Indonesia Rawan Gempa, Ini Barang yang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana
24 August 2025 |
06:00 WIB
Indonesia dilalui oleh tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Pertemuan ketiga lempeng ini menyebabkan Indonesia berada di wilayah yang rawan bencana karena adanya aktivitas tektonik.
Misalnya saja, gempa sebesar 4,7 Skala Richter yang mengguncang Karawang dan Bekasi beberapa hari lalu. Gempa ini juga dirasakan hingga wilayah Depok, Purwakarta, Cikarang, Tangerang, Jakarta, Cianjur, hingga Bandung dengan intensitas getaran II hingga IV MMI.
Baca juga: Waspada 4 Penyakit Menular Usai Bencana Gempa, Ini Hal-hal yang Perlu Dilakukan
Gempa dengan intensitas getaran II hingga IV MMI memiliki guncangan yang terasa sangat nyata. Guncangan ini cukup kencang untuk menimbulkan derik pada pintu dan jendela, gerabah atau barang dari tanah liat pecah, serta dinding yang bergetar.
Gempa tektonik biasanya disebabkan oleh aktivitas sesar aktif, alias bagian dari sistem tektonik yang berupa patahan. Gempa di Karawang dan Bekasi ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat atau West Java Back Arc Thrust.
Sementara itu, percakapan tentang aktivitas sesar aktif lainnya di Jawa Barat, alias Sesar Lembang, juga beberapa kali dibicarakan. BMKG menemukan bahwa aktivitas Sesar Lembang semakin meningkat sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
Oleh karenanya, kita perlu mulai meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali daerah tempat tinggal. Pertama-tama, cari tahu apakah daerah tempat tinggal berada di jalur sesar aktif atau tidak dan kenali potensi gempa yang dipetakan dalam beberapa kategori zona.
Meski bisa diprediksi daerah mana yang lebih rawan akan gempa besar, tetapi waktu terjadinya gempa dan seberapa besar gempa yang akan terjadi tak dapat diprediksi. Maka, tak ada salahnya jika kita selalu waspada akan bencana.
Namun, perlu diingat bahwa waspada berbeda dengan rasa panik berlebihan. Demi meningkatkan kewaspadaan atas gempa yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Genhype bisa mempersiapkan tas siaga bencana yang dapat membantu kita saat bencana tiba.
Apa saja yang perlu disimpan di dalam tas siaga bencana?
1. Persediaan makanan
Makanan adalah kebutuhan utama yang harus disiapkan saat terjadi bencana. Makanan yang dibawa dalam tas siaga bencana sebaiknya adalah makanan yang bisa bertahan lama, seperti makanan kaleng ataupun makanan kering yang stoknya bisa cukup hingga 3 hari. Selain itu, jangan lupa membawa air mineral yang cukup banyak dan alat-alat makan yang praktis.
2. Alat komunikasi dan penerangan
Komunikasi menjadi hal yang penting dalam proses mitigasi bencana. Genhype bisa membawa radio portable untuk mencari informasi-informasi baru pascabencana. Selain itu, jangan lupa membawa handphone untuk berkomunikasi dan meminta bantuan. Lalu, simpan peluit di dalam tas untuk meminta pertolongan di saat-saat darurat. Alat penerangan, seperti senter, juga perlu disiapkan lengkap dengan baterai cadangannya.
3. Peralatan kesehatan dan kebersihan
Alat-alat mandi seperti sabun dan shampoo, serta kotak P3K yang berisi obat-obatan darurat perlu disimpan di dalam tas siaga bencana. Barang-barang ini akan sangat membantu saat mitigasi. Selain itu, jangan lupa masukkan pakaian ganti, masker, tisu, dan kantong sampah plastik untuk menjaga kesehatan dan kebersihan.
4. Dokumen dan surat-surat penting
BNPB merekomendasikan agar kita menyiapkan surat-surat penting seperti kartu keluarga, ijazah, dan beberapa dokumen lain untuk kepentingan setelah bencana terjadi. Uang tunai untuk bekal darurat yang sekiranya cukup untuk 3 hari juga perlu disiapkan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Misalnya saja, gempa sebesar 4,7 Skala Richter yang mengguncang Karawang dan Bekasi beberapa hari lalu. Gempa ini juga dirasakan hingga wilayah Depok, Purwakarta, Cikarang, Tangerang, Jakarta, Cianjur, hingga Bandung dengan intensitas getaran II hingga IV MMI.
Baca juga: Waspada 4 Penyakit Menular Usai Bencana Gempa, Ini Hal-hal yang Perlu Dilakukan
Gempa dengan intensitas getaran II hingga IV MMI memiliki guncangan yang terasa sangat nyata. Guncangan ini cukup kencang untuk menimbulkan derik pada pintu dan jendela, gerabah atau barang dari tanah liat pecah, serta dinding yang bergetar.
Gempa tektonik biasanya disebabkan oleh aktivitas sesar aktif, alias bagian dari sistem tektonik yang berupa patahan. Gempa di Karawang dan Bekasi ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat atau West Java Back Arc Thrust.
Sementara itu, percakapan tentang aktivitas sesar aktif lainnya di Jawa Barat, alias Sesar Lembang, juga beberapa kali dibicarakan. BMKG menemukan bahwa aktivitas Sesar Lembang semakin meningkat sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
Oleh karenanya, kita perlu mulai meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali daerah tempat tinggal. Pertama-tama, cari tahu apakah daerah tempat tinggal berada di jalur sesar aktif atau tidak dan kenali potensi gempa yang dipetakan dalam beberapa kategori zona.
Meski bisa diprediksi daerah mana yang lebih rawan akan gempa besar, tetapi waktu terjadinya gempa dan seberapa besar gempa yang akan terjadi tak dapat diprediksi. Maka, tak ada salahnya jika kita selalu waspada akan bencana.
Namun, perlu diingat bahwa waspada berbeda dengan rasa panik berlebihan. Demi meningkatkan kewaspadaan atas gempa yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Genhype bisa mempersiapkan tas siaga bencana yang dapat membantu kita saat bencana tiba.
Apa saja yang perlu disimpan di dalam tas siaga bencana?
1. Persediaan makanan
Makanan adalah kebutuhan utama yang harus disiapkan saat terjadi bencana. Makanan yang dibawa dalam tas siaga bencana sebaiknya adalah makanan yang bisa bertahan lama, seperti makanan kaleng ataupun makanan kering yang stoknya bisa cukup hingga 3 hari. Selain itu, jangan lupa membawa air mineral yang cukup banyak dan alat-alat makan yang praktis.
2. Alat komunikasi dan penerangan
Komunikasi menjadi hal yang penting dalam proses mitigasi bencana. Genhype bisa membawa radio portable untuk mencari informasi-informasi baru pascabencana. Selain itu, jangan lupa membawa handphone untuk berkomunikasi dan meminta bantuan. Lalu, simpan peluit di dalam tas untuk meminta pertolongan di saat-saat darurat. Alat penerangan, seperti senter, juga perlu disiapkan lengkap dengan baterai cadangannya.
3. Peralatan kesehatan dan kebersihan
Alat-alat mandi seperti sabun dan shampoo, serta kotak P3K yang berisi obat-obatan darurat perlu disimpan di dalam tas siaga bencana. Barang-barang ini akan sangat membantu saat mitigasi. Selain itu, jangan lupa masukkan pakaian ganti, masker, tisu, dan kantong sampah plastik untuk menjaga kesehatan dan kebersihan.
4. Dokumen dan surat-surat penting
BNPB merekomendasikan agar kita menyiapkan surat-surat penting seperti kartu keluarga, ijazah, dan beberapa dokumen lain untuk kepentingan setelah bencana terjadi. Uang tunai untuk bekal darurat yang sekiranya cukup untuk 3 hari juga perlu disiapkan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.