Dua Lakon Perempuan Punya Cerita Siap Dipentaskan EKI Dance Company di TIM
04 September 2025 |
08:52 WIB
EKI Dance Company kembali menghadirkan musikal terbaru bertajuk Perempuan Punya Cerita. Pertunjukan ini dijadwalkan akan digelar pada 4–7 September 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Karya ini ditulis sekaligus disutradarai oleh seniman muda Ara Ajisiwi.
Musikal ini mengangkat dua kisah berbeda, namun memiliki benang merah yang sama. Keduanya bercerita tentang perempuan yang berjuang untuk bersuara di tengah tekanan dan keterbatasan. Lakon pertama, Cerita Anya, dikembangkan dari naskah Bangku Kosong.
Baca juga: EKI Dance Company Buka Festival Musikal Indonesia 2024 dengan Lakon Perempuan Punya Cerita
Lakon kedua, Cerita Jami, diadaptasi dari film Perempuan Punya Cerita (2007) karya Nia Dinata. Kedua lakon ini sempat tampil dalam versi pendek pada Festival Musikal Indonesia 2023 dan 2024. Kini, versi penuh hadir dengan alur yang lebih lengkap, dan durasi yang lebih panjang.
Produser Alim Sudio menjelaskan bahwa kembalinya pertunjukan ini bertujuan menyuarakan kisah yang bermakna dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satu isu yang diangkat adalah perundungan, yang masih menjadi tantangan nyata, terutama bagi generasi muda.
Berbeda dari versi sebelumnya, pementasan kali ini hadir dengan durasi lebih panjang dan set panggung yang lebih menarik. Ditambah adegan baru, nyanyian segar, serta musik live, pertunjukan ini diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi kesempatan bagi penonton untuk bercermin.
“Lewat pementasan ini mungkin mereka akan melihat bayangan diri sendiri, teman, ibu, atau anak perempuannya. Dari sana, timbul ruang refleksi bersama,” paparnya.
Selaras, Ara Ajisiwi, selaku sutradara dan penulis naskah, menekankan pentingnya membuka percakapan tentang kerentanan perempuan. Menurutnya, masalah seperti pelecehan dan diskriminasi masih sering terjadi. “Kisah ini ingin menghadirkan cerita yang relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.
Ara juga menekankan pentingnya kemandirian dalam menghadapi situasi sulit. Dia menambahkan, kebahagiaan tidak bisa sepenuhnya tergantung pada orang lain. “Kalau kita terus menunggu orang lain memberi kebahagiaan, kita tidak akan pernah benar-benar bahagia,” tuturnya.
Pertunjukan berdurasi sekitar dua jam ini menyoroti perjalanan dua tokoh utama. Anya, diperankan Nala Amrytha, adalah siswi remaja yang menghadapi perundungan dan kerasnya persaingan di sekolah. Sementara Jami, diperankan Ara Ajisiwi, adalah biduan sekaligus ibu tunggal yang berjuang di tengah tekanan ekonomi.
Salah satu keunikan musikal ini adalah pergantian peran para pemain. Nala berganti dari Anya menjadi Bu Cici, sedangkan Ara yang sebelumnya Farah beralih menjadi Jamilah. Pergantian ini menambah dinamika dan warna baru pada pertunjukan.
Selain keduanya, beberapa aktor muda berbakat turut meramaikan panggung. Gerry Gerardo, Gabriel Harvianto, dan Uli Herdi hadir dengan pengalaman musikal yang matang. Ada pula Tan Hadian, pendatang baru yang siap memberi nuansa segar.
Dari sisi artistik, pertunjukan ini lebih megah dibanding versi sebelumnya. Set panggung lebih luas, adegan baru ditambahkan, dan musik live memperkuat emosi cerita. Koreografi khas EKI yang atraktif juga menambah kedalaman pengalaman menonton.
Tiket Perempuan Punya Cerita kini sudah tersedia melalui bookmyshow.com. Harga mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000. Bagi Genhype pecinta musikal, pertunjukan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk menikmati hiburan sekaligus refleksi sosial.
Baca juga: Cerita Seniman Ara Ajisiwi Garap Musikal Perempuan Punya Cerita
Musikal ini mengangkat dua kisah berbeda, namun memiliki benang merah yang sama. Keduanya bercerita tentang perempuan yang berjuang untuk bersuara di tengah tekanan dan keterbatasan. Lakon pertama, Cerita Anya, dikembangkan dari naskah Bangku Kosong.
Baca juga: EKI Dance Company Buka Festival Musikal Indonesia 2024 dengan Lakon Perempuan Punya Cerita
Lakon kedua, Cerita Jami, diadaptasi dari film Perempuan Punya Cerita (2007) karya Nia Dinata. Kedua lakon ini sempat tampil dalam versi pendek pada Festival Musikal Indonesia 2023 dan 2024. Kini, versi penuh hadir dengan alur yang lebih lengkap, dan durasi yang lebih panjang.
Produser Alim Sudio menjelaskan bahwa kembalinya pertunjukan ini bertujuan menyuarakan kisah yang bermakna dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satu isu yang diangkat adalah perundungan, yang masih menjadi tantangan nyata, terutama bagi generasi muda.
Berbeda dari versi sebelumnya, pementasan kali ini hadir dengan durasi lebih panjang dan set panggung yang lebih menarik. Ditambah adegan baru, nyanyian segar, serta musik live, pertunjukan ini diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi kesempatan bagi penonton untuk bercermin.
“Lewat pementasan ini mungkin mereka akan melihat bayangan diri sendiri, teman, ibu, atau anak perempuannya. Dari sana, timbul ruang refleksi bersama,” paparnya.

Sejumlah pemain EKI Dance Company melakukan preview Musikal Perempuan Punya Cerita pada Rabu, (3/9/205). Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada 4–7 September 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. (sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)
Selaras, Ara Ajisiwi, selaku sutradara dan penulis naskah, menekankan pentingnya membuka percakapan tentang kerentanan perempuan. Menurutnya, masalah seperti pelecehan dan diskriminasi masih sering terjadi. “Kisah ini ingin menghadirkan cerita yang relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.
Ara juga menekankan pentingnya kemandirian dalam menghadapi situasi sulit. Dia menambahkan, kebahagiaan tidak bisa sepenuhnya tergantung pada orang lain. “Kalau kita terus menunggu orang lain memberi kebahagiaan, kita tidak akan pernah benar-benar bahagia,” tuturnya.
Pertunjukan berdurasi sekitar dua jam ini menyoroti perjalanan dua tokoh utama. Anya, diperankan Nala Amrytha, adalah siswi remaja yang menghadapi perundungan dan kerasnya persaingan di sekolah. Sementara Jami, diperankan Ara Ajisiwi, adalah biduan sekaligus ibu tunggal yang berjuang di tengah tekanan ekonomi.
Salah satu keunikan musikal ini adalah pergantian peran para pemain. Nala berganti dari Anya menjadi Bu Cici, sedangkan Ara yang sebelumnya Farah beralih menjadi Jamilah. Pergantian ini menambah dinamika dan warna baru pada pertunjukan.
Selain keduanya, beberapa aktor muda berbakat turut meramaikan panggung. Gerry Gerardo, Gabriel Harvianto, dan Uli Herdi hadir dengan pengalaman musikal yang matang. Ada pula Tan Hadian, pendatang baru yang siap memberi nuansa segar.
Dari sisi artistik, pertunjukan ini lebih megah dibanding versi sebelumnya. Set panggung lebih luas, adegan baru ditambahkan, dan musik live memperkuat emosi cerita. Koreografi khas EKI yang atraktif juga menambah kedalaman pengalaman menonton.
Tiket Perempuan Punya Cerita kini sudah tersedia melalui bookmyshow.com. Harga mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000. Bagi Genhype pecinta musikal, pertunjukan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk menikmati hiburan sekaligus refleksi sosial.
Baca juga: Cerita Seniman Ara Ajisiwi Garap Musikal Perempuan Punya Cerita
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.