Still photo film Esok Tanpa Ibu (Sumber gambar: Base Entertainment)

Film Esok Tanpa Ibu yang Dibintangi Dian Sastrowardoyo Terseleksi di BIFF 2025

27 August 2025   |   15:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Film Esok Tanpa Ibu yang dibintangi Dian Sastrowardoyo menambah deretan karya dari Indonesia yang berhasil lolos seleksi di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Film dengan judul internasional Mothernet tersebut tak hanya tayang, tapi juga berkompetisi di program Vision. 

Program Vision di BIFF dikenal kerap menampilkan karya-karya baru dari sinema independen Korea dan Asia dengan warna yang berbeda. Program ini juga sering kali menjadi ajang lahirnya sutradara-sutradara berbakat baru di kawasan Asia.

Sebelumnya, program ini merupakan bagian dari ‘Korean Cinema Today – Vision’, yang memainkan peran penting dalam mempromosikan film-film independen Korea, bagian ini kini telah ditetapkan sebagai program independen. Dalam program ini, total sudah ada 23 judul film yang terpilih, dengan perincian 12 film Vision Korea dan 11 film Vision Asia. 

Baca juga: Film Tukar Takdir Tayang 2 Oktober, Drama Petaka Pesawat Dibintangi Nicholas Saputra 

Produser BASE Entertainment Shanty Harmayn mengatakan film Esok Tanpa Ibu merupakan kolaborasi internasional antarnegara yang menarik. Film ini membawa universalitas tentang kisah keluarga dan kerapuhan remaja di tengah perkembangan dunia yang terjadi belakangan ini.

Naskah Esok Tanpa Ibu digarap oleh Gina S Noer bersama Diva Apresya dan Melarissa Sjarief. Film ini diarahkan oleh sutradara asal Malaysia, Ho Wi-ding, yang sebelumnya meraih Platform Prize di Toronto International Film Festival 2018 lewat karya ketiganya. Dia juga pernah dianugerahi Best New Director Award pada Golden Horse Awards 2010 berkat film panjang pertamanya. 

"Busan International Film Festival menjadi platform yang tepat untuk menayangkan pertama kalinya film Esok Tanpa Ibu, sekaligus menjadi perayaan sinema Asia," ucap Shanty. 
 

Shanty berharap film ini turut menjadi karya yang menawarkan visi mendorong batas-batas kreatif di kawasan. Utamanya, katanya, untuk lebih memperdalam nilai-nilai sekaligus pesan mendalam tentang relasi anak remaja dan orang tua di Asia.

Sebagai produser, Shanty berkolaborasi dengan Tanya Yuson, Aoura Lovenson, dan Winnie Lau. Menariknya, Dian Sastrowardoyo tak hanya tampil sebagai aktris, tetapi juga ikut terlibat di balik layar sebagai produser dengan bendera Beacon Film. 

Dian mengaku senang film Esok Tanpa Ibu bisa lolos seleksi di ajang festival film internasional. Dia pun berterima kasih kepada BIFF yang telah percaya pada fil ini sekaligus berharap bisa terus memberi warna dan kesegaran baru di lanskap sinema Asia.

"Film ini juga akan menjadi saksi bagi audiens internasional untuk melihat bakat-bakat yang telah lama mendapat pengakuan maupun bakat baru, termasuk Ali Fikry, yang menurut saya tampil dengan sangat mengesankan,” ujar Dian Sastrowardoyo.

Esok Tanpa Ibu (Mothernet) bercerita tentang Rama (Ali Fikry), seorang remaja keras kepala yang merasa hidupnya penuh kesalahpahaman. Dia beranggapan tak ada seorang pun yang benar-benar mengerti dirinya, kecuali sang ibu yang selalu menjadi pendukung setia pada masa remajanya yang penuh gejolak.

Segala sesuatu berubah ketika tragedi menimpa, merenggut sosok ibunya yang begitu berarti untuknya. Kehilangan itu membuat Rama harus menata kembali hidupnya, kali ini tanpa sosok yang paling dia percaya. Kesepian dan kebingungan pun menjadi bagian dari hari-harinya. 

Namun, sebuah kejutan datang di saat dia merasa benar-benar sendirian. Seorang teman memperkenalkannya pada I-BU, program kecerdasan buatan yang diciptakan untuk menghadirkan sosok penyayang menyerupai ibunya. Kehadiran AI tersebut memberi Rama harapan baru untuk bertahan.

Meski begitu, perjalanan Rama tidaklah mudah. Hubungannya dengan sang ayah yang keras menjadi tantangan tersendiri. Dalam prosesnya, dia dituntut untuk memahami arti kehilangan, menghadapi duka, dan perlahan belajar melepaskan.

Sebagai informasi, sejumlah film lain telah mengumumkan diri bahwa karyanya tampil di BIFF 2025. Di program Vision BIFF, selain Esok Tanpa Ibu, film debut Reza Rahadian berjudul Pangku juga akan berkompetisi di film ini.

Sementara itu, film terbaru Riri Riza bertajuk Rangga & Cinta juga akan ditayangkan di BIFF dalam program  A Window on Asian Cinema. Ini adalah program yang menampilkan beragam gaya dan visi sinema Asia melalui karya piawai dari para pembuat film ternama dan talenta-talenta baru, yang menangkap semangat perfilman Asia kontemporer. 

Baca juga: Rekomendasi 8 Film Baru Siap Tayang di Bioskop Pekan ini, Cek Sinopsisnya 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Drakor Last Summer Siap Rilis November 2025, Pasangkan Lee Jae-wook dan Choi Sung-eun

BERIKUTNYA

25 Tahun Berkarya, Andien Umumkan Konser Spesial Suarasmara

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga