Harga Smartphone Berpotensi Naik, Pakar Anjurkan Upgrade Secara Selektif
01 September 2025 |
21:50 WIB
Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan akan mendorong kenaikan harga sejumlah smartphone di Indonesia. Kondisi ini membuat masyarakat yang berencana melakukan upgrade gawai disarankan lebih bersabar, kecuali jika memang sudah mendesak, dengan tetap memperhatikan fitur yang benar-benar dibutuhkan.
Menurut Analis Pasar Smartphone Reasense, Aryo Meidianto Aji, penguatan dolar berpengaruh cukup besar pada harga smartphone di tanah air. Hal ini karena sebagian besar komponen maupun produk akhir masih sangat bergantung pada impor.
Baca juga: Begini Respons Vendor Smartphone Soal Bebas Tarif & TKDN Produk AS ke Indonesia
“Pelemahan rupiah akan membuat harga produk menjadi lebih mahal. Jadi, kenaikan dolar Amerika Serikat ini akan cenderung membuat harga gawai bisa naik di pasar,” katanya kepada Hypeabis.id pada Senin, (1/9/2025).
Dengan kondisi ini, dia pun menilai bahwa upgrade gawai pintar bukan waktu yang paling ideal pada saat ini, kecuali memang sangat diperlukan. Dia menyarankan masyarakat lebih baik menunggu sampai pasar stabil atau ada promo yang menguntungkan, yang biasanya diberikan menjelang akhir tahun.
“Kita masih menunggu bagaimana ke depannya terhadap fluktuasi nilai tukar dan kondisin ekonomi, bisa saja dalam beberapa pekan harga cenderung tinggi, tapi saya perkirakan kenaikan harga akan ada di perangkat baru yang akan di luncurkan di beberapa bulan ke depan,” ujarnya.
Aryo berpendapat bahwa masyarakat dengan anggaran terbatas sebaiknya lebih selektif dalam memilih gawai pintar. Prioritas bisa diberikan pada perangkat yang menawarkan fitur sesuai kebutuhan sehari-hari dan benar-benar memberikan nilai tambah bagi penggunanya, alih-alih sekadar mengikuti tren terbaru.
Sebagai contoh, memilih smartphone dengan kualitas kamera yang mumpuni untuk menunjang aktivitas fotografi sederhana, daya tahan baterai yang panjang agar tidak perlu sering mengisi ulang, serta performa prosesor yang cukup andal untuk menjalankan aplikasi sehari-hari seperti media sosial, perpesanan, hingga keperluan produktivitas. Dengan begitu, meskipun budget terbatas, pengguna tetap bisa mendapatkan pengalaman optimal sesuai kebutuhannya.
Membeli gawai bekas atau refurbished bisa menjadi pilihan bijak selama diperoleh dari penjual terpercaya. Meski begitu, tetap waspada terhadap penipuan, misalnya perangkat refurbished yang dijual seolah baru atau tidak jelas tanggung jawabnya di situs e-commerce.
Selain lebih hemat, pastikan gawai yang dibeli masih layak pakai dengan kondisi dan garansi yang jelas. Opsi lain yang masuk akal adalah memilih smartphone flagship keluaran lama, karena umumnya teknologi di kelas flagship menawarkan kualitas dan daya tahan yang lebih baik.
“Produk flagship lawas memang memiliki dukungan untuk pembaharuan sistem operasi yang cukup lama, selalu periksa kebijakan dari masing-masing jenama, fokuskan juga pada peningkatan patch keamanan yang sangat penting,” katanya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menurut Analis Pasar Smartphone Reasense, Aryo Meidianto Aji, penguatan dolar berpengaruh cukup besar pada harga smartphone di tanah air. Hal ini karena sebagian besar komponen maupun produk akhir masih sangat bergantung pada impor.
Baca juga: Begini Respons Vendor Smartphone Soal Bebas Tarif & TKDN Produk AS ke Indonesia
“Pelemahan rupiah akan membuat harga produk menjadi lebih mahal. Jadi, kenaikan dolar Amerika Serikat ini akan cenderung membuat harga gawai bisa naik di pasar,” katanya kepada Hypeabis.id pada Senin, (1/9/2025).
Dengan kondisi ini, dia pun menilai bahwa upgrade gawai pintar bukan waktu yang paling ideal pada saat ini, kecuali memang sangat diperlukan. Dia menyarankan masyarakat lebih baik menunggu sampai pasar stabil atau ada promo yang menguntungkan, yang biasanya diberikan menjelang akhir tahun.
“Kita masih menunggu bagaimana ke depannya terhadap fluktuasi nilai tukar dan kondisin ekonomi, bisa saja dalam beberapa pekan harga cenderung tinggi, tapi saya perkirakan kenaikan harga akan ada di perangkat baru yang akan di luncurkan di beberapa bulan ke depan,” ujarnya.
Aryo berpendapat bahwa masyarakat dengan anggaran terbatas sebaiknya lebih selektif dalam memilih gawai pintar. Prioritas bisa diberikan pada perangkat yang menawarkan fitur sesuai kebutuhan sehari-hari dan benar-benar memberikan nilai tambah bagi penggunanya, alih-alih sekadar mengikuti tren terbaru.
Sebagai contoh, memilih smartphone dengan kualitas kamera yang mumpuni untuk menunjang aktivitas fotografi sederhana, daya tahan baterai yang panjang agar tidak perlu sering mengisi ulang, serta performa prosesor yang cukup andal untuk menjalankan aplikasi sehari-hari seperti media sosial, perpesanan, hingga keperluan produktivitas. Dengan begitu, meskipun budget terbatas, pengguna tetap bisa mendapatkan pengalaman optimal sesuai kebutuhannya.
Membeli gawai bekas atau refurbished bisa menjadi pilihan bijak selama diperoleh dari penjual terpercaya. Meski begitu, tetap waspada terhadap penipuan, misalnya perangkat refurbished yang dijual seolah baru atau tidak jelas tanggung jawabnya di situs e-commerce.
Selain lebih hemat, pastikan gawai yang dibeli masih layak pakai dengan kondisi dan garansi yang jelas. Opsi lain yang masuk akal adalah memilih smartphone flagship keluaran lama, karena umumnya teknologi di kelas flagship menawarkan kualitas dan daya tahan yang lebih baik.
“Produk flagship lawas memang memiliki dukungan untuk pembaharuan sistem operasi yang cukup lama, selalu periksa kebijakan dari masing-masing jenama, fokuskan juga pada peningkatan patch keamanan yang sangat penting,” katanya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.