Driver Ojek Onlin (Ojol) mengatarkan konsumen di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/7/2026). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Paulus Tandi Bone)

5 Film & Serial yang Memotret Kehidupan Ojek Online

29 August 2025   |   15:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Fenomena ojek online tidak hanya hadir dalam keseharian masyarakat, tetapi juga telah menginspirasi berbagai karya layar lebar dan serial televisi. Kehidupan para driver, lengkap dengan suka duka serta dinamika sosial yang mereka alami, menjadi potret menarik yang diangkat ke dalam cerita.

Lewat medium film dan serial, pengalaman para pengemudi ojol ditampilkan dengan cara yang beragam, kadang penuh humor, kadang menyentuh hati, bahkan tak jarang dibalut dengan konflik menegangkan. Cerita-cerita ini tidak hanya memberi hiburan, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang kerasnya hidup di jalanan dan kuatnya ikatan solidaritas.

Baca juga: 7 Film tentang Perjuangan Buruh yang Menarik Ditonton & Jadi Bahan Diskusi

Berikut lima film dan serial yang menyoroti kehidupan ojek online yang menghadirkan sudut pandang segar sekaligus merekam denyut nadi kehidupan masyarakat urban masa kini.


1. Upstream


Film Upstream yang disutradarai Xu Zheng bercerita tentang Gao Zhilei, seorang programer yang bekerja keras sebagai kepala departemen di sebuah perusahaan aplikasi, menderita diabetes akibat lembur dan kemudian dipecat dari pekerjaannya. Dia menghadapi tekanan ekonomi yang besar karena harus membayar cicilan rumah, biaya perawatan orang tuanya, dan biaya sekolah anaknya. 

Usia yang tidak lagi muda membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan baru. Dalam keputusasaan, Gao Zhilei memutuskan untuk menjadi ojek pengantar barang. Film ini mengangkat realitas kehidupan pekerja informal dengan menampilkan perjuangan mereka di tengah sistem digital. Film ini juga menunjukkan pentingnya solidaritas antar sesama kurir dan bagaimana mengatasi kesulitan hidup melalui kerja keras. 


2. OK-JEK


OK-JEK merupakan serial bergenre komedi situasi yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi di Indonesia. Cerita OK-JEK berpusat pada kehidupan para driver serta orang-orang di sekitar mereka, lengkap dengan berbagai persoalan yang kerap dihadapi para pengemudi maupun pihak manajemen. Iqbal, seorang pengangguran yang sering membuat ibunya kesal, awalnya menolak ajakan sahabat masa kecilnya, Opang, untuk ikut bekerja sebagai tukang ojek.

Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu dengan Asna, seorang driver perempuan, dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Demi bisa bertemu Asna setiap hari, Iqbal akhirnya memutuskan untuk bergabung sebagai driver OK-JEK. Sitkom ini menampilkan deretan pemain populer, antara lain Oka Antara, Inayah Wahid, Arief Didu, Atiqah Hasiholan, Ibnu Jamil, Dodit Mulyanto, Girindra Kara, Baby Jovanca, Niken Anjani, Chika Waode, Ben Joshua, Abdur Arsyad, dan Oded Kravitz.


3. Sesuai Aplikasi


Film Sesuai Aplikasi disutradarai oleh Adink Liwutang yang juga menulis naskahnya bersama Agasyah Karim, Khalid Kashogi, dan Ronny Irawan. Film berdurasi 89 menit ini mengisahkan persahabatan dua pengemudi ojol, Pras dan Duras, yang menghadapi nasib berbeda. Ibu Pras membutuhkan biaya besar untuk operasi jantung, sementara Duras berjuang keras menafkahi adiknya.

Di tengah kesulitan ekonomi mereka, muncul sosok Sakti, seorang pencuri ulung yang menyamar sebagai pemilik warung kopi Nasgitel (Panas Lagi Kentel). Suatu hari, Sakti kehilangan berlian curian dari rentenir Ci Asiu, yang tanpa sengaja terbawa oleh diva dangdut Sofiyah. Dalam kebingungannya, Sakti lalu menyuruh Pras dan Duras untuk mengambil kembali berlian itu dari rumah Sofiyah.


4. Ojek Lusi


Ojek Lusi merupakan film dokumenter pendek Indonesia yang dirilis pada 2017 yang disutradarai oleh Winner Wijaya. Film ini mengisahkan kehidupan warga korban semburan lumpur panas Sidoarjo (Lusi) yang mencari penghasilan sebagai sopir ojek dan pemandu wisata di daerah lumpur Lapindo.

Film ini menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi dan mencari cara untuk melanjutkan hidup di tengah bencana ekologis yang mengubah banyak nasib orang, sekaligus mengajak penonton untuk tidak lupa akan tragedi ini.


5. Ride to Nowhere


Film pendek A Ride To Nowhere karya Khozy Rizal mengisahkan Ade, seorang pengemudi ojek online perempuan, yang menghadapi diskriminasi berbasis gender di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki.

Dia mengalami berbagai perlakuan tidak adil, seperti penolakan penumpang setelah mengetahui dia adalah perempuan dan minimnya pesanan dibandingkan pengemudi laki-laki, yang menyulitkan usahanya melunasi utang. 

Film ini menyoroti perjuangan Ade dalam industri pekerjaan yang tidak setara dan bagaimana dia berusaha menghadapi tantangan tersebut. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Masuk Daftar 100 Film Asia Terbaik

BERIKUTNYA

Panggung Putar Jadi Suguhan Baru Pementasan Bunga Penutup Abad

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga