25 Tahun Berkarya, Andien Umumkan Konser Spesial Suarasmara
27 August 2025 |
14:30 WIB
Penyanyi Andien tengah bersiap menggelar perayaan besar untuk menandai perjalanan 25 tahun kariernya di dunia musik Indonesia. Sang pelantun "Saat Bahagia" itu akan mempersembahkan sebuah konser spesial bertajuk Suarasmara sebagai simbol dedikasi, cinta, dan perjalanan panjangnya sebagai seorang musisi.
Kabar gembira tersebut dia sampaikan dengan cara indah, melalui video manifesto yang penuh simbolisme. Disutradarai oleh Shadtoto Prasetio, video itu merangkum jejak musiknya selama 25 tahun sekaligus memberi gambaran arah baru yang akan dia tempuh.
Video dibuka dengan adegan Andien yang berbaring di sofa sambil merenungkan alasan dirinya tetap bertahan dalam perjalanan musiknya yang panjang. Dari titik itu, imajinasinya membawanya melewati berbagai rintangan dan mempertemukannya dengan versi-versi dirinya dari masa lalu, mulai dari era Y2K, jaz, hingga disko.
Baca juga: Rich Brian Konser di Jakarta 29 November 2025, Cek Jadwal Beli Tiketnya
Saat kembali ke dunia nyata, Andien menemukan jawabannya, yang membuatnya tetap konsisten di dunia ini ialah kecintaannya pada musik. Dengan balutan gaya avant-garde dan sentuhan eksperimental, video manifesto ini kemudian mulai menampilkan ciri khas Andien yang selalu berani bereksperimen, baik dalam musik maupun busana.
Selain itu, video ini juga dijadikan Andien sebagai ajang penghormatan bagi berbagai era dalam perjalanan musiknya. Perpaduan antara realitas dan dunia sureal, dipadukan dengan tempo dinamis, membuat karya tersebut terasa penuh energi, layaknya musik Andien yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Andien mengaku bersyukur bahwa dirinya bisa terus berkarier hingga mencapai usia perak. Menurutunya, setiap era musik Indonesia memiliki cerita, dan dirinya bersyukur bisa berada ada di dalam dan menjadi bagiannya.
"25 tahun adalah perjalanan yang panjang. Penuh dengan tantangan dan dinamika. Video manifesto ini menjadi persembahan bagi saya untuk industri musik Indonesia yang terus berevolusi dari masa ke masa, dan selalu menemukan bakat-bakat dan bentuk baru setiap era, dan dalam beragam genre," katanya.
Lewat video manifestonya, Andien turut mengumumkan konser tunggal bertajuk Konser Suarasmara, yang sekaligus menandai 25 tahun perjalanan kariernya di musik. Konser Suarasmara hadir bukan sekadar sebuah pertunjukan, melainkan juga perayaan tentang hidup, cinta, serta jejak perjalanan yang penuh arti.
Dalam konser ini, Andien akan mengajak para pendengar setianya dan pencinta musik Indonesia untuk merayakan 25 tahun kiprahnya di industri musik. Perayaan tersebut juga akan menghadirkan kembali perjalanan musikalnya, mulai dari jazz, pop, hingga disko.
"Tentunya juga akan ada kolaborasi lintas genre dan penghormatan pada masa-masa sebelumnya yang selalu memberikan inspirasi saya untuk terus melangkah,” imbuhnya
Sayangnya, dalam video manifesto ini, daftar kolaborator, beserta tanggal, lokasi, dan detail lengkap Konser Suarasmara masih belum dibagikan ke publik. Andien mengatakan dalam waktu dekat, pengumuman lengkap akan segera dirilis.
Namun, yang pasti, katanya, konser ini akan menjadi panggung bersejarah yang merangkum evolusi musikalnya, sekaligus menjadi persembahan untuk merayakan perjalanannya dan menyambut babak baru dalam kariernya.
Selama 25 tahun berkarya, Andien telah menelurkan delapan album studio penuh. Perjalanannya dimulai dari debut Bisikan Hati (2000), disusul Kinanti (2002) yang kerap disebut sebagai karya visioner sekaligus membuka jalan bagi hadirnya musisi jazz di arus utama, hingga Gemintang (2005) yang populer berkat lagu-lagu hit seperti "Milikmu Selalu" dan "Gemintang".
Pada 2018, Andien mencapai pencapaian baru melalui album Metamorfosa (2017) yang meraih predikat Album Jazz Terbaik di Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards. Penghargaan ini sekaligus melengkapi koleksinya menjadi sembilan Piala AMI dari berbagai kategori sepanjang kariernya.
Tak hanya fokus pada musik, Andien juga aktif mengabdikan diri pada isu sosial dan lingkungan. Kepeduliannya tersebut mendorong lahirnya Andien Aisyah Foundation, sebuah organisasi yang berkomitmen menghadirkan dampak positif bagi manusia sekaligus kelestarian bumi.
Baca juga: Jackson Wang Konser di Jakarta 18 Oktober, Cek Seat Plan & Harga Tiketnya
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kabar gembira tersebut dia sampaikan dengan cara indah, melalui video manifesto yang penuh simbolisme. Disutradarai oleh Shadtoto Prasetio, video itu merangkum jejak musiknya selama 25 tahun sekaligus memberi gambaran arah baru yang akan dia tempuh.
Video dibuka dengan adegan Andien yang berbaring di sofa sambil merenungkan alasan dirinya tetap bertahan dalam perjalanan musiknya yang panjang. Dari titik itu, imajinasinya membawanya melewati berbagai rintangan dan mempertemukannya dengan versi-versi dirinya dari masa lalu, mulai dari era Y2K, jaz, hingga disko.
Baca juga: Rich Brian Konser di Jakarta 29 November 2025, Cek Jadwal Beli Tiketnya
Saat kembali ke dunia nyata, Andien menemukan jawabannya, yang membuatnya tetap konsisten di dunia ini ialah kecintaannya pada musik. Dengan balutan gaya avant-garde dan sentuhan eksperimental, video manifesto ini kemudian mulai menampilkan ciri khas Andien yang selalu berani bereksperimen, baik dalam musik maupun busana.
Selain itu, video ini juga dijadikan Andien sebagai ajang penghormatan bagi berbagai era dalam perjalanan musiknya. Perpaduan antara realitas dan dunia sureal, dipadukan dengan tempo dinamis, membuat karya tersebut terasa penuh energi, layaknya musik Andien yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Andien mengaku bersyukur bahwa dirinya bisa terus berkarier hingga mencapai usia perak. Menurutunya, setiap era musik Indonesia memiliki cerita, dan dirinya bersyukur bisa berada ada di dalam dan menjadi bagiannya.
"25 tahun adalah perjalanan yang panjang. Penuh dengan tantangan dan dinamika. Video manifesto ini menjadi persembahan bagi saya untuk industri musik Indonesia yang terus berevolusi dari masa ke masa, dan selalu menemukan bakat-bakat dan bentuk baru setiap era, dan dalam beragam genre," katanya.
Lewat video manifestonya, Andien turut mengumumkan konser tunggal bertajuk Konser Suarasmara, yang sekaligus menandai 25 tahun perjalanan kariernya di musik. Konser Suarasmara hadir bukan sekadar sebuah pertunjukan, melainkan juga perayaan tentang hidup, cinta, serta jejak perjalanan yang penuh arti.
Dalam konser ini, Andien akan mengajak para pendengar setianya dan pencinta musik Indonesia untuk merayakan 25 tahun kiprahnya di industri musik. Perayaan tersebut juga akan menghadirkan kembali perjalanan musikalnya, mulai dari jazz, pop, hingga disko.
"Tentunya juga akan ada kolaborasi lintas genre dan penghormatan pada masa-masa sebelumnya yang selalu memberikan inspirasi saya untuk terus melangkah,” imbuhnya
Sayangnya, dalam video manifesto ini, daftar kolaborator, beserta tanggal, lokasi, dan detail lengkap Konser Suarasmara masih belum dibagikan ke publik. Andien mengatakan dalam waktu dekat, pengumuman lengkap akan segera dirilis.
Namun, yang pasti, katanya, konser ini akan menjadi panggung bersejarah yang merangkum evolusi musikalnya, sekaligus menjadi persembahan untuk merayakan perjalanannya dan menyambut babak baru dalam kariernya.
Selama 25 tahun berkarya, Andien telah menelurkan delapan album studio penuh. Perjalanannya dimulai dari debut Bisikan Hati (2000), disusul Kinanti (2002) yang kerap disebut sebagai karya visioner sekaligus membuka jalan bagi hadirnya musisi jazz di arus utama, hingga Gemintang (2005) yang populer berkat lagu-lagu hit seperti "Milikmu Selalu" dan "Gemintang".
Pada 2018, Andien mencapai pencapaian baru melalui album Metamorfosa (2017) yang meraih predikat Album Jazz Terbaik di Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards. Penghargaan ini sekaligus melengkapi koleksinya menjadi sembilan Piala AMI dari berbagai kategori sepanjang kariernya.
Tak hanya fokus pada musik, Andien juga aktif mengabdikan diri pada isu sosial dan lingkungan. Kepeduliannya tersebut mendorong lahirnya Andien Aisyah Foundation, sebuah organisasi yang berkomitmen menghadirkan dampak positif bagi manusia sekaligus kelestarian bumi.
Baca juga: Jackson Wang Konser di Jakarta 18 Oktober, Cek Seat Plan & Harga Tiketnya
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.