selain film, animasi, video dan musik, fesyen dan kriya, aplikasi dan gim, serta kuliner, ekonomi kreatif Indonesia memiliki subsektor lainnya yang juga berperan penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara. Berikut beberapa di antaranya.
1. Arsitektur
Arsitektur merupakan subsektor ekonomi kreatif yang memiliki peranan yang penting dalam menampilkan karakter budaya bangsa, serta berperan dalam pembangunan sebuah kota.Dalam hal budaya, keanekaragaman arsitektur lokal dan daerah menunjukkan karakter Bangsa Indonesia dengan budayanya yang kaya. Sedangkan dalam hal pembangunan, arsitektur juga berperan dalam merancang dasar pembangunan sebuah kota.
2. Desain interior
Seorang desainer interior memiliki peran penting dan krusial dalam menghidupkan sebuah bangunan, agar terlihat lebih fungsional, estetik, serta tampak mewah dan menawan. Misalnya dengan menambahkan furnitur, mengganti wallpaper, meletakkan ornamen pendukung, hingga mengubah tata letak untuk memperindah suatu ruangan.Sangat disayangkan, selain kurang dikenali perannya dalam membangun sebuah bangunan, tidak jarang desainer interior dianggap sebagai profesi yang kurang menjanjikan. Kenyataannya, pekerjaan sebagai desain interior merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang menjanjikan dan potensial.
Salah satu alasannya, yakni banyaknya kebutuhan akan penggunaan jasa desain interior untuk menciptakan estetika pada bangunan. Bahkan, seorang desain interior pun berpeluang dalam mengenalkan pariwisata dan budaya Indonesia secara lebih luas. Hal ini bisa dimulai dari peran mereka menciptakan estetika interior dengan karakter autentik Indonesia, sehingga dapat menunjukkan identitas bangsa.
3. Desain produk
Desain produk adalah rangkaian usaha untuk mempelajari dan merencanakan benda pakai yang fungsional, ergonomis, tetapi tetap estetis, sehingga bernilai dan bermanfaat bagi konsumen.Sebagian besar konsumen memiliki kecenderungan untuk mengapresiasi produk yang berkualitas dari sisi value maupun kemasan. Salah satu usaha untuk menarik perhatian konsumen adalah menciptakan desain produk yang unik dan menarik.
Pemerintah menyelenggarakan acara-acara seperti Inacraft, CASA, KriyaNusa, dan ICAD sebagai fasilitas promosi dalam negeri bagi pelaku ekonomi kreatif di subsektor desain produk.
4. Seni rupa
Indonesia memiliki potensi seni rupa terbesar di Asia Tenggara baik secara kualitas, kuantitas, pelaku kreatif, produktivitas, serta potensi pasar. Seni rupa juga dapat mendorong subsektor lain seperti arsitektur, desain interior, dan kriya.Subsektor ini mencakup perdagangan barang seni bernilai tinggi dan langka seperti Seni lukis, Seni grafis, Seni patung, Seni instalasi, Seni keramik, Seni film, Seni koreografi, Seni arsitektur, Seni kriya/kerajinan, Seni diorama.
5. Fotografi
Subsektor fotografi adalah salah satu bidang ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar. Perkembangan bidang ini didukung oleh meningkatnya minat anak muda terhadap fotografi, seiring perkembangan media sosial dan peralatan yang makin canggih.Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI membuka peluang untuk membangun kemitraan dengan Asosiasi Kreator Foto Video Indonesia (AKFID) dalam bidang regulasi sertifikasi profesi fotografer, videografer, dan kreator konten, yang merupakan bagian dari inkubasi kreatif di Subsektor Fotografi.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, membangun kemitraan dengan Asosiasi Fotografi sangat penting sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang fotografi, videografi, dan konten kreator, serta memberikan dampak positif pada kemajuan dan pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.
Baca juga: Efisiensi Anggaran Kemendikdasmen, Delegasi Lomba Internasional Tetap Didukung
6. Desain komunikasi visual
Desain komunikasi visual (DKV) dianggap dapat mendongkrak percepatan perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global.Semua bisnis dan subsektor membutuhkan DKV untuk kelangsungan usahanya. Produk graphic design ini tidak hanya berbentuk logo, namun juga desain produk, dan visual promosi media sosial. Melalui desain komunikasi visual, pemilik merek atau program dapat menyampaikan pesan dengan cara kreatif, sehingga mudah dan mampu diterima publik.
Upaya pemerintah untuk memajukan sektor desain komunikasi visual direpresentasikan dengan membuat berbagai program publikasi karya bagi para pendesain hingga mengusahakan agar para pendesain lokal menjadi prioritas menggarap proyek di perusahaan domestik.
7. Televisi dan radio
Industri TV dan radio merupakan subsektor ekonomi kreatif yang mempunyai andil sangat besar terhadap penyebaran informasi. Di tengah pertumbuhan media berbasis internet, TV dan radio masih bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat.Era digital bukanlah akhir dari industri TV dan radio di Indonesia. Radio tetap menjadi pilihan banyak orang karena sifatnya yang auditori, bisa didengarkan sambil melakukan berbagai aktivitas. Sementara TV, selama kontennya masih digemari masyarakat, maka kemunduran media ini masih bisa dihindarkan.
Pemerintah mengimbau agar pelaku industri televisi Indonesia mampu memberikan tayangan yang berkualitas mengikuti perkembangan era digital. Bahkan dalam rangka mendorong para pelaku industri televisi, perfilman, dan over the top (OTT) untuk menciptakan konten yang berkualitas.
8. Periklanan
Subsektor periklanan adalah bagian dari industri kreatif yang mencakup riset pasar, pembuatan, produksi, dan penyebaran iklan. Iklan dapat disebarkan melalui berbagai media, seperti cetak, elektronik, dan online. Mengutip laman resmi Kemenparekraf, setiap tahunnya subsektor periklanan mengalami pertumbuhan mencapai 5-7 persen. Belum lagi proporsi serapan jumlah tenaga kerja pada subsektor ini.9. Penerbitan
Subsektor penerbitan adalah industri yang berkaitan dengan penulisan konten dan penerbitan berbagai media cetak dan digital. Industri ini mencakup penerbitan uang kertas, perangko, paspor, tiket, buku, jurnal, koran, majalah, tabloid.Penerbitan berperan dalam membangun kekuatan intelektual bangsa dan terus berupaya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
10. Seni pertunjukan
Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman seni dan tradisi pertunjukan, seperti wayang, teater, tari, dan lain sebagainya yang telah diakui dan mendapatkan apresiasi dunia internasional. Beberapa seni pertunjukan tradisional Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia, di antaranya Tari Saman dan Pencak Silat.Baca juga: Terdampak Efisiensi, Penyederhanaan Program Kebudayaan Hadirkan Tantangan Baru
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.