Poster film Panji Tengkorak (Sumber gambar: Instagram/falcon)

Animasi Panji Tengkorak Tawarkan Gaya 2D dengan Teknik Matte Painting

27 August 2025   |   19:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Film animasi Panji Tengkorak (2025) hadir dengan pendekatan visual yang menarik. Film yang diadaptasi dari karya komik legendaris Hans Jaladara ini mengusung gaya animasi 2 dimensi dengan teknik matte painting untuk memperkuat nuansa latarnya. 

Animasi 2D matte painting merupakan teknik yang memanfaatkan lukisan latar sebagai elemen utama. Tujuannya untuk menghadirkan suasana atau lingkungan visual yang kaya detail dan terasa imersif.

Teknik ini digunakan untuk membangun dunia cerita, lanskap pegunungan, kota kuno, kerajaan fantasi, hutan lebat, atau langit dramatis. Dengan demikian, penonton bisa merasakan kedalaman dan atmosfer dunia yang kaya meskipun animasinya tetap dua dimensi. 

Baca juga: Proses Kreatif Sutradara Daryl Wilson Garap Film Animasi Panji Tengkorak 

Sutradara Daryl Wilson menjelaskan, pilihan 2D bukan sekadar soal gaya, tetapi juga tentang identitas. Dia ingin menciptakan dunia imajinatif yang tetap terasa dekat dengan kultur Indonesia. "Jadi, bukan soal yang satu lebih bagus yang lain enggak. Ini cuma soal gaya yang dicocokkan dengan medium cerita," ujarnya. 

Dia menegaskan bahwa 2D maupun 3D sama-sama merupakan bentuk animasi yang masih banyak digunakan animator di berbagai negara. Menurutnya, tidak ada yang lebih unggul atau lebih buruk, karena semua kembali pada kebutuhan cerita yang ingin disampaikan.

Daryl menambahkan, baik animasi 2D maupun 3D sebenarnya sama-sama berkembang di dunia. Bahkan secara global, 75 persen konten animasi masih menggunakan 2D. Hanya saja, di Indonesia animasi 3D lebih dulu populer.

Dia mencontohkan industri anime Jepang yang tetap kuat meskipun berfokus pada animasi 2D. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa yang terpenting bukan teknik produksinya, melainkan bagaimana estetika visual dapat mendukung cerita. “Bagi saya, dengan pendekatan 2D, dunia Panji Tengkorak bisa lebih hidup,” jelasnya.

Pendekatan 2D dianggap mampu menonjolkan ekspresi karakter dan atmosfer cerita secara lebih emosional. Gaya ini memberi keleluasaan pada tim kreatif untuk menghadirkan detail yang khas, sehingga kisah Panji Tengkorak terasa lebih intens dan dekat dengan penonton.

Meski dominan menggunakan 2D, film ini sebenarnya tak terlalu kaku pada bentuk. Daryl menjelaskan beberapa adegan di film ini dikombinasikan dengan 3D untuk lebih menghidupkan cerita. Akan tetapi, hal ini baru diketahui jika diperhatikan betul-betul.

Komik Panji Tengkorak pertama kali terbit pada 1968 dan langsung menjadi ikon komik silat Indonesia dengan gaya ilustrasi dramatis dan kisah pahlawan bertopeng tengkorak yang membasmi kejahatan sambil menyimpan dendam masa lalu. Cerita ini sarat akan filosofi hidup, nilai keadilan, serta pencarian jati diri yang membekas dalam ingatan banyak pembacanya. 

Dalam versi animasi, Panji Tengkorak akan ditampilkan sebagai sosok yang tengah mencari jati diri kembali, usai ditinggal gugur oleh istrinya di peperangan.  
 

Film ini akan mengisahkan perjalanan Panji yang rela menyerahkan jiwanya kepada kekuatan hitam demi membalas kematian istrinya. Awalnya dia berniat mengakhiri hidupnya, tetapi justru terperangkap dalam kendali ilmu hitam yang menguasai tubuh dan jiwanya. 

Dalam pengembaraannya yang tanpa arah, dia bertemu dengan seorang pendekar tua yang memintanya membantu mengejar seorang bandit yang mencuri pusaka legendaris. Konon, pusaka legendaris tersebut mampu mematahkan kekuatan ilmu hitam yang dibutuhkan olehnya.

Permintaan itu membawanya ke dalam konflik besar antara dua kerajaan, sekaligus membuka tabir kelam tentang masa lalunya sendiri. Selain premisnya yang menarik, film animasi ini juga mencuri perhatian publik berkat deretan aktor ternama yang terlibat sebagai pengisi suara. 

Nama-nama besar seperti Denny Sumargo yang memerankan Panji, Aghniny Haque sebagai Gantari, dan Cok Simbara sebagai Lembugiri turut memperkuat daya tarik film ini. Film Panji Tengkorak dijadwalkan tayang di bioskop pada 28 Agustus 2025. 

Baca juga: 5 Fakta Unik Komik Panji Tengkorak yang Diangkat Jadi Film Animasi 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Oleg Tamulilingan, Simbol Slow Burn Romance dalam Tarian Klasik Bali

BERIKUTNYA

Bye-Bye Komedo! Ini Tips Praktis Bikin Wajah Lebih Bersih dan Segar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: