Debut Gemilang, A Matter of Time Jadi Album Pertama Laufey Masuk 10 Besar Billboard 200
03 September 2025 |
14:38 WIB
Album A Matter of Time yang dirilis Laufey pada 22 Agustus 2025 berhasil mencapai puncak berbagai Billboard chart. Album ini merupakan album studio ketiga karya Laufey yang juga masuk ke dalam 200 Billboard chart untuk semua genre dan berada di posisi nomor 2 untuk hitungan Indie Store Album Sales.
Sebelumnya, Laufey sukses masuk ke Billboard 200 dengan album studio keduanya, yaitu Bewitched, yang berada di peringkat ke-18. Album ini juga berhasil membuatnya membawa pulang piala Grammy. A Matter of Time menjadi album pertama Laufey yang masuk ke dalam 10 besar Billboard dengan menduduki posisi nomor 4.
Album garapan Laufey ini mencapai debut nomor 1 dalam beberapa kategori, yakni Independent Album, Jazz Album, Traditional Jazz Album serta Vinyl Album.
Baca juga: Cerita di Balik Album Baru Laufey A Matter of Time
Pencapaian ini mencatat prestasi kedua Laufey dalam menguasai posisi pertama di kategori Independent Album. Sebelumnya, Laufey juga pernah meraih nomor 1 di kategori Jazz dan Traditional Jazz sehingga A Matter of Time menjadi kali ketiga ia meraih posisi ini. Selain itu, ini merupakan pertama kalinya album Laufey memimpin di dalam kategori Vinyl Album.
Laufey lahir dan besar di keluarga musisi. Ibunya berprofesi sebagai pemain biola profesional, lalu kakek dan nenek dari pihak ibu adalah profesor musik di China. Latar belakang ini membentuk identitas musikal Laufey yang khas dengan perpaduan jazz klasik, bossa nova, dan pop kontemporer.
Album yang baru rilis selama lebih dari satu minggu ini terdiri dari 14 lagu. Sebelum A Matter of Time rilis, lagu hit Silver Lining yang juga menjadi salah satu trek dalam album tersebut meraih posisi 32 di tangga lagu Adult Alternative Airplay pada bulan Juni lalu.
Selain Silver Lining, warna musikal khas Laufey juga diekspresikan melalui lagu-lagu lain. Laufey menelanjangi rasa insecure-nya melalui lagu Snow White dan menarik ingatan mengenai rasa kehilangan diri sendiri karena cinta dalam lagu A Cautionary Tale. Sementara itu, Clean Air memberikan irama melodi yang tajam ala waltz, bluesy, dan early country yang romantis.
Dilansir dari Times, hal mengejutkan akan didapatkan penggemar melalui trek terakhir album ini, yakni Sabotage. Lagu ini menampilkan musikal sebagai simbol konflik internal dan eksternal yang dialami seseorang sehingga menimbukkan suara-suara bising di dalam kepala.
Album yang dilantunkan oleh perempuan 26 tahun ini menjadi album jazz dengan debut tertinggi sejak Desember 2018 lalu. Sebelumnya, Love karya Michele Bublé debut dan meraih posisi kedua dalam Billboard 200. Album jazz ini tentu telah memenuhi syarat untuk memasuki tangga lagu Billboard berdasarkan prestasi di dalam Top Jazz Album Chart.
Album jazz A Matter of Time dimulai dari perolehan 99.000 unit album, yang menjadi minggu terbesar bagi Laufey sepanjang sejarah, menurut Luminate. Penjualan album mencapai 71.000 yang mengantarkannya menjadi nomor 2 di Top Album Sales. Penjualan minggu pertama set ini didukung oleh ketersediaannya dalam 8 varian vinyl serta 3 varian CD dan kaset.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Sebelumnya, Laufey sukses masuk ke Billboard 200 dengan album studio keduanya, yaitu Bewitched, yang berada di peringkat ke-18. Album ini juga berhasil membuatnya membawa pulang piala Grammy. A Matter of Time menjadi album pertama Laufey yang masuk ke dalam 10 besar Billboard dengan menduduki posisi nomor 4.
Album garapan Laufey ini mencapai debut nomor 1 dalam beberapa kategori, yakni Independent Album, Jazz Album, Traditional Jazz Album serta Vinyl Album.
Baca juga: Cerita di Balik Album Baru Laufey A Matter of Time
Pencapaian ini mencatat prestasi kedua Laufey dalam menguasai posisi pertama di kategori Independent Album. Sebelumnya, Laufey juga pernah meraih nomor 1 di kategori Jazz dan Traditional Jazz sehingga A Matter of Time menjadi kali ketiga ia meraih posisi ini. Selain itu, ini merupakan pertama kalinya album Laufey memimpin di dalam kategori Vinyl Album.
Laufey lahir dan besar di keluarga musisi. Ibunya berprofesi sebagai pemain biola profesional, lalu kakek dan nenek dari pihak ibu adalah profesor musik di China. Latar belakang ini membentuk identitas musikal Laufey yang khas dengan perpaduan jazz klasik, bossa nova, dan pop kontemporer.
Album yang baru rilis selama lebih dari satu minggu ini terdiri dari 14 lagu. Sebelum A Matter of Time rilis, lagu hit Silver Lining yang juga menjadi salah satu trek dalam album tersebut meraih posisi 32 di tangga lagu Adult Alternative Airplay pada bulan Juni lalu.
Selain Silver Lining, warna musikal khas Laufey juga diekspresikan melalui lagu-lagu lain. Laufey menelanjangi rasa insecure-nya melalui lagu Snow White dan menarik ingatan mengenai rasa kehilangan diri sendiri karena cinta dalam lagu A Cautionary Tale. Sementara itu, Clean Air memberikan irama melodi yang tajam ala waltz, bluesy, dan early country yang romantis.
Dilansir dari Times, hal mengejutkan akan didapatkan penggemar melalui trek terakhir album ini, yakni Sabotage. Lagu ini menampilkan musikal sebagai simbol konflik internal dan eksternal yang dialami seseorang sehingga menimbukkan suara-suara bising di dalam kepala.
Album yang dilantunkan oleh perempuan 26 tahun ini menjadi album jazz dengan debut tertinggi sejak Desember 2018 lalu. Sebelumnya, Love karya Michele Bublé debut dan meraih posisi kedua dalam Billboard 200. Album jazz ini tentu telah memenuhi syarat untuk memasuki tangga lagu Billboard berdasarkan prestasi di dalam Top Jazz Album Chart.
Album jazz A Matter of Time dimulai dari perolehan 99.000 unit album, yang menjadi minggu terbesar bagi Laufey sepanjang sejarah, menurut Luminate. Penjualan album mencapai 71.000 yang mengantarkannya menjadi nomor 2 di Top Album Sales. Penjualan minggu pertama set ini didukung oleh ketersediaannya dalam 8 varian vinyl serta 3 varian CD dan kaset.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.