Ilustrasi peralatan melukis (Sumber gambar: Pexels/Jadson Thomas)

Makna Mendalam Lukisan Bunga yang Dijarah dari Rumah Menkeu Sri Mulyani

03 September 2025   |   14:37 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Rumah Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, beberapa waktu lalu mengalami penjarahan. Banyak barang berharga di kediamannya dibawa pergi, termasuk sebuah lukisan bunga. Karya seni lukis cat minyak di atas kanvas itu menyimpan kenangan personal dan tak ternilai harganya bagi sang menteri.

Melalui akun Instagramnya, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa lukisan bunga tersebut dibuat 17 tahun lalu, sebagai hasil perenungan dan kontemplasi diri. Dengan demikian, lukisan itu bukan sekadar karya seni, melainkan bagian dari hidupnya yang sangat personal.

“Seperti rumah tempat anak-anak saya tumbuh dan bermain, sangat pribadi dan menyimpan kenangan tak ternilai harganya,” tulisnya. 

Baca juga: Daftar Rumah Pejabat yang Dijarah Massa Saat Demo Agustus 2025, Uya Kuya sampai Sri Mulyani 
 

Dia menambahkan, hilangnya lukisan bunga itu ibarat hilangnya rasa aman, kepastian hukum, serta perikemanusiaan yang adil dan beradab di Indonesia. Lukisan tersebut dibawa seorang pria berjaket merah dan helm hitam. Dengan tenang dan penuh percaya diri, pria itu memanggul karya seni itu keluar dari rumah sang menteri.

“Bagi penjarah, rumah dan barang-barang tersebut hanyalah target operasi semata. Para penjarah seolah berpesta; bahkan saat diwawancara oleh media dengan pertanyaan, ‘Dapat barang apa, mas?’ dijawab ringan, dengan nada sedikit bangga tanpa rasa bersalah: ‘Lukisan’,” tulis Sri Mulyani.

Meski kehilangan lukisan berharga, Sri Mulyani menekankan bahwa ada korban yang jauh lebih penting daripada barang-barangnya: korban jiwa manusia. Mereka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga masing-masing. Korban jiwa itu antara lain Affan Kurniawan, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, Syaiful Akbar, Rheza Sendy Pratama, Rusdamdiansyah, dan Sumari.

Dia menegaskan, dalam kerusuhan tidak pernah ada pemenang, yang ada hanyalah hilangnya akal sehat, rusaknya harapan, dan runtuhnya fondasi berbangsa dan bernegara. 

Sri Mulyani mengimbau semua pihak untuk tidak membiarkan kekuatan yang merusak menguasai keadaan. Indonesia harus dijaga dan terus diperbaiki bersama, tanpa lelah, tanpa amarah berlebihan, tanpa keluh kesah, dan tanpa putus asa.

Sebagai catatan, Sri Mulyani merupakan salah satu korban penjarahan rumah beberapa waktu lalu. Beberapa barang di dalam rumahnya raib atau diambil oleh para penjarah, termasuk lukisan bunga yang sangat berharga secara emosional dan pribadi. 

Baca juga: Ini Kata Sejarawan tentang Dampak Hilangnya Koleksi Museum yang Dijarah Perusuh 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Toko Ritel Furnitur Atria Hadir di Balikpapan dengan Ragam Promo Menarik

BERIKUTNYA

Festival Film Indonesia 2025 Masuk Tahap Penjurian Awal, Ada 794 Karya yang Bersaing

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga