ilustrasi (sumber : CoWomen/pexels)

Melirik Peluang Besar Industri Podcast di Indonesia

30 August 2025   |   09:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah dominasi YouTube, Instagram, dan TikTok sebagai hiburan digital utama masyarakat, podcast perlahan menemukan ruangnya di hati pendengar Indonesia dan telah menjadi salah satu alternatif hiburan yang digemari masyarakat.

Hasil riset terbaru Populix bertajuk How People Enjoy Podcasts in Daily Life mengungkap bahwa meski baru 1 dari 5 orang yang mengakses podcast dalam tiga bulan terakhir, pola konsumsinya menunjukkan potensi pasar yang menjanjikan.

Baca juga: Catat Nih Rahasia Sukses Jadi Podcaster dari Ahlinya

Vivi Zabkie, Head of Policy and Social Research Populix menjelaskan meski podcast belum menjadi arus utama tetapi memiliki peluang bertumbuh seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap konten yang lebih personal dan mendalam.

Mayoritas pendengar mendengarkan podcast dua hingga tiga kali seminggu, bahkan 15 persen mengaku menikmatinya setiap hari. Adapun waktu favorit mendengarkan podcast adalah malam hari, terutama pukul 20.00–22.00, ketika pendengar ingin beristirahat atau menikmati waktu personal.

“Durasi ideal yang dipilih mayoritas pendengar adalah 30 hingga 60 menit. Artinya, mereka punya rentang perhatian cukup panjang untuk mendalami konten yang bermakna. Ini peluang besar bagi kreator untuk mengeksplorasi tema yang lebih serius dan mendalam,” ujar Vivi.

Berbeda dengan anggapan bahwa podcast hanya sekadar hiburan ringan, riset Populix justru menunjukkan arah sebaliknya. Edukasi (69%), motivasi dan inspirasi (64%), serta komedi dan pengembangan diri (masing-masing 55%) menjadi genre terfavorit. Bisnis, kesehatan, dan teknologi juga mendapat porsi minat signifikan.

Format yang paling disukai adalah wawancara (62%), disusul podcast multi-host (26%). Menariknya, podcast video lebih populer dibanding audio. YouTube (96%) mendominasi konsumsi podcast video, sementara Spotify (87%) menjadi raja untuk audio.

Di tengah maraknya kreator baru, beberapa nama tetap melekat kuat di benak pendengar. Deddy Corbuzier (39%) menduduki posisi teratas sebagai podcaster yang paling diingat, diikuti Denny Sumargo (20%) dengan konten emosionalnya. Nama lain yang muncul antara lain Raditya Dika, Praz Teguh, dan Vindes.

Vivi menegaskan meski penetrasi podcast masih tertinggal dibanding platform visual, pola konsumsi menunjukkan peluang pertumbuhan. Pendengar podcast di Indonesia mayoritas berasal dari kalangan menengah atas, pekerja, dan generasi milenial, segmen yang dikenal selektif dan memiliki daya beli kuat.

Mereka mencari konten berkualitas, inspiratif, dan relevan. Bahkan, bagi kelompok dengan ekonomi lebih tinggi, faktor gratis masih penting, menunjukkan bahwa value for money tetap jadi pertimbangan.

Hasil penelitian How People Enjoy Podcasts in Daily Life rencananya akan dipresentasikan secara lengkap oleh Vivi Zabkie pada gelaran Radiodays Asia 2025, konferensi di Asia yang menyatukan dunia radio, audio, dan podcast.

Perhelatan ini merupakan buah kolaborasi Radiodays Europe dengan industri radio dan podcast di Asia dan Australia. Tahun ini untuk pertama kalinya Radiodays Asia akan diselenggarakan di Indonesia, tepatnya di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada tanggal 1-3 September 2025.

Peter Niegel, CEO Radiodays menegaskan bahwa Radiodays Asia 2025 akan menjadi momentum penting untuk industri audio di kawasan. “Kami ingin menghadirkan wadah bagi pelaku industri radio, audio, dan podcast untuk bertukar pengalaman, membahas tren global, teknologi terbaru, hingga membuka peluang bisnis baru,” ujarnya.

Dengan frekuensi dengar yang tinggi, preferensi durasi panjang, dan minat terhadap konten edukatif, podcast berpotensi menjadi medium yang lebih dari sekadar hiburan karena dapat berkembang menjadi sarana belajar, inspirasi, bahkan kanal bisnis baru.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

KAI Terapkan Rekayasa Operasi, 17 KA Jarak Jauh Berhenti di Stasiun Jatinegara

BERIKUTNYA

Kolaborasi Cap Bali X Garuda Indonesia, Saat Fesyen Bertemu di Langit Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga