Tren motif bunga dan kupu-kupu dalam busana (Sumber Foto: JF3)

Motif Bunga dan Metamorfosis Kupu-Kupu dalam Koleksi Nona Rona dan Dya Sejiwa

28 August 2025   |   19:30 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Motif bunga dan kupu-kupu selalu memiliki tempat istimewa dalam dunia mode. Elemen itu merepresentasikan nuansa abadi, lembut, dan feminin. Keanggunan ini kembali hidup melalui koleksi terbaru Nona Rona dan Dya Sejiwa, yang memadukan keindahan floral dan metamorfosis kupu-kupu dalam siluet modern. 

Dengan palet warna lembut yang memikat, dari nuansa pastel hingga sentuhan earthy tone, kedua brand ini menampilkan busana yang tak hanya menonjolkan pesona klasik, tetapi juga memberi ruang inspirasi baru bagi pecinta mode bergaya feminin. 

Baca juga: Memahami Makna Motif Batik di Pameran 80 Kain Indonesia Koleksi Dewi Motik

Nona Rona memperkenalkan koleksi Lavanya sebagai penghormatan untuk cahaya dalam diri setiap perempuan. Lavanya yang berarti keanggunan yang memikat, terinspirasi dari kekuatan sekaligus kelembutan perempuan Indonesia. 

Setiap busana dirancang sebagai karya yang sarat makna, membawa jejak warisan budaya yang dituangkan melalui sulaman layaknya jejak perjalanan hidup yang penuh cerita. 

Motif bunga yang merekah menjadi simbol keindahan yang selalu hadir di setiap bab kehidupan, mengingatkan bahwa di balik setiap tantangan, ada ruang untuk bertumbuh dan mekar.

Koleksi ini menghadirkan siluet yang beragam, mulai dari gaun lembut yang mengalir hingga luaran tegas dengan karakter kuat yang merefleksikan keseimbangan antara kelembutan dan kekuatan yang dimiliki perempuan. 

Setiap detail dikerjakan dengan ketelitian, menampilkan harmoni antara estetika kontemporer dan nuansa budaya Indonesia yang tak lekang waktu.

 

Koleksi Nona Roa (Sumber Foto: JF3)

Koleksi Nona Roa (Sumber Foto: JF3)



Bagi Nona Rona, fashion bukan sekadar pakaian ini adalah medium untuk bercerita. Melalui Lavanya, jenama ini mengajak setiap perempuan untuk merayakan keberanian, keanggunan, dan kemampuan mereka untuk terus bangkit serta berkembang, seiring perjalanan menuju versi terbaik diri mereka.

Koleksi Lavanya adalah penghormatan kepada perempuan Indonesia, sekaligus pengingat bahwa keindahan sejati ada pada keyakinan untuk terus melangkah dengan anggun, meski di tengah badai sekalipun.

Jenama lainnya ada Dya Sejiwa yang meluncurkan koleksi eksklusif bertajuk Merekah yang terinspirasi dari transformasi paling anggun di alam, berupa mekarnya bunga dan metamorfosis seekor kupu-kupu.

“Merekah adalah simbol perjalanan kami, tentang pertumbuhan yang tenang namun penuh makna dari keheningan menuju keindahan,” ujar Nadya. 

Inspirasi ini diterjemahkan dalam desain yang menampilkan lapisan-lapisan lembut, sulaman halus, dan siluet mengalir yang membingkai tubuh dengan indah. 

Dengan menggabungkan Tenun Bulu khas Indonesia dengan material yang dipilih secara cermat. Setiap koleksinya merupakan wujud dedikasi untuk melestarikan warisan budaya sekaligus keterampilan para pengrajin lokal.

 

Koleksi Dya Sejiwa (Sumber Foto: JF3)

Koleksi Dya Sejiwa (Sumber Foto: JF3)



Material seperti organza sutra, tenun bulu, dan sutra mentah memperkuat kesan halus sekaligus mencerminkan proses transformasi. Elemen-elemen detachable atau yang dapat dilepas pasang menambah sentuhan modern dan menandai keindahan dari sebuah perubahan.

Palet warna koleksi ini juga menjadi elemen penting. Dya Sejiwa menghadirkan warna pastel lembut yang berpadu harmonis dengan rona-rona tegas, mencerminkan taman yang tengah mekar dan keanggunan sayap kupu-kupu. Tiap warna menyuarakan kepercayaan diri, pembaruan, dan kehidupan yang terus bergerak.

Dalam babak kreatif terbaru ini, Dya Sejiwa tetap setia pada esensi minimalisnya namun semakin berani mengeksplorasi kedalaman kreativitas. 

Merekah bukan hanya koleksi busana, tetapi juga perayaan metamorfosis, di mana kain, bentuk, dan rasa berpadu dan lahir kembali menjadi sebuah karya busana yang segar, modern, dan abadi.

Didirikan pada akhir 2017 oleh Nadya Kinanti Arifin, Dya Sejiwa adalah label ready-to-wear asal Indonesia yang berkomitmen pada produksi ramah lingkungan. Mereka menghindari jalur produksi massal dan memilih untuk berkarya dalam skala kecil.

Identik dengan potongan busana timeless, jenama ini selalu berhasil memadukan teknik tradisional dengan desain kontemporer. Hasilnya adalah rangkaian pakaian versatile yang mampu menemani berbagai kesempatan, dari acara kasual hingga momen formal, sambil tetap membawa nuansa elegan yang sederhana namun berkelas.

Adapun Nona Roa dan Dya Sejiwa merupakan jenama fesyen lokal binaan PINTU Incubator, bersama Lil Public, DENIMITUP, CLV, dan Rizkya Batik. Setelah melalui proses inkubasi selama enam bulan, PINTU Incubator membawa koleksi mereka ke perhelatan mode JF3 Fashion Festival 2025, lewat sebuah show bertajuk Echoes of the Future by PINTU Incubator featuring École Duperré.

Sejak diluncurkan pada 2022, PINTU Incubator telah menjadi wadah pengembangan bagi desainer muda melalui proses kurasi, mentoring professional, pertukaran budaya, pengalaman profesional, dan eksposur ke pasar global.

Program ini menghubungkan para desainer muda dengan para ahli, institusi, dan ekosistem kreatif dari kedua negara. Dalam tiga tahun terakhir, PINTU telah menjaring lebih dari 10.000 brand yang tertarik, memilih 51 peserta terinkubasi, dan melibatkan 86 mentor ahli, termasuk 33 dari Prancis.

SEBELUMNYA

Menengok Desain Mahkota Jiwanta, Simbol Kekuatan dan Harapan Miss Universe Indonesia 2025

BERIKUTNYA

Panji Tengkorak Versi Animasi, Momentum Baru untuk Film Silat Indonesia?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: