Pengusaha meracik kuliner pesanan pengunjung pada even Food Festival 2024 di kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/11/2024). (sumber gambar: Hypeabis.id/Rachman)

Punya Potensi Besar, Begini Saran Ekonom agar Kuliner Indonesia Mengglobal

25 August 2025   |   16:46 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Industri kuliner Indonesia kian meneguhkan perannya sebagai motor utama ekonomi kreatif. Namun, di balik dominasinya di pasar domestik, upaya menembus panggung global masih terbentur persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan skala usaha hingga strategi promosi yang belum optimal.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat nilai tambah sektor kuliner melonjak signifikan dari Rp224 triliun pada 2013 menjadi Rp644 triliun tahun ini. Angka ini mencerminkan daya saing kuliner Indonesia yang makin kuat di tengah dinamika global. Bahkan, sektor kuliner menyumbang kontribusi hingga 42 persen terhadap PDB subsektor ekonomi kreatif pada 2024.

Baca juga: Cerita Pelaku Bisnis Kuliner Adopsi AI untuk Tingkatkan Penjualan & Kepuasan Konsumen

Peneliti Ekonomi Digital Nailul Huda menilai, industri kuliner Nusantara memang menyimpan potensi ekonomi yang besar, akan tetapi hingga kini masih banyak bertumpu pada pasar domestik. Skala usaha yang terbatas, menurutnya, membuat kuliner lokal Indonesia belum mampu bersaing di pasar global.

“Kuliner lokal Indonesia memang masih banyak mengandalkan pangsa pasar lokal. Selain pasarnya yang belum berkembang, juga soal skala usaha yang belum mencukupi. Jadi untuk ekspor memang belum bisa diandalkan,” ujarnya.

Meski begitu, kontribusi kuliner terhadap perekonomian nasional tidak dapat dipandang sebelah mata. Industri ini juga memiliki daya serap tinggi terhadap sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan, sehingga perputaran ekonominya cukup luas.

Selain itu, kuliner juga memberikan dampak lanjutan pada industri pariwisata. Dengan demikian, meski belum kuat di kancah global, kuliner Nusantara sudah berperan besar dalam menggerakkan roda ekonomi domestik serta membuka banyak lapangan kerja.

“Industri kuliner lokal ini menimbulkan multiplier effect yang cukup signifikan bagi ekonomi,” imbuhnya.

Untuk menembus pasar internasional, menurut Huda, Indonesia perlu belajar dari strategi Korea Selatan dan Thailand. Keduanya mempopulerkan kuliner lokal melalui pariwisata yang kuat, sebelum akhirnya memperluas ekspansi ke mancanegara.

Huda mencontohkan, sebenarnya sejumlah makanan Indonesia sudah dikenal di luar negeri, seperti nasi padang. Namun penyebarannya masih terbatas dan belum terintegrasi dengan promosi budaya yang lebih luas. Dia menyebut salah satu kunci sukses Korea Selatan adalah keterlibatan industri kreatif, khususnya perfilman.

Dia menilai pemerintah memiliki peran penting dalam memperluas pengaruh kuliner Nusantara. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menjalin kolaborasi dengan sineas lokal untuk mengenalkan wisata budaya dan kuliner lewat film.

“Memang untuk menjadi seperti K-Food ataupun Thai Food perlu dorongan dari sisi pariwisatanya. Orang mengenal dulu pariwisata Korea Selatan atau Thailand, baru menyicipi makanan lokalnya. Setelah terkenal, baru bisa ekspansi keluar,” jelasnya.

Selain melalui film, pemerintah juga perlu merancang program promosi pariwisata yang lebih spesifik menargetkan wisatawan mancanegara. Menurut Huda, strategi ini akan lebih efektif dalam memperkenalkan budaya Indonesia, termasuk kekayaan kulinernya, terutama bila dipadukan dengan tren digital.

Langkah lain yang bisa ditempuh adalah memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus ekspor. Dukungan berupa pembiayaan, sertifikasi halal internasional, hingga akses pasar digital global dinilai penting agar produk kuliner Indonesia bisa bersaing. 

“Ini perlu dilakukan agar menarik wisatawan asing terlebih dahulu, baru mengenalkan budaya termasuk kuliner lokal,” tegasnya.

Baca juga: Ekspansi Bisnis Kuliner Jangan Hanya Andalkan Rasa, Siapkan Strateginya

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

13 Film Indonesia Siap Tayang September 2025 di Bioskop

BERIKUTNYA

Kulit Segar Alami Tanpa Make-up Tebal, Ini Bedanya Skin Tint dan BB Cream

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga