Waspada Cacingan, Begini Cara Aman Konsumsi Sayuran Mentah agar Tetap Sehat
26 August 2025 |
14:42 WIB
Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia digemparkan oleh kasus seorang anak yang meninggal dengan kondisi tubuh penuh cacing. Peristiwa ini memicu perdebatan tentang bagaimana parasit tersebut bisa masuk ke dalam tubuh dan langkah apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Sayuran kemudian dituding sebagai penyebab utama cacingan, meski faktanya sayuran memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), sayur termasuk bagian penting dari pola makan sehat, bersama buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Baca juga: 5 Rekomendasi Obat Cacing dan Harganya, Combantrin sampai Askamex
WHO juga merekomendasikan konsumsi setidaknya 400 gram atau 5 porsi buah dan sayur setiap hari untuk menurunkan risiko penyakit tidak menular sekaligus memastikan asupan serat harian tercukupi.
Asupan sayuran bisa ditingkatkan dengan menambahkannya ke dalam menu harian, mengonsumsi sayur mentah sebagai camilan, dan berbagai cara lainnya. The Nutrition Source mencatat bahwa konsumsi sayur dan buah berhubungan erat dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.
Hasil meta-analisis terhadap 469.551 orang menunjukkan, semakin tinggi konsumsi sayur dan buah, semakin rendah risiko kematian akibat penyakit tersebut—dengan rata-rata penurunan sebesar 4 persen untuk setiap tambahan porsi.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan, infeksi cacing biasanya terjadi ketika seseorang tanpa sengaja menelan makanan yang terkontaminasi telur parasit dari tanah. Telur ini sering menempel pada sayuran atau buah yang tidak dicuci bersih, tidak dikupas, atau tidak dimasak dengan benar.
Adapun, jenis cacing yang paling sering menular antara lain cacing gelang, cacing cambuk, dan cacing tambang. Cacing tambang bahkan dapat masuk melalui kulit manusia ketika larvanya berkembang. Karena itu, beberapa jenis sayuran yang biasa dikonsumsi mentah sangat penting dicuci hingga benar-benar bersih agar telur cacing tidak ikut masuk ke tubuh.
Timun menjadi salah satu sayuran yang paling sering disantap mentah oleh masyarakat Indonesia. Kandungan airnya yang tinggi membuat sayuran ini terasa segar, terutama ketika dipadukan dengan sambal dan lauk. Namun, karena kulit timun berpori dan bersentuhan langsung dengan tanah, ada risiko menempel telur cacing. Karena itu, penting untuk selalu mencucinya hingga benar-benar bersih sebelum dikonsumsi.
Kol juga sering dikonsumsi mentah karena rasanya yang sedikit manis dan segar. Sayuran ini memiliki bentuk berlapis-lapis yang bisa menyimpan debu, tanah, atau bahkan telur cacing. Mengingat kol tumbuh dekat dengan tanah, membersihkannya secara menyeluruh sebelum dimakan sangatlah penting.
Selada kerap hadir dalam berbagai menu seperti gado-gado, pecel, hingga lalapan. Teksturnya yang renyah membuat sayuran ini digemari untuk dikonsumsi mentah. Namun, daun selada yang berlapis-lapis berpotensi menyimpan kotoran dan telur cacing. Oleh karena itu, pastikan selada dicuci bersih sebelum dihidangkan.
Kemangi umumnya dijadikan pelengkap makanan karena aroma khasnya yang bisa meningkatkan selera makan. Meski begitu, karena tumbuh rendah dekat tanah, daun kemangi rawan terkontaminasi telur cacing. Mencucinya dengan seksama menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.
Kacang panjang banyak dikonsumsi sebagai lalapan mentah yang disajikan bersama sambal. Selain kaya vitamin C dan serat, sayuran ini juga tumbuh merambat di area yang dekat dengan tanah, sehingga berpotensi terkontaminasi. Untuk menghindari risiko, selalu cuci kacang panjang hingga bersih sebelum dikonsumsi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Sayuran kemudian dituding sebagai penyebab utama cacingan, meski faktanya sayuran memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), sayur termasuk bagian penting dari pola makan sehat, bersama buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Baca juga: 5 Rekomendasi Obat Cacing dan Harganya, Combantrin sampai Askamex
WHO juga merekomendasikan konsumsi setidaknya 400 gram atau 5 porsi buah dan sayur setiap hari untuk menurunkan risiko penyakit tidak menular sekaligus memastikan asupan serat harian tercukupi.
Asupan sayuran bisa ditingkatkan dengan menambahkannya ke dalam menu harian, mengonsumsi sayur mentah sebagai camilan, dan berbagai cara lainnya. The Nutrition Source mencatat bahwa konsumsi sayur dan buah berhubungan erat dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.
Hasil meta-analisis terhadap 469.551 orang menunjukkan, semakin tinggi konsumsi sayur dan buah, semakin rendah risiko kematian akibat penyakit tersebut—dengan rata-rata penurunan sebesar 4 persen untuk setiap tambahan porsi.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan, infeksi cacing biasanya terjadi ketika seseorang tanpa sengaja menelan makanan yang terkontaminasi telur parasit dari tanah. Telur ini sering menempel pada sayuran atau buah yang tidak dicuci bersih, tidak dikupas, atau tidak dimasak dengan benar.
Adapun, jenis cacing yang paling sering menular antara lain cacing gelang, cacing cambuk, dan cacing tambang. Cacing tambang bahkan dapat masuk melalui kulit manusia ketika larvanya berkembang. Karena itu, beberapa jenis sayuran yang biasa dikonsumsi mentah sangat penting dicuci hingga benar-benar bersih agar telur cacing tidak ikut masuk ke tubuh.
Timun
Timun menjadi salah satu sayuran yang paling sering disantap mentah oleh masyarakat Indonesia. Kandungan airnya yang tinggi membuat sayuran ini terasa segar, terutama ketika dipadukan dengan sambal dan lauk. Namun, karena kulit timun berpori dan bersentuhan langsung dengan tanah, ada risiko menempel telur cacing. Karena itu, penting untuk selalu mencucinya hingga benar-benar bersih sebelum dikonsumsi.
Kol
Kol juga sering dikonsumsi mentah karena rasanya yang sedikit manis dan segar. Sayuran ini memiliki bentuk berlapis-lapis yang bisa menyimpan debu, tanah, atau bahkan telur cacing. Mengingat kol tumbuh dekat dengan tanah, membersihkannya secara menyeluruh sebelum dimakan sangatlah penting.
Selada
Selada kerap hadir dalam berbagai menu seperti gado-gado, pecel, hingga lalapan. Teksturnya yang renyah membuat sayuran ini digemari untuk dikonsumsi mentah. Namun, daun selada yang berlapis-lapis berpotensi menyimpan kotoran dan telur cacing. Oleh karena itu, pastikan selada dicuci bersih sebelum dihidangkan.
Kemangi
Kemangi umumnya dijadikan pelengkap makanan karena aroma khasnya yang bisa meningkatkan selera makan. Meski begitu, karena tumbuh rendah dekat tanah, daun kemangi rawan terkontaminasi telur cacing. Mencucinya dengan seksama menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.
Kacang Panjang
Kacang panjang banyak dikonsumsi sebagai lalapan mentah yang disajikan bersama sambal. Selain kaya vitamin C dan serat, sayuran ini juga tumbuh merambat di area yang dekat dengan tanah, sehingga berpotensi terkontaminasi. Untuk menghindari risiko, selalu cuci kacang panjang hingga bersih sebelum dikonsumsi.(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.