Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Masuk Daftar 100 Film Asia Terbaik
29 August 2025 |
09:00 WIB
1
Like
Like
Like
Nama Indonesia kembali bersinar di kancah perfilman Asia. Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak karya Mouly Surya berhasil menorehkan prestasi dengan masuk ke dalam daftar 100 Film Asia Terbaik Sejak 1996 versi Asian Cinema 100 yang dibuat oleh Busan International Film Festival.
Asian Cinema 100 adalah sebuah inisiatif yang bertujuan meninjau kembali perjalanan sinema Asia sekaligus menyoroti warisan penting yang telah lahir selama beberapa dekade. Daftar bergengsi ini disusun lewat survei internasional yang melibatkan 161 partisipan dari 34 negara, mulai dari sutradara, produser, aktor, kritikus, peneliti, hingga programmer festival film.
Dari jajak pendapat tersebut terpilih 118 judul film, termasuk beberapa dengan skor seri, yang dinilai memiliki nilai artistik, kekuatan cerita, serta kontribusi besar bagi perkembangan sejarah sinema Asia. Selain untuk apresiasi, penyusunan daftar ini dimaksudkan untuk memfokuskan lebih banyak perhatian dan studi terhadap film-film dari Asia.
Baca juga: Film Tukar Takdir Tayang 2 Oktober, Drama Petaka Pesawat Dibintangi Nicholas Saputra
Marlina menjadi satu-satunya film yang mewakili Indonesia dalam daftar bergengsi tersebut. Selain itu, film ini juga masuk menjadi satu dari jajaran 18 karya asal Asia Tenggara lain yang berhasil mendapatkan pengakuan.
"Saya jujur kaget dan senang melihat ada Marlina di daftar penuh dengan film-film legendaris dari Asia ini. Marlina umurnya suah 8 tahun, tetapi terus memberikan kejutan bagi kami. Ternyata, dia terus hidup di hati penonton, tak hanya penonton Indonesia tapi juga Asia," ungkap Mouly.
Mouly mengatakan diakuinya Marlina oleh Busan sebagai festival film terbesar dan terpenting di Asia merupakan suatu kehormatan. Dirinya berharap lebih banyak film Indonesia di masa yang akan datang yang masuk ke daftar tersebut.
Terpilihnya Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menambah daftar panjang film Indonesia yang mendapat pengakuan di kancah international. Karya Mouly ini sebelumnya juga telah mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk tayangan perdana dunia di Directors’ Fortnight, Cannes 2017.
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak juga pernah masuk dalam program spesial Busan International Film Festival 2021 bertajuk Wonder Women Movies, yang menampilkan sepuluh film terbaik Asia karya sutradara perempuan, bersama nama besar seperti Mira Nair dan Naomi Kawase.
Pencapaian ini bukan hanya menjadi langkah baru dalam perjalanan Mouly Surya sebagai sutradara, tetapi juga memperlihatkan semakin kokohnya kontribusi perfilman Indonesia di panggung global.
Sebagai catatan, dalam Asian Cinema 100, posisi pertama ditempati oleh In the Mood for Love karya Wong Kar Wai, disusul A One and A Two garapan Edward Yang di urutan kedua, serta Parasite karya Bong Joon Ho di peringkat ketiga.
Daftar ini juga memuat sejumlah film berpengaruh lainnya, antara lain Crouching Tiger, Hidden Dragon karya Ang Lee, Nobody Knows karya Kore-eda Hirokazu, A Separation garapan Asghar Farhadi, hingga Spirited Away besutan Hayao Miyazaki.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Asian Cinema 100 adalah sebuah inisiatif yang bertujuan meninjau kembali perjalanan sinema Asia sekaligus menyoroti warisan penting yang telah lahir selama beberapa dekade. Daftar bergengsi ini disusun lewat survei internasional yang melibatkan 161 partisipan dari 34 negara, mulai dari sutradara, produser, aktor, kritikus, peneliti, hingga programmer festival film.
Dari jajak pendapat tersebut terpilih 118 judul film, termasuk beberapa dengan skor seri, yang dinilai memiliki nilai artistik, kekuatan cerita, serta kontribusi besar bagi perkembangan sejarah sinema Asia. Selain untuk apresiasi, penyusunan daftar ini dimaksudkan untuk memfokuskan lebih banyak perhatian dan studi terhadap film-film dari Asia.
Baca juga: Film Tukar Takdir Tayang 2 Oktober, Drama Petaka Pesawat Dibintangi Nicholas Saputra

Poster film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Sumber gambar: IMDb)
Marlina menjadi satu-satunya film yang mewakili Indonesia dalam daftar bergengsi tersebut. Selain itu, film ini juga masuk menjadi satu dari jajaran 18 karya asal Asia Tenggara lain yang berhasil mendapatkan pengakuan.
"Saya jujur kaget dan senang melihat ada Marlina di daftar penuh dengan film-film legendaris dari Asia ini. Marlina umurnya suah 8 tahun, tetapi terus memberikan kejutan bagi kami. Ternyata, dia terus hidup di hati penonton, tak hanya penonton Indonesia tapi juga Asia," ungkap Mouly.
Mouly mengatakan diakuinya Marlina oleh Busan sebagai festival film terbesar dan terpenting di Asia merupakan suatu kehormatan. Dirinya berharap lebih banyak film Indonesia di masa yang akan datang yang masuk ke daftar tersebut.
Terpilihnya Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menambah daftar panjang film Indonesia yang mendapat pengakuan di kancah international. Karya Mouly ini sebelumnya juga telah mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk tayangan perdana dunia di Directors’ Fortnight, Cannes 2017.
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak juga pernah masuk dalam program spesial Busan International Film Festival 2021 bertajuk Wonder Women Movies, yang menampilkan sepuluh film terbaik Asia karya sutradara perempuan, bersama nama besar seperti Mira Nair dan Naomi Kawase.
Pencapaian ini bukan hanya menjadi langkah baru dalam perjalanan Mouly Surya sebagai sutradara, tetapi juga memperlihatkan semakin kokohnya kontribusi perfilman Indonesia di panggung global.
Sebagai catatan, dalam Asian Cinema 100, posisi pertama ditempati oleh In the Mood for Love karya Wong Kar Wai, disusul A One and A Two garapan Edward Yang di urutan kedua, serta Parasite karya Bong Joon Ho di peringkat ketiga.
Daftar ini juga memuat sejumlah film berpengaruh lainnya, antara lain Crouching Tiger, Hidden Dragon karya Ang Lee, Nobody Knows karya Kore-eda Hirokazu, A Separation garapan Asghar Farhadi, hingga Spirited Away besutan Hayao Miyazaki.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.