5 Rekomendasi Obat Cacing dan Harganya, Combantrin sampai Askamex
25 August 2025 |
15:30 WIB
Cacingan masih menjadi persoalan kesehatan serius pada anak-anak di Indonesia, meskipun kerap dipandang remeh oleh banyak orang. Infeksi parasit ini digolongkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu penyakit tropis terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTDs) yang sering luput dari perhatian.
Menurut data WHO, lebih dari 1,5 miliar orang di dunia terinfeksi cacing, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyakit ini. Kasus infeksi cacing yang menimpa seorang bocah berusia empat tahun asal Sukabumi, menjadi pengingat betapa seriusnya ancaman penyakit ini.
Deworming atau terapi pencegahan dengan obat cacing (antihelminthic) merupakan bagian penting dari upaya mengurangi infeksi cacing. Dosis yang direkomendasikan adalah satu kali pemberian tahunan (annual) atau dua kali setahun (biannual). Berikut beberapa rekomendasi obat cacing beserta aturan minumnya.
Baca juga: Awas Cacing Gelang Pemicu Infeksi Berbahaya yang Merenggut Nyawa Anak 4 Tahun di Sukabumi
Dosis umum pirantel pamoat adalah 10-11 mg per kilogram berat badan dengan dosis maksimal 1 gram dan dikonsumsi sekali saja. Untuk anak usia 2-6 tahun dianjurkan 1/2-1 tablet, usia 6-12 tahun sekitar 1-1 1/2 tablet, dan usia di atas 12 tahun 1 1/2–2 tablet. Pada bentuk suspensi, dosisnya disesuaikan menggunakan sendok takar sesuai usia.
Obat ini tersedia dalam dua bentuk, yaitu tablet 125 mg atau 250 mg dan suspensi (sirup) 125 mg/5 ml yang lebih mudah dikonsumsi oleh anak-anak. Harga untuk tablet biasanya berkisar antara Rp16.000–Rp23.000 per strip, sedangkan suspensi ukuran 10 ml dijual sekitar Rp22.000 per botol.
Dosis standar untuk dewasa maupun anak usia di atas dua tahun adalah 500 mg sekali minum atau 100 mg dua kali sehari selama tiga hari, tergantung tingkat keparahan dan jenis infeksi. Bisa dikonsumsi kapan saja, tetapi lebih baik diminum setelah makan untuk mengurangi risiko ketidaknyamanan pada lambung.
Obat ini tersedia dalam bentuk tablet kunyah 500 mg, dengan harga sekitar Rp9.000-Rp10.000 per strip untuk merek Vermoran dan Rp25.000-Rp28.000 per strip untuk merek Vermox.
Cara kerja Albendazole adalah dengan menghambat pembentukan mikrotubulus pada sel cacing, sehingga produksi energi cacing terhenti dan akhirnya menyebabkan kematian. Obat ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk membantu penyerapan yang lebih baik.
Dosis albendazole bervariasi sesuai jenis infeksinya. Untuk ascaris, trichuriasis, dan cacing kremi, cukup 400 mg diminum sekali. Untuk infeksi strongyloidiasis, dosisnya 400 mg dua kali sehari selama tiga hari. Sementara untuk infeksi yang lebih berat dosis disesuaikan dengan berat badan dan dapat berlangsung hingga beberapa minggu.
Umumnya penggunaan obat ini aman, tapi harus digunakan dengan pengawasan tenaga kesehatan, terutama pada anak kecil dengan berat badan di bawah 15 kilogram atau individu dengan kondisi medis tertentu.
Ivermectin tersedia dalam bentuk tablet, dengan harga sekitar Rp8.000-Rp10.000 per tablet. Dosisnya disesuaikan dengan berat badan, yaitu 150-200 mikrogram per kilogram berat badan, yang biasanya dikonsumsi sekali atau sesuai anjuran dokter.
Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 25 mg, dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp2.300-Rp3.000 per strip berisi empat tablet.
Dosis dewasa biasanya 120-150 mg sebagai dosis tunggal, diminum malam hari sebelum tidur. Pada anak-anak, dosis akan disesuaikan dengan usia atau berat badan. Penggunaan levamisole relatif aman, tetapi tetap dianjurkan untuk mengonsultasikan dosis kepada dokter agar mendapatkan efek maksimal.
Baca juga: Daftar 15 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Ditarik BPOM Juni 2025
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menurut data WHO, lebih dari 1,5 miliar orang di dunia terinfeksi cacing, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyakit ini. Kasus infeksi cacing yang menimpa seorang bocah berusia empat tahun asal Sukabumi, menjadi pengingat betapa seriusnya ancaman penyakit ini.
Deworming atau terapi pencegahan dengan obat cacing (antihelminthic) merupakan bagian penting dari upaya mengurangi infeksi cacing. Dosis yang direkomendasikan adalah satu kali pemberian tahunan (annual) atau dua kali setahun (biannual). Berikut beberapa rekomendasi obat cacing beserta aturan minumnya.
Baca juga: Awas Cacing Gelang Pemicu Infeksi Berbahaya yang Merenggut Nyawa Anak 4 Tahun di Sukabumi
1. Pirantel Pamoat (Combantrin)
Pirantel pamoat merupakan obat cacing yang paling populer dan banyak direkomendasikan untuk mengatasi infeksi cacing gelang, kremi, hingga cacing tambang. Cara kerjanya dengan melumpuhkan otot cacing melalui gangguan transmisi neuromuskular, sehingga cacing tidak bisa bergerak dan akhirnya keluar melalui feses secara alami.Dosis umum pirantel pamoat adalah 10-11 mg per kilogram berat badan dengan dosis maksimal 1 gram dan dikonsumsi sekali saja. Untuk anak usia 2-6 tahun dianjurkan 1/2-1 tablet, usia 6-12 tahun sekitar 1-1 1/2 tablet, dan usia di atas 12 tahun 1 1/2–2 tablet. Pada bentuk suspensi, dosisnya disesuaikan menggunakan sendok takar sesuai usia.
Obat ini tersedia dalam dua bentuk, yaitu tablet 125 mg atau 250 mg dan suspensi (sirup) 125 mg/5 ml yang lebih mudah dikonsumsi oleh anak-anak. Harga untuk tablet biasanya berkisar antara Rp16.000–Rp23.000 per strip, sedangkan suspensi ukuran 10 ml dijual sekitar Rp22.000 per botol.
2. Mebendazole
Mebendazole adalah obat cacing yang efektif membasmi berbagai jenis cacing seperti cacing gelang, kremi, cambuk, hingga tambang. Cara kerjanya dengan menghambat penyerapan glukosa pada cacing, sehingga cacing kehabisan energi, tidak dapat bertahan hidup, dan mati sebelum akhirnya dikeluarkan bersama tinja.Dosis standar untuk dewasa maupun anak usia di atas dua tahun adalah 500 mg sekali minum atau 100 mg dua kali sehari selama tiga hari, tergantung tingkat keparahan dan jenis infeksi. Bisa dikonsumsi kapan saja, tetapi lebih baik diminum setelah makan untuk mengurangi risiko ketidaknyamanan pada lambung.
Obat ini tersedia dalam bentuk tablet kunyah 500 mg, dengan harga sekitar Rp9.000-Rp10.000 per strip untuk merek Vermoran dan Rp25.000-Rp28.000 per strip untuk merek Vermox.
3. Albendazole
Albendazole juga dapat mengatasi infeksi cacing gelang, kremi, tambang, hingga infeksi parasit lain seperti strongyloidiasis, clonorchiasis, sistiserkosis, dan echinococcosis. Bentuknya berupa tablet atau kaplet 400 mg, yang dijual dengan harga sekitar Rp10.000-Rp11.000 per strip berisi 10 kaplet.Cara kerja Albendazole adalah dengan menghambat pembentukan mikrotubulus pada sel cacing, sehingga produksi energi cacing terhenti dan akhirnya menyebabkan kematian. Obat ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk membantu penyerapan yang lebih baik.
Dosis albendazole bervariasi sesuai jenis infeksinya. Untuk ascaris, trichuriasis, dan cacing kremi, cukup 400 mg diminum sekali. Untuk infeksi strongyloidiasis, dosisnya 400 mg dua kali sehari selama tiga hari. Sementara untuk infeksi yang lebih berat dosis disesuaikan dengan berat badan dan dapat berlangsung hingga beberapa minggu.
4. Ivermectin
Ivermectin adalah obat antiparasit yang banyak digunakan untuk mengatasi infeksi cacing tambang, strongyloidiasis, serta beberapa jenis parasit lain. Cara kerjanya dengan mengikat kanal ion klorida pada sel saraf dan otot cacing, sehingga menyebabkan kelumpuhan hingga akhirnya cacing mati.Umumnya penggunaan obat ini aman, tapi harus digunakan dengan pengawasan tenaga kesehatan, terutama pada anak kecil dengan berat badan di bawah 15 kilogram atau individu dengan kondisi medis tertentu.
Ivermectin tersedia dalam bentuk tablet, dengan harga sekitar Rp8.000-Rp10.000 per tablet. Dosisnya disesuaikan dengan berat badan, yaitu 150-200 mikrogram per kilogram berat badan, yang biasanya dikonsumsi sekali atau sesuai anjuran dokter.
5. Levamisole (Askamex)
Levamisole atau Askamex efektif untuk mengatasi infeksi cacing kremi, gelang, hingga tambang. Cara kerjanya dengan melumpuhkan cacing melalui efek pada sistem neuromuskular, sehingga cacing akan keluar bersama tinja secara alami.Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 25 mg, dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp2.300-Rp3.000 per strip berisi empat tablet.
Dosis dewasa biasanya 120-150 mg sebagai dosis tunggal, diminum malam hari sebelum tidur. Pada anak-anak, dosis akan disesuaikan dengan usia atau berat badan. Penggunaan levamisole relatif aman, tetapi tetap dianjurkan untuk mengonsultasikan dosis kepada dokter agar mendapatkan efek maksimal.
Baca juga: Daftar 15 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Ditarik BPOM Juni 2025
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.