Produk kerajinan tangan (Sumber gambar/ilustrasi: Pexels/ Liudmyla Shalimova)

Ini Cara Kementerian Ekonomi Kreatif Tumbuhkan Ekraf di Desa & Daerah Tertinggal

19 February 2025   |   18:01 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Dalam rangka menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional, Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menandatangani nota kesepahaman. Dengan ini, ekonomi kreatif dapat tumbuh di desa-desa dan berbagai daerah tertinggal. 

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan bahwa desa memiliki peran penting dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat dan tugas membuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional merupakan pekerjaan besar bersama.

Baca juga: Atasi Minim Ruang Pertunjukan Musik Klasik, Kemenekraf Dorong Investasi Swasta

“Apalagi dalam program Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, disebutkan bahwa pembangunan akan dimulai dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip Hypeabis.id pada Rabu (19/2/2025).

Dia menuturkan, kementerian akan melibatkan banyak pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di desa-desa, seperti pelaku bisnis, komunitas, lembaga keuangan, dan sebagainya.

Keterlibatan semua pihak perlu menjadi perhatian mengingat pengembangan ekonomi kreatif memerlukan pembinaan, pengembangan, dan pendampingan yang merata sampai ke desa dan daerah tertinggal – tidak hanya di pusat-pusat kota.

“Kerja sama ini sangat membantu Kemenekraf dalam berkolaborasi dengan kementerian terkait," tegasnya.

Riefky menambahkan, ruang lingkup kerja sama yang akan terjalin meliputi 4 poin. Pertama adalah pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi. Kedua, penguatan kelembagaan dan tata kelola Badan Usaha Milik Desa di sektor ekonomi kreatif.

Poin ketiga adalah pengembangan ekonomi kreatif di desa dan daerah tertinggal. Adapun, terakhir peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif.

Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan penguatan program Festival Bangun Desa, Bangun Indonesia. Program ini memiliki sejumlah tujuan.

Pertama adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi desa, pemaksimalan dana desa guna ketahanan pangan, menciptakan desa bebas sampah, serta membangun desa terdepan untuk Indonesia.

"Kami berkomitmen menjalin kolaborasi yang kuat dengan kementerian terkait untuk mengatasi berbagai persoalan di desa. Melalui sinergi ini, kami optimistis dapat mempercepat program prioritas seperti ketahanan pangan, makanan bergizi gratis, dan optimalisasi dana desa," ujarnya.

Selain itu, Kementerian Ekonomi Kreatif juga menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah pihak dalam rangka memperkuat pengembangan ekonomi kreatif, yakni LPP TVRI, PT KAI, BNI, PARFI 56, dan Hotel Borobudur.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berharap kolaborasi yang semakin kuat dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif. Dalam MoU tersebut, salah satu contohnya, Kemenekraf bersinergi bersama PARFI 56 untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sub sektor film dan pemasaran produk ekonomi kreatif yang inovatif.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Sinopsis Film Animasi Ne Zha 2 yang Catatkan Rekor di Dunia Perfilman

BERIKUTNYA

Tagar Kabur Aja Dulu Bisa Ciptakan Fenomena Eksodus, Apa Itu?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga