Nadia Dari, Menyanyi dan Menyalakan Mimpi di Belantika Musik
18 August 2025 |
14:55 WIB
Di tengah ramainya industri musik Indonesia yang terus melanggengkan nama-nama lama, dan melahirkan sederet bakat baru, nama Nadia Dari muncul dengan pesona uniknya tersendiri. Dia hadir sebagai sosok penyanyi muda yang mendobrak batas kreativitas.
Nadia tidak berasal dari latar belakang pendidikan seni. Dia menempuh kuliah di bidang hukum, sebuah jalur yang secara sekilas tampak jauh dari panggung musik.
Namun, dengan suara yang khas, perempuan muda ini membuktikan jika ruan karya bisa lahir dari mana saja. Kemampuannya dalam menjembatani dunia akademik, musik, fesyen, dan bahkan hobi travelling ke dalam satu perjalanan artistik menjadi keunikannya tersendiri.
Baca juga: NIKI Jadi Penyanyi Indonesia Pertama Tembus Top 30 Global Spotify
Benih kecintaan pada musik sudah tumbuh sejak kecil. Ibunya sendiri melihat potensi Nadia sejak kecil, lalu mendorongnya ikut les vokal. “Dulu aku sampai nangis karena dipaksa ikut les nyanyi. Aku benar-benar nggak mau. Tapi ternyata lama-lama aku jadi nyaman,” kenangnya.
Meski awalnya terasa berat, dunia musik perlahan membuka pintunya. Dari sekadar bernyanyi iseng di rumah, Nadia mulai menyalurkan bakatnya ke dalam karya yang lebih serius. Single pertamanya, "Morning Birds" menjadi pintu masuk Nadia ke industri musik sekaligus penanda bahwa dia siap melangkah lebih jauh.
Perjalanan musiknya berlanjut dengan hadirnya single kedua berjudul "Galaksi". Di lagu ini Nadia benar-benar menulis sendiri lirik lagunya, yang lahir dari manifestasinya terhadap keindahan luar angkasa. Di sinilah dia merasa benar-benar menemukan suaranya sebagai musisi.
“Pas aku nulis Galaksi itu, aku lagi berada di titik merasa sendirian. Tapi akhirnya aku sadar bahwa keluargaku dan teman-temanku selalu ada. Mereka seperti bintang-bintang dalam galaksi, berbeda tapi saling melengkapi,” ujarnya.
Tak heran jika "Galaksi" menjadi karya paling personal dan memorable baginya. Adapun sampai saat ini, Nadia telah merilis tiga single dengan karya terakhir berjudul "Di Jalan-Mu".
Jika "Morning Birds" terasa manis sebagai perkenalan, dan "Galaksi" penuh kejujuran emosional, maka "Di Jalan-Mu" menunjukkan sisi spiritualitas yang lebih dewasa tentang hubungan manusia dan Tuhan. Lagu ketiganya menjadi penegasan bahwa Nadia ingin lagu-lagunya memiliki nilai dan makna.
Dalam hal musikalitas, Nadia mengaku banyak terinspirasi oleh musisi pop folk dan indie yang menekankan kejujuran dalam penulisan lirik. Dia mengidolakan Tulus dan Raisa dari Indonesia, sementara dari mancanegara, Taylor Swift dan Olivia Rodrigo menjadi panutannya.
Dia juga kerap menyebut penyanyi legendaris Whitney Houston, hingga Chrisye sebagai figur yang membuatnya percaya bahwa musik bisa menyentuh hati siapa saja lintas generasi.
Meski baru menapaki karier, Nadia sudah memiliki visi yang jelas tentang masa depannya. Dia ingin terus menulis lagu yang jujur, membangun koneksi lebih luas dengan pendengar, dan suatu hari nanti bisa tampil di panggung-panggung besar baik di dalam negeri maupun internasional. “Aku enggak takut untuk bermimpi tinggi, tapi aku tahu kalau mau terbang tinggi, usahanya juga harus tinggi,” ucapnya.
Harapan itu sejalan dengan pesannya untuk generasi muda yang juga ingin terjun ke dunia musik. “Jangan takut dan pede aja. Setiap musisi punya market-nya sendiri. Jadi jangan khawatir nggak akan diterima, karena musik selalu menemukan pendengarnya,” tuturnya.
Baca juga: Profil Anggun C. Sasmi, Penyanyi Indonesia yang Melejit di Kancah Musik Dunia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Nadia tidak berasal dari latar belakang pendidikan seni. Dia menempuh kuliah di bidang hukum, sebuah jalur yang secara sekilas tampak jauh dari panggung musik.
Namun, dengan suara yang khas, perempuan muda ini membuktikan jika ruan karya bisa lahir dari mana saja. Kemampuannya dalam menjembatani dunia akademik, musik, fesyen, dan bahkan hobi travelling ke dalam satu perjalanan artistik menjadi keunikannya tersendiri.
Baca juga: NIKI Jadi Penyanyi Indonesia Pertama Tembus Top 30 Global Spotify
Benih kecintaan pada musik sudah tumbuh sejak kecil. Ibunya sendiri melihat potensi Nadia sejak kecil, lalu mendorongnya ikut les vokal. “Dulu aku sampai nangis karena dipaksa ikut les nyanyi. Aku benar-benar nggak mau. Tapi ternyata lama-lama aku jadi nyaman,” kenangnya.
Meski awalnya terasa berat, dunia musik perlahan membuka pintunya. Dari sekadar bernyanyi iseng di rumah, Nadia mulai menyalurkan bakatnya ke dalam karya yang lebih serius. Single pertamanya, "Morning Birds" menjadi pintu masuk Nadia ke industri musik sekaligus penanda bahwa dia siap melangkah lebih jauh.
Perjalanan musiknya berlanjut dengan hadirnya single kedua berjudul "Galaksi". Di lagu ini Nadia benar-benar menulis sendiri lirik lagunya, yang lahir dari manifestasinya terhadap keindahan luar angkasa. Di sinilah dia merasa benar-benar menemukan suaranya sebagai musisi.
“Pas aku nulis Galaksi itu, aku lagi berada di titik merasa sendirian. Tapi akhirnya aku sadar bahwa keluargaku dan teman-temanku selalu ada. Mereka seperti bintang-bintang dalam galaksi, berbeda tapi saling melengkapi,” ujarnya.
Tak heran jika "Galaksi" menjadi karya paling personal dan memorable baginya. Adapun sampai saat ini, Nadia telah merilis tiga single dengan karya terakhir berjudul "Di Jalan-Mu".
Jika "Morning Birds" terasa manis sebagai perkenalan, dan "Galaksi" penuh kejujuran emosional, maka "Di Jalan-Mu" menunjukkan sisi spiritualitas yang lebih dewasa tentang hubungan manusia dan Tuhan. Lagu ketiganya menjadi penegasan bahwa Nadia ingin lagu-lagunya memiliki nilai dan makna.
Pop Folk yang Menginspirasi

Nadia Dari (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)
Dia juga kerap menyebut penyanyi legendaris Whitney Houston, hingga Chrisye sebagai figur yang membuatnya percaya bahwa musik bisa menyentuh hati siapa saja lintas generasi.
Meski baru menapaki karier, Nadia sudah memiliki visi yang jelas tentang masa depannya. Dia ingin terus menulis lagu yang jujur, membangun koneksi lebih luas dengan pendengar, dan suatu hari nanti bisa tampil di panggung-panggung besar baik di dalam negeri maupun internasional. “Aku enggak takut untuk bermimpi tinggi, tapi aku tahu kalau mau terbang tinggi, usahanya juga harus tinggi,” ucapnya.
Harapan itu sejalan dengan pesannya untuk generasi muda yang juga ingin terjun ke dunia musik. “Jangan takut dan pede aja. Setiap musisi punya market-nya sendiri. Jadi jangan khawatir nggak akan diterima, karena musik selalu menemukan pendengarnya,” tuturnya.
Baca juga: Profil Anggun C. Sasmi, Penyanyi Indonesia yang Melejit di Kancah Musik Dunia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.