Mendengarkan audio dengan earphone. (Sumber: Freepik)

Bahaya di Balik Earphone, Volume Tinggi Bisa Bikin Telinga Cepat Tua

02 September 2025   |   08:41 WIB
Image
Luh Muni Wiraswari Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Mendengarkan musik atau podcast dengan earphone mungkin menjadi salah satu rutinitas yang tidak bisa lepas dari keseharian. Mendengarkan audio sembari melakukan aktivitas membuat kita cenderung lebih bersemangat. Apalagi, mendengarkannya menggunakan earphone terasa lebih privat dan menyenangkan.

Namun, kebiasaan ini mungkin tak bagus bagi pendengaran kita. Hal ini mungkin telah menjadi pengetahuan umum bagi sebagian orang, bahwa bunyi yang keras dapat memengaruhi kualitas pendengaran di masa yang akan datang.

Baca juga: Paparan Suara Bising Bahayakan Telinga Anak, Cek Langkah Menjaga Kesehatan Pendengaran

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa ada sekitar 50% orang berusia 12 hingga 35 tahun yang berisiko mengalami kehilangan pendengaran. Hal ini disebabkan oleh paparan suara keras yang berlebihan, entah itu mendengarkan musik melalui earphone dengan suara yang terlalu keras atau terlalu lama.

Menurut Daniel Fink, dokter yang menjadi pimpinan Quiet Coalition dalam situs Healthline, menjelaskan bahwa gangguan pendengaran yang signifikan bukanlah bagian dari tanda penuaan yang normal, tetapi sebagian besar merupakan gangguan pendengaran akibat suara yang keras.

Sel-sel sensorik yang menangkap suara di dalam telinga akan terluka jika mendengarkan suara yang bising terlalu lama. Paparan suara yang berulang dapat menyebabkan kerusakan pada telinga seiring waktu.

Cleveland Clinic menuliskan pada situsnya bahwa telinga yang terlalu sering terpapar suara keras dapat menua 50% lebih cepat daripada telinga yang tidak terpapar suara keras. Ketika memasuki umur 50 tahun, pendengaran orang-orang yang sering terpapar suara keras akan setara dengan kualitas pendengaran usia 80 tahun.

Sebuah studi dari Jama Neorology juga menemukan bahwa seseorang dengan gangguan pendengaran ringan memiliki risiko hampir dua kali lipat untuk terkena risiko penyakit demensia. Orang dengan gangguan pendengaran parah bahkan memiliki risiko hingga lima kali lipat. Hal ini disebabkan oleh kemampuan komunikasi yang melemah karena gangguan pendengaran sehingga memicu penurunan fungsi kognitif.

Ahli menyarankan untuk mendengarkan suara pada 70 desibel atau ke bawah. Memutar audio dengan earphone dengan kekuatan suara setinggi ini tidak berpotensi mengurangi kualitas pendengaran meski menghabiskan waktu yang lama.

Mudahnya, Genhype sebaiknya mendengarkan audio dengan volume 60% maksimal apabila menggunakan earphone. Volume suara audio bisa diturunkan jika Genhype sudah tak bisa mendengarkan suara orang lain yang berbicara ketika memasang earphone di telinga.

Selain itu, waktu mendengarkan dengan earphone juga perlu dibatasi. Berdasarkan keterangan James E. Foy dalam American Osteopathic Assosiation, dengan volume 60%, Genhype disarankan paling lama mendengarkan dengan durarsi 60 menit. Semakin tinggi volume, maka semakin sedikit waktu yang direkomendasikan.

Perangkat earphone yang digunakan juga perlu dipertimbangkan. Earphone yang tidak pas dipasang di telinga akan membiarkan suara dari luar masuk, sehingga perlu menaikkan suara saat mendengarkan audio. Oleh karenanya, Genhype perlu mempertimbangkan untuk memilih desain earphone yang tepat agar memungkinkan menjaga volume lebih rendah.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Harga Smartphone Berpotensi Naik, Pakar Anjurkan Upgrade Secara Selektif

BERIKUTNYA

Solidaritas Warga Asean, Pesan Makanan untuk Pengemudi Ojol di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga