Malam anugerah Piala Citra atau Festival Film Indonesia (Sumber gambar: FFI)

Festival Film Indonesia 2025 Masuk Tahap Penjurian Awal, Ada 794 Karya yang Bersaing

03 September 2025   |   15:21 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Pendaftaran karya untuk berkompetisi di Festival Film Indonesia (FFI) 2025 resmi ditutup pada 31 Agustus 2025. Ajang penghargaan bergengsi perfilman Indonesia ini kini memasuki tahap berikutnya, yaitu proses seleksi dan penjurian awal.

Menurut data resmi dari komite FFI, jumlah karya yang masuk tahun ini mencapai 794 judul, meningkat dari tahun lalu yang menerima sebanyak 683 karya. Karya-karya tersebut terbagi ke dalam sejumlah kategori, mulai dari film cerita panjang, cerita pendek, animasi, dokumenter, hingga kritik film. 

Rinciannya meliputi 130 film cerita panjang, 272 film cerita pendek, 72 film animasi pendek, 4 film animasi panjang, 13 dokumenter panjang, 102 dokumenter pendek, dan 201 karya kritik film. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi dari insan perfilman Indonesia untuk berpartisipasi. 

Baca juga: FFI 2025 Usung Program Baru, Dekatkan Diri ke Festival Film Daerah 

FFI 2025 sendiri resmi diluncurkan pada 1 Juli 2025 di Rumah Kaca Melati, Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Sejak peresmian itu, pendaftaran karya dibuka hingga akhirnya ditutup pada akhir Agustus.

Tahun ini, FFI mengusung tema besar Puspawarna Sinema Indonesia. Tema ini dipilih untuk menggambarkan kekayaan keberagaman sebagai kekuatan utama film nasional.

Selain itu, gelaran FFI 2025 kali ini juga terbilang cukup istimewa. Sebab, FFI edisi keli ini bertepatan dengan 70 tahun penyelenggaraannya sejak pertama kali diadakan pada 1955.
 

Dalam konferensi pers awal, Ketua Umum Komite FFI 2025–2026, Ario Bayu, menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan perfilman Indonesia. Dia menilai dalam setahun terakhir terjadi peningkatan signifikan, baik dari sisi kualitas cerita maupun teknis, serta hadirnya variasi genre baru.

Dia menyoroti kehadiran animasi sebagai salah satu capaian penting yang membuka peluang besar bagi industri. Menurutnya, keberhasilan genre ini menjadi penanda lahirnya babak baru yang menjanjikan untuk perfilman Indonesia.

"Saya berharap FFI tahun ini menjadi momen selebrasi sekaligus refleksi bahwa kita sedang berada di jalur yang tepat menuju industri film yang makin kuat, inklusif, dan berdaya saing di kancah global,” jelas Ario Bayu.

Sementara itu, gelaran pra-acara menuju FFI tahun ini akan menawarkan format berbeda. Ketua Bidang Program FFI, Prilly Latuconsina, mengatakan jika sebelumnya Road to FFI menyasar lingkungan kampus, kini FFI memilih berkolaborasi dengan festival-festival lokal di berbagai daerah.

Nantinya akan ada program inspiratif di setiap roadshow, salah satunya berupa dialog bersama tokoh-tokoh yang pernah mencatatkan prestasi di FFI.

Setelah seluruh karya masuk, tahap seleksi dan penjurian akan dilaksanakan mulai 1 September hingga 31 Oktober 2025. Hasil nominasi rencananya diumumkan pada Oktober, sementara Malam Anugerah Piala Citra akan berlangsung pada November 2025. 

Baca juga: Ario Bayu Tegaskan FFI 2025 Didukung Penuh oleh Ekosistem Film, Termasuk BPI 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Makna Mendalam Lukisan Bunga yang Dijarah dari Rumah Menkeu Sri Mulyani

BERIKUTNYA

Netflix Umumkan Jadwal Rilis Wake Up Dead Man, Film Ketiga Knives Out Mystery

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga