Kampanye Film Oscars 2026 Telah Dimulai, Siapa Perwakilan Indonesia?
24 August 2025 |
13:30 WIB
1
Like
Like
Like
Piala Oscars edisi ke-98 baru akan berlangsung pada 16 Maret 2026. Namun, gelombang kampanye film untuk ajang bergengsi ini sudah mulai digelar. Kampanye telah lama menjadi tradisi unik yang melekat dalam penyelenggaraan Oscars.
Kampanye Oscar diperlukan karena para pemilih, yakni anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), tidak selalu bisa menonton semua film yang memenuhi syarat. Melalui kampanye, studio berupaya membangun pemahaman pemilih terhadap film dengan menonjolkan kualitas artistik sekaligus memantik minat mereka dalam pemungutan suara.
Baca juga: Aturan Baru Oscar: Tak Menonton Semua Film Nominasi? Tidak Bisa Ikut Memilih
Proses ini melibatkan strategi pemasaran yang kompleks dengan biaya besar, mencakup iklan, acara, hingga program promosi agar film yang diusungnya bisa masuk dalam ingatan para juri, terutama untuk film yang rilis di akhir tahun.
Baru-baru ini, Academy Awards juga telah membuka secara resmi Academy Screening Room pada 15 Agustus 2025 lalu. Ini adalah platform streaming khusus yang dibuat oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences sebagai alternatif penyederhanaan agar para anggotanya bisa menonton film-film yang telah didaftarkan ke Oscars.
Kehadirannya sekaligus menjadi penanda resmi dimulainya musim penghargaan menuju Oscar 2026. Nantinya, di platform ini, film baru akan ditambahkan setiap Jumat dan terus berlangsung hingga akhir musim.
Mengutip laporan Variety, salah satu judul yang dipastikan tayang lebih dulu adalah film animasi Netflix KPop Demon Hunters. Dirilis pada Juni lalu, film ini mencetak rekor sebagai animasi orisinal Netflix terpopuler sepanjang masa, bahkan menduduki peringkat keempat film terpopuler global di platform tersebut per 5 Agustus.
Beberapa judul lain yang sudah dijadwalkan antara lain film horor Norwegia, The Ugly Stepsister karya Emilie Blichfeldt, serta film thriller The Luckiest Man in America garapan Samir Oliveros yang menampilkan Paul Walter Hauser. Sony Pictures Classics juga menyiapkan dua film andalannya: dokumenter musik Becoming Led Zeppelin dan debut penyutradaraan Embeth Davidtz di Don’t Let’s Go to the Dogs Tonight.
Namun, tetap saja, platform ini tak bisa mengganti sepenuhnya tradisi kampanye studio-studio film. Hal ini dilakukan agar film produksi studio mereka menjadi lebih diperhatikan, ditonton lebih dahulu, dan akhirnya punya kemungkinan lebih besar dipilih oleh para anggota Academy.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Hingga kini, belum ada film lokal yang resmi diputuskan untuk mewakili Indonesia di ajang tersebut. Pemilihan film Oscar di Indonesia memang masih dalam tahap pendaftaran. Proses seleksinya sendiri akan dilakukan oleh The Indonesian Oscar Selection Committee (IOSC).
Komite seleksi ini beranggotakan insan perfilman dengan berbagai latar belakang dan keahlian. Tugas mereka adalah menyeleksi satu film terbaik yang layak mewakili Indonesia di kategori International Feature Film. Sebagai catatan, sejak 1987, Indonesia telah rutin mengirimkan film untuk kategori ini, yang dulunya dikenal sebagai Foreign Language Film.
Proses pendaftaran film perwakilan Indonesia telah dibuka sejak beberapa bulan lalu dan akan ditutup pada 30 Agustus 2025. Selanjutnya, penilaian berlangsung pada 1–10 September 2025. Kemudian, hasilnya baru akan diumumkan pada 11 September 2025.
Ada tiga tahap utama seleksi oleh IOSC. Pertama, para anggota IOSC diwajibkan menonton seluruh film yang masuk kriteria. Penilaian dilakukan secara independen berdasarkan aspek cerita, penyutradaraan, nilai artistik, keunggulan teknis, hingga relevansi budaya.
Kedua, anggota komite mengadakan diskusi terbuka untuk berbagi pandangan tentang kelebihan dan kelemahan setiap film. Tahap ini bertujuan memperkaya perspektif sebelum pengambilan keputusan.
Tahap ketiga adalah pemungutan suara terbuka. Setiap anggota memilih satu film yang dianggap paling layak. Hasil suara bersifat final dan tidak dapat diubah, sehingga film terpilih benar-benar mewakili konsensus bersama.
Dengan makin dekatnya tenggat waktu, publik kini menantikan keputusan IOSC tahun ini, film manakah yang akan mereka pilih untuk membawa nama Indonesia di panggung Oscars 2026?
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kampanye Oscar diperlukan karena para pemilih, yakni anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), tidak selalu bisa menonton semua film yang memenuhi syarat. Melalui kampanye, studio berupaya membangun pemahaman pemilih terhadap film dengan menonjolkan kualitas artistik sekaligus memantik minat mereka dalam pemungutan suara.
Baca juga: Aturan Baru Oscar: Tak Menonton Semua Film Nominasi? Tidak Bisa Ikut Memilih
Proses ini melibatkan strategi pemasaran yang kompleks dengan biaya besar, mencakup iklan, acara, hingga program promosi agar film yang diusungnya bisa masuk dalam ingatan para juri, terutama untuk film yang rilis di akhir tahun.
Baru-baru ini, Academy Awards juga telah membuka secara resmi Academy Screening Room pada 15 Agustus 2025 lalu. Ini adalah platform streaming khusus yang dibuat oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences sebagai alternatif penyederhanaan agar para anggotanya bisa menonton film-film yang telah didaftarkan ke Oscars.
Kehadirannya sekaligus menjadi penanda resmi dimulainya musim penghargaan menuju Oscar 2026. Nantinya, di platform ini, film baru akan ditambahkan setiap Jumat dan terus berlangsung hingga akhir musim.
Mengutip laporan Variety, salah satu judul yang dipastikan tayang lebih dulu adalah film animasi Netflix KPop Demon Hunters. Dirilis pada Juni lalu, film ini mencetak rekor sebagai animasi orisinal Netflix terpopuler sepanjang masa, bahkan menduduki peringkat keempat film terpopuler global di platform tersebut per 5 Agustus.
Beberapa judul lain yang sudah dijadwalkan antara lain film horor Norwegia, The Ugly Stepsister karya Emilie Blichfeldt, serta film thriller The Luckiest Man in America garapan Samir Oliveros yang menampilkan Paul Walter Hauser. Sony Pictures Classics juga menyiapkan dua film andalannya: dokumenter musik Becoming Led Zeppelin dan debut penyutradaraan Embeth Davidtz di Don’t Let’s Go to the Dogs Tonight.
Namun, tetap saja, platform ini tak bisa mengganti sepenuhnya tradisi kampanye studio-studio film. Hal ini dilakukan agar film produksi studio mereka menjadi lebih diperhatikan, ditonton lebih dahulu, dan akhirnya punya kemungkinan lebih besar dipilih oleh para anggota Academy.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Hingga kini, belum ada film lokal yang resmi diputuskan untuk mewakili Indonesia di ajang tersebut. Pemilihan film Oscar di Indonesia memang masih dalam tahap pendaftaran. Proses seleksinya sendiri akan dilakukan oleh The Indonesian Oscar Selection Committee (IOSC).
Komite seleksi ini beranggotakan insan perfilman dengan berbagai latar belakang dan keahlian. Tugas mereka adalah menyeleksi satu film terbaik yang layak mewakili Indonesia di kategori International Feature Film. Sebagai catatan, sejak 1987, Indonesia telah rutin mengirimkan film untuk kategori ini, yang dulunya dikenal sebagai Foreign Language Film.
Proses pendaftaran film perwakilan Indonesia telah dibuka sejak beberapa bulan lalu dan akan ditutup pada 30 Agustus 2025. Selanjutnya, penilaian berlangsung pada 1–10 September 2025. Kemudian, hasilnya baru akan diumumkan pada 11 September 2025.
Ada tiga tahap utama seleksi oleh IOSC. Pertama, para anggota IOSC diwajibkan menonton seluruh film yang masuk kriteria. Penilaian dilakukan secara independen berdasarkan aspek cerita, penyutradaraan, nilai artistik, keunggulan teknis, hingga relevansi budaya.
Kedua, anggota komite mengadakan diskusi terbuka untuk berbagi pandangan tentang kelebihan dan kelemahan setiap film. Tahap ini bertujuan memperkaya perspektif sebelum pengambilan keputusan.
Tahap ketiga adalah pemungutan suara terbuka. Setiap anggota memilih satu film yang dianggap paling layak. Hasil suara bersifat final dan tidak dapat diubah, sehingga film terpilih benar-benar mewakili konsensus bersama.
Dengan makin dekatnya tenggat waktu, publik kini menantikan keputusan IOSC tahun ini, film manakah yang akan mereka pilih untuk membawa nama Indonesia di panggung Oscars 2026?
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.