Api melalap bangunan cagar budaya Gedung Negara Grahadi Surabaya (Sumber gambar/ilustrasi: Pexels/ moein moradi)

Museum & Bangunan Cagar Budaya Ini Menjadi Sasaran Massa

31 August 2025   |   10:31 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Aksi kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia tidak hanya menyasar bangunan DPRD atau kepolisian. Sejumlah oknum juga menjadikan museum dan bangunan cagar budaya sebagai target perusakan dan penjarahan.

Dikutip dari unggahan Komunitas Indonesian Archaeology, setidaknya ada 1 museum dan 1 bangunan cagar budaya yang menjadi sasaran masa dalam aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Pertama adalah Museum Bagawanta Bhari di Kediri, Jawa Timur. Bangunan tempat benda-benda bersejarah ini mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, beberapa koleksinya juga terlihat telah hilang dari tempatnya.

Baca Juga: Link CCTV Pantau Kondisi Jalanan di Jakarta Pascademo, dari Senen, Senayan, hingga Menteng

“Kondisi, banyak yang hilang,” demikian suara yang terdapat dalam video yang beredar.

Dalam video singkat yang beredar di beberapa media sosial, kaca-kaca laci yang menjadi tempat penyimpanan koleksi museum terlihat tidak lagi utuh. Pecahan kaca memenuhi bagian lantai museum. Beberapa koleksi juga terlihat berada di lantai museum.

Sementara itu, di Surabaya, Gedung Negara Grahadi juga menjadi sasaran oknum ketika demokrasi tengah berlangsung. Dalam video yang beredar, gedung bersejarah yang termasuk sebagai bangunan cagar budaya itu dilalap Si Jago Merah.

Untuk diketahui, Museum Bagawanta Bhari merupakan salah satu tempat benda-benda bersejarah yang ada di Kabupaten Kediri. Dalam laman Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Bidang Deposit Pengembangan dan Pengolahan Bahan Pustaka, museum ini memiliki berbagai barang peninggalan sejarah.

Barang peninggalan yang ada di museum itu adalah Arca Wisnu. Dalam mitologi Hindu, Wisnu merupakan Dewa Penjaga Alam Semesta. Selain itu, ada juga Kepala Kala, Lapik Arca, Umpak Batu, Fragmen Tembikar, Bejana/gentong Batu, Jaladwara, Arca Brahmana, Arca Tokoh, Miniatur Rumah, Arca Nandi, dan Arca Ganesha.

Dikutip dari laman Informasi Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur, Gedung Negara Grahadi sudah ada sejak 1700an. Pada 1761-1822, bangunan ini adalah kediaman yang dimiliki oleh Dirk van Hogendrop sebagai penguasa wilayah ujung timur.

Sejak Indonesia merdeka, Gedung Negara Grahadi memiliki beberapa fungsi. Pada 1946-1948, Gubernur R.T. Soerjo menjadikannya sebagai tempat tinggal. Kemudian, pada erah Gubernur Samadikoen sampai saat ini, Gedung tersebut untuk menerima tamu, resepsi, dan pertemuan-pertemuan lain.

Baca Juga: Karya-Karya Henk Ngantung Era Kemerdekaan Tampil di Pameran Seni dan Diplomasi Museum Proklamasi
 

SEBELUMNYA

Transjakarta, MRT & LRT Jakarta Berlakukan Tarif Rp1 Selama 7 Hari hingga 7 September

BERIKUTNYA

Antisipasi Demonstrasi, KA Jarak Jauh Berhenti di Stasiun Jatinegara Sampai 2 September 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga