Benarkah Kopi Bisa Memicu Jerawat? Ini Faktanya
22 August 2025 |
07:23 WIB
Jerawat adalah kondisi kulit yang umum terjadi pada wajah hingga tubuh manusia. Riset menemukan jerawat timbul sebagai respons dari produksi minyak berlebih di pori-pori, berasal dari penumpukan sel kulit mati, ataupun pertumbuhan bakteri. Selain itu, hubungan makanan dan jerawat juga sering kontroversial di tengah publik.
You are what you eat. Apa yang kita makan akan memengaruhi kondisi tubuh kita sendiri. Makanan yang bergizi dan diolah dengan baik tentu akan memberikan pengaruh baik pula bagi tubuh. Begitu juga sebaliknya.
Baca juga: Mitos atau Fakta, Kopi Bisa Sebabkan Hipertensi? Begini Penjelasan Dokter Jantung
Lalu, bagaimana dengan kopi, sebagai minuman dengan kafein yang paling digemari usia remaja dan dewasa muda?
Jika Genhype merupakan salah satu dari sebagian besar yang menyukai kopi dan tak bisa hidup sehari pun tanpa menyesap kopi, mungkin hubungan kopi dan jerawat juga menjadi pertanyaan besar di benak kalian.
Sebenarnya, belum ada studi secara spesifik yang menunjukkan bahwa minum kopi dapat memicu peradangan jerawat. Namun, beberapa bahan yang ada di dalam larutan kopi dapat menjadi pertimbangan untuk menganalisis efeknya bagi tubuh.
Kopi mengandung kafein yang memberikan banyak energi pada tubuh. Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein dapat membantu kita untuk lebih waspada sehingga minuman ini sering dipilih sebagai teman begadang.
Namun, kandungan kafein dalam kopi ini juga dapat meningkatkan respons stres pada tubuh kita. Semakin banyak kopi yang diminum, maka semakin tinggi pula respons stres pada tubuh. Kurang waktu tidur yang disebabkan oleh kewaspadaan dari kafein juga dapat menambah hormon stres.
Stres memang bukan pemicu timbulnya jerawat. Melainkan, stres dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada di atas kulit. Hormon stres, seperti kortisol, dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit.
Jika Genhype menambahkan susu pada kopi favorit, hal ini mungkin memiliki hubungan dengan jerawat di kulit. Studi di Journal of American Academy of Dermatology menemukan bahwa susu secara positif berhubungan dengan jerawat.
Studi ini didukung oleh beberapa studi lainnya dan dapat dipahami bahwa susu telah terbukti dapat memicu tumbuhnya jerawat. Para ahli menduga bahwa hormon yang ada dalam kandungan susu memegang peran penting bagi timbulnya jerawat.
Susu tanpa laktosa yang terbuat dari kandungan nabati seperti susu kedelai, susu oat, susu almond, dan lainnya dapat menjadi alternatif bagi Genhype yang ingin mengonsumsi kopi susu.
Saat memesan kopi, apakah Genhype memilih opsi normal sugar, less sugar, atau bahkan no sugar? Banyak sekali studi mengenai hubungan gula dan jerawat yang menunjukkan bahwa keduanya memiliki kaitan yang erat.
Semakin banyak gula yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula kadar gula darah dan insulin yang dilepaskan di dalam tubuh. Insulin memengaruhi IGF-1. Zat faktor hormon ini dapat meningkatkan sekresi androgen, meningkatkan produksi minyak, serta menyebabkan peradangan sehingga berperan penting dalam pertumbuhan jerawat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
You are what you eat. Apa yang kita makan akan memengaruhi kondisi tubuh kita sendiri. Makanan yang bergizi dan diolah dengan baik tentu akan memberikan pengaruh baik pula bagi tubuh. Begitu juga sebaliknya.
Baca juga: Mitos atau Fakta, Kopi Bisa Sebabkan Hipertensi? Begini Penjelasan Dokter Jantung
Lalu, bagaimana dengan kopi, sebagai minuman dengan kafein yang paling digemari usia remaja dan dewasa muda?
Jika Genhype merupakan salah satu dari sebagian besar yang menyukai kopi dan tak bisa hidup sehari pun tanpa menyesap kopi, mungkin hubungan kopi dan jerawat juga menjadi pertanyaan besar di benak kalian.
Sebenarnya, belum ada studi secara spesifik yang menunjukkan bahwa minum kopi dapat memicu peradangan jerawat. Namun, beberapa bahan yang ada di dalam larutan kopi dapat menjadi pertimbangan untuk menganalisis efeknya bagi tubuh.
Kafein
Kopi mengandung kafein yang memberikan banyak energi pada tubuh. Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein dapat membantu kita untuk lebih waspada sehingga minuman ini sering dipilih sebagai teman begadang.Namun, kandungan kafein dalam kopi ini juga dapat meningkatkan respons stres pada tubuh kita. Semakin banyak kopi yang diminum, maka semakin tinggi pula respons stres pada tubuh. Kurang waktu tidur yang disebabkan oleh kewaspadaan dari kafein juga dapat menambah hormon stres.
Stres memang bukan pemicu timbulnya jerawat. Melainkan, stres dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada di atas kulit. Hormon stres, seperti kortisol, dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit.
Susu
Jika Genhype menambahkan susu pada kopi favorit, hal ini mungkin memiliki hubungan dengan jerawat di kulit. Studi di Journal of American Academy of Dermatology menemukan bahwa susu secara positif berhubungan dengan jerawat.Studi ini didukung oleh beberapa studi lainnya dan dapat dipahami bahwa susu telah terbukti dapat memicu tumbuhnya jerawat. Para ahli menduga bahwa hormon yang ada dalam kandungan susu memegang peran penting bagi timbulnya jerawat.
Susu tanpa laktosa yang terbuat dari kandungan nabati seperti susu kedelai, susu oat, susu almond, dan lainnya dapat menjadi alternatif bagi Genhype yang ingin mengonsumsi kopi susu.
Gula
Saat memesan kopi, apakah Genhype memilih opsi normal sugar, less sugar, atau bahkan no sugar? Banyak sekali studi mengenai hubungan gula dan jerawat yang menunjukkan bahwa keduanya memiliki kaitan yang erat.Semakin banyak gula yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula kadar gula darah dan insulin yang dilepaskan di dalam tubuh. Insulin memengaruhi IGF-1. Zat faktor hormon ini dapat meningkatkan sekresi androgen, meningkatkan produksi minyak, serta menyebabkan peradangan sehingga berperan penting dalam pertumbuhan jerawat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.