Merah Putih One For All. (Sumber gambar: Perfiki Kreasindo)

Animasi Merah Putih One For All Dapat Rating 1.0 & Panen Kritik di IMDb

20 August 2025   |   09:21 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Usai dikritik oleh banyak pihak hingga menjadi perbincangan di media sosial, film animasi Merah Putih One For All mendapat rating 1.0 di situs Internet Movie Database (IMDb). Ini merupakan rating terendah dari skala terbaik 10, di situs daring penyedia informasi film dan acara televisi global tersebut.

Berdasarkan pantauan Hypeabis.id pada Rabu (20/8/2025), Merah Putih One For All mendapat rating 1.0 dari total sekitar 3.400 pengguna yang memberikan rating kepada film tersebut di situs IMDb. Rating ini menjadi yang terendah dari skala penilaian maksimal yakni 10.
 
Sebagai perbandingan, film animasi Jumbo mendapatkan rating 8.1 dari total 3.031 pengguna yang memberikan penilaian. Sementara itu, Si Juki the Movie: Panitia Hari Akhir mendapatkan rating 5.3 dari 165 pengguna yang memberikan penilaian.
 

Poster Merah Putih One For All. (Sumber gambar: Perfiki Kreasindo)

Poster Merah Putih One For All. (Sumber gambar: Perfiki Kreasindo)

Tak hanya rating terendah, film Merah Putih One For All juga mendapat ulasan bernada kritik dari total 126 review, hingga dianggap sebagai film Indonesia terburuk sepanjang masa. Semua ulasan yang dilayangkan disertai dengan rating 1.0 dari audiens.
 
"Kualitasnya buruk, saya akan memberi nilai minus kalau bisa. Sungguh pemborosan uang dan penghinaan bagi animasi Indonesia. Saya juga memperhatikan beberapa karakter dicuri dan plot yang dihasilkan AI juga terlihat jelas. Saya sarankan kalian untuk tidak menonton ini, baik untuk bersenang-senang maupun untuk konten, karena sama sekali tidak layak ditonton," tulis salah satu reviewer.
 
"Kita semua sepakat film ini pantas mendapatkan rating satu. Tidak perlu penjelasan, tonton saja trailer-nya. Mimpi buruk. Malah, menurutku karya/tugas mahasiswa animasi semester awal jauh lebih bagus daripada ini. Film ini tampak belum selesai, bahkan tidak layak disebut storyboard," tulis yang lain.
 
"Film apaan sih ini? Filmnya jelek banget, ceritanya jelek banget, sulih suaranya jelek, dan alurnya bikin merinding sampai-sampai saya nggak bisa nonton tanpa meringis. Alurnya nggak masuk akal, karakternya nggak bernyawa, dan dialognya aneh. Jujur saja, film ini bahkan nggak pantas dapat satu bintang pun," tulis penonton lain.
 
"Ini lelucon mutlak untuk tahun 2025, dan tahu kan apa yang lucu, jaringan bioskop besar memutar film sampah ini. Animasinya buruk, naskahnya jelek, dan pengarahan seninya buruk. Cukup. Bahkan semua karakter dalam film ini tidak diciptakan secara orisinal. Untuk zaman ini, film ini seperti proyek siswa sekolah dasar, atau bahkan lebih buruk lagi," tulis yang lain.
 
Dari segi jumlah penonton, Merah Putih One For All kini menempati urutan terbawah di daftar film-film yang sedang diputar di bioskop Indonesia. Menurut data dari akun X @cinepoint_ per 18 Agustus 2025, Merah Putih One For All baru ditonton 2.276 orang. 
 
Di awal penayangannya pada 14 Agustus 2025, Merah Putih One For All ditonton 720 orang. Adapun, per Rabu, 20 Agustus 2025, Merah Putih One For All terpantau hanya mendapat slot tayang di satu bioskop yakni XXI Puri.
 


Rating rendah yang diberikan pada animasi Merah Putih One For All merupakan lanjutan dari kritik yang dilayangkan publik terhadap film tersebut. Seperti diketahui, beberapa hari jelang tayang di bioskop, film besutan rumah produksi Perfiki Kreasindo itu menuai sorotan hingga dikritik habis-habisan oleh warganet Indonesia.
 
Trailer filmnya mendapat komentar beragam, mulai dari kualitas animasi yang buruk, visual karakter yang dinilai tampak seram, seperti film lawas, cerita yang dangkal, hingga dibandingkan dengan film Jumbo yang dianggap sebagai salah satu animasi lokal terbaik.
 
Tak hanya trailer, poster Merah Putih One For All yang dirilis juga menuai kritik dari para netizen. Banyak yang menilai bahwa poster tersebut memiliki kualitas ala kadarnya, bahkan dianggap sebagai karya yang justru mempermalukan kualitas perfilman Indonesia.
 
Film tersebut disutradarai oleh Endiarto dan Bintang, serta diproduseri oleh Toto Soegirwo. Sementara jajaran pengisi suaranya yakni Neka, Yahya, Nabila Yasmin, Sky, Nathan, Billy, Kenneth, Rangga, Bintang, Vienkan Bahreys, dan Elsya H. Syarief. Film berdurasi 70 menit itu dilaporkan memakan biaya produksi hingga Rp6,7 miliar. 
 
Dari segi cerita, film Merah Putih One For All akan mengikuti kisah sekelompok anak dari berbagai etnis yang melakukan misi heroik yakni menyelamatkan bendera merah putih pusaka yang hilang secara misterius, tiga hari sebelum upacara kemerdekaan dimulai.
 
Dikisahkan, di sebuah desa yang tenang dalam semangat menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, sekelompok anak terpilih menjadi "Tim Merah Putih" untuk menjaga bendera pusaka, yaitu bendera yang selalu dikibarkan pada upacara 17 Agustus tiap tahunnya. Namun, tiga hari sebelum upacara, bendera itu hilang. 
 
Delapan anak dari berbagai latar belakang budaya, yakni Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa, bersatu dalam misi heroik: menyelamatkan bendera merah putih pusaka yang hilang secara misterius. 
 
Mereka harus mengatasi perbedaan, menembus sungai, hutan, dan badai, bahkan meredam ego masing-masing, demi satu tujuan mulia, mengibarkan bendera di Hari Kemerdekaan. Dengan keberanian, kerja sama, dan cinta Tanah Air, mereka menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah halangan, melainkan kekuatan.
 
Mereka memulai petualangan mencari bendera, menelusuri hutan, sungai, dan menghadapi konflik batin. Film Merah Putih: One For All disebut penuh dengan momen lucu, menegangkan, emosional, dan menggugah jiwa, sarat nilai persatuan, persahabatan, serta semangat cinta nasionalisme anak-anak Indonesia masa kini.

SEBELUMNYA

WAMI Klaim Sudah Bereskan Masalah Royalti dengan Ari Lasso

BERIKUTNYA

Elliot James Reay Batal Tampil di LaLaLa Festival 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: