Liberty Society bersama LindungiHutan hadirkan program Green Experience Partner (sumber : DBS Foundation)

Dari Sampah Jadi Solusi, Liberty Society Hadirkan Program Green Experience Partner

03 September 2025   |   21:30 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah maraknya festival musik, konferensi, hingga pameran bisnis di Indonesia, ada satu hal yang sering terabaikan, yakni jejak sampah. Antusiasme ribuan pengunjung memang menghadirkan energi positif, tapi di balik keramaian itu juga lahir konsekuensi besar bagi lingkungan.

Bayangkan, sebuah acara dengan 5.000 pengunjung dapat menghasilkan sekitar 4 m³ sampah, setara tinggi gedung empat lantai. Sayangnya, sebagian besar hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa pengelolaan berkelanjutan.

Baca juga: Seribu Satu Cara Pemerintah Ajak Masyarakat Kurangi Emisi Karbon, Mengapa Begitu Sulit?
 
Menjawab tantangan tersebut, Liberty Society berkolaborasi dengan LindungiHutan menghadirkan program Green Experience Partner. Inisiatif ini dirancang untuk membantu perusahaan menciptakan acara yang bukan hanya meriah, tetapi juga ramah lingkungan dan berdampak positif bagi masyarakat.
 
Sejak berdiri enam tahun lalu, Liberty Society dikenal sebagai social enterprise yang mengubah limbah korporat seperti plastik, tekstil, kardus, hingga banner menjadi merchandise melalui skema B2B. Uniknya, 10 persen dari hasil penjualan disalurkan untuk memberdayakan perempuan dan kelompok marginal.
 
Kini, lewat Green Experience Partner, langkah itu diperluas. “Kami melihat banyak sekali sampah yang dihasilkan dari event di Indonesia. Sayangnya, sebagian besar berakhir di TPA tanpa ada proses pengelolaan berkelanjutan,” ujar Tamara Gondo, Founder Liberty Society.
 
Green Experience Partner menawarkan ragam aktivitas mulai dari sustainability outing, workshop, hingga masterclass yang dirancang personal sesuai kebutuhan perusahaan. Bahkan, setiap event akan dikelola secara bertanggung jawab oleh mitra seperti Rekosistem, penyedia layanan pengelolaan limbah berkelanjutan.
 
Tidak hanya itu, perusahaan yang terlibat juga akan ikut mendukung penanaman pohon bersama LindungiHutan sebagai kontribusi nyata menuju target net zero carbon.
 
Pada peluncuran program yang berlangsung 29 Agustus lalu, Liberty Society menggandeng Roemah Koffie, brand kopi lokal, untuk mengadakan workshop daur ulang limbah kopi menjadi produk bernilai guna.
 
Melalui program ini, Liberty Society menargetkan mampu mendaur ulang 50 ton sampah pada 2025. Salah satu cara yang ditawarkan adalah workshop daur ulang yang memungkinkan peserta, baik karyawan maupun publik belajar langsung mengubah limbah menjadi barang bermanfaat.
 
Program ini juga mendapat dukungan DBS Foundation Business for Impact Grant Programme 2023, yang selama ini membantu banyak social enterprise di Asia lewat pendanaan dan pelatihan.
 
“Kami bangga akan kiprah Liberty Society yang mampu memberi dampak bagi lingkungan sekaligus memberdayakan perempuan dan komunitas rentan. Ini sejalan dengan aspirasi kami menjadi Best Bank for a Better World,” ungkap Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia.
 
Dengan dukungan dana hibah tersebut, Liberty Society telah melatih 200 perempuan prasejahtera, mendaur ulang 20 ton sampah, hingga mendirikan fasilitas daur ulang baru untuk memperluas jangkauan.
 
“Kami sangat senang karena dana hibah dari DBS Foundation membantu kami memperluas kontribusi positif. Ke depan, kami berharap semakin banyak perusahaan berani mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam setiap kegiatan mereka,” tutup Tamara.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Plaza Indonesia Tunda PIFW 2025, Utamakan Penyelenggaraan yang Lebih Aman

BERIKUTNYA

Keamanan Jadi Prioritas, Desainer dan Rumah Mode Tunda Peluncuran Koleksi Terbaru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga