Ilustrasi orang menggunakan handphone (Sumber gambar: Freepik)

Xiaomi Pamer Terobosan 6G di Ajang Internasional, Bisa Buat Apa Saja?

02 September 2025   |   21:31 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Era standardisasi teknologi 6G telah dimulai. Xiaomi muncul sebagai salah satu pemain yang aktif menunjukkan arah inovasi di bidang jaringan nirkabel masa depan. Langkah ini menandai babak baru kompetisi teknologi global, dengan perusahaan berlomba menciptakan solusi yang akan menentukan wajah konektivitas dunia. 

Pada pertemuan perdana 6G Radio Access Network (RAN) yang diadakan di Bangalore, India, pada 25–29 Agustus 2025, perusahaan asal China itu mempresentasikan serangkaian proposal teknis yang dinilai mampu mengubah cara dunia memanfaatkan konektivitas generasi mendatang.

Forum ini dihadiri berbagai pemain besar industri telekomunikasi global, menjadikannya ajang penting untuk menentukan standar awal dan arah pengembangan teknologi yang akan menjadi tulang punggung komunikasi modern. 

Baca juga: Begini Prediksi Implementasi Teknologi 6G versi MediaTek 

Fokus utama Xiaomi berada pada manajemen sinar (beam management) yang sangat presisi. Teknologi ini memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi dengan latensi sangat rendah, jauh melampaui kemampuan jaringan 5G yang digunakan saat ini.

Keunggulan tersebut akan mendukung pengalaman interaktif masa depan, mulai dari virtual reality, augmented reality, hingga layanan imersif yang membutuhkan kecepatan tinggi dan stabilitas jaringan tanpa kompromi. 

Selain itu, Xiaomi juga memperkenalkan komunikasi jarak dekat (near-field communication) dengan rancangan codebook khusus. Upaya ini dirancang untuk mengoptimalkan jaringan pada jarak yang sangat dekat, terutama di area padat perangkat, seperti pabrik pintar, stadion, hingga pusat kota dengan kepadatan pengguna yang tinggi. Bidang ini kini menjadi perhatian serius dalam riset 6G karena diprediksi akan mengatasi masalah kepadatan lalu lintas data di masa depan.

Di sisi lain, perusahaan menyoroti pentingnya desain akses radio dan model saluran (channel models) untuk pita frekuensi tinggi, khususnya pada rentang 7–24 GHz. Frekuensi tinggi menawarkan kapasitas data yang jauh lebih besar, namun juga membawa tantangan baru, terutama terkait jangkauan dan efisiensi transmisi.

Menurut Xiaomi, pengenalan karakteristik jarak dekat bukan lagi sekadar tambahan, melainkan harus dijadikan tolok ukur dalam penyusunan standar teknis 6G agar teknologi ini dapat digunakan secara optimal di berbagai kondisi lapangan.

Perlombaan menuju 6G melibatkan banyak pemain global. Huawei dan HiSilicon memfokuskan diri pada adaptasi protokol di frekuensi baru, sementara Vivo dan OPPO menyoroti optimalisasi pengalaman pengguna agar layanan tetap mulus di tengah beban data yang lebih berat.

Apple membawa pendekatan pemodelan gelombang bola (spherical wave propagation), yang relevan untuk mengoptimalkan transmisi dalam lingkungan kompleks, dan Qualcomm menekankan kemampuan adaptasi dalam berbagai skenario dunia nyata agar standar yang dikembangkan tetap fleksibel untuk digunakan lintas kebutuhan industri.

Kontribusi teknis seperti ini diyakini akan menjadi fondasi bagi jaringan 6G yang jauh lebih cepat, lebih responsif, dan lebih cerdas dibanding generasi sebelumnya. Integrasi teknologi seperti massive antenna arrays, komunikasi jarak dekat, dan pemanfaatan frekuensi tinggi diperkirakan akan membuka peluang bisnis baru, memacu lahirnya layanan inovatif di sektor hiburan, kesehatan, transportasi, hingga industri berbasis kecerdasan buatan.

Bagi konsumen, kehadiran 6G diharapkan akan membawa pengalaman konektivitas yang benar-benar berbeda dari yang pernah ada sebelumnya. Mulai dari hiburan imersif dalam kualitas ultra-tinggi, sistem transportasi cerdas yang beroperasi secara real time, hingga aplikasi industri dan perkotaan berbasis AI yang memerlukan latensi rendah, semua akan diuntungkan oleh peningkatan besar dalam kapasitas dan kecepatan jaringan.

Dengan langkah seperti ini, Xiaomi menegaskan ambisinya untuk berada di garis depan transformasi digital global. Upaya mereka bukan hanya soal menghadirkan perangkat, tetapi juga tentang membentuk arah teknologi yang akan menjadi tulang punggung komunikasi masa depan, memastikan bahwa dunia siap menghadapi era konektivitas generasi keenam dengan fondasi yang kuat. 

Baca juga: China Luncurkan Jaringan 10G Pertama di Dunia, Kecepatan Download Hampir 10 Gbps 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Riset NASA: 12 Tanaman Hias ini Terbukti Bersihkan Udara dalam Ruangan

BERIKUTNYA

Individual Lashes Vs. Magnetic Lashes, Mana yang Lebih Baik untuk Riasan Mata?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga