25 Persen Milenial dan Gen Z Rutin Coba Makanan Viral Tiap Bulan
18 August 2025 |
15:00 WIB
Perusahaan riset Populix mengungkap perilaku masyarakat Indonesia, terutama di kalangan Milenial dan Gen Z terhadap fenomena kuliner kekinian. Hasil survei itu terangkum dalam laporan Millennials & Gen Z Report: Exploring the Hip F&B Phenomenon yang dirilis pertengahan Agustus 2025.
Survei yang melibatkan 1.100 responden tersebut menemukan bahwa secara frekuensi, 25 persen generasi muda mencoba makanan/minuman kekinian baru setidaknya sebulan sekali.
Sementara 24 persen responden mengaku akan mencoba kuliner kekinian hanya kalau terlihat menarik atau tren di media sosial. Kemudian 21 persen dari mereka menyebut jarang mencoba karena lebih nyaman dengan opsi makanan/minuman yang familiar.
Lalu, 12 persen dari responden mengaku akan mencicipi kuliner kekinian setiap kali ada tren baru, sementara 8 persen lainnya mengaku hanya mencobanya beberapa bulan sekali, dan 7 persen dari mereka akan mencicipinya jika direkomendasikan oleh teman atau keluarga. Adapun, 3 persen sisanya menyatakan tidak tertarik untuk mencoba kuliner kekinian.
Baca juga: Deretan Kafe Viral di Kawasan Blok M, Referensi Nongkrong Kalcer
Baca juga: Deretan Kafe Viral di Kawasan Blok M, Referensi Nongkrong Kalcer
Menariknya, generasi Milenial terutama laki-laki lebih reaktif untuk mencoba tren baru makanan dan minuman kekinian. Sebanyak 14 persen responden laki-laki mengaku akan mencoba setiap kali ada tren makanan/minuman baru, dan 29 persen dari mereka mengaku akan mengeksplorasi rasa baru setidaknya sebulan sekali.
"Kerap kali dinilai lebih cuek, ternyata menurut penelitian terbaru Populix kaum laki-laki cenderung lebih gercep dalam urusan mencoba tren kuliner kekinian," kata Indah Tanip, VP of Research Populix.
Sementara itu, hasil survei menemukan bahwa perempuan cenderung akan mencoba kuliner kekinian hanya kalau terlihat menarik atau menjadi tren di media sosial alias FOMO, sebagaimana diakui oleh 30 persen responden perempuan.
Fear of missing out atau FOMO yang berarti takut ketinggalan, ialah perasaan khawatir atau cemas ketika merasa tertinggal dari pengalaman, tren, atau informasi yang sedang terjadi di sekitarnya, khususnya yang banyak dibicarakan atau terlihat di media sosial.
Lain halnya dengan kalangan Gen Z yang justru lebih selektif terkait frekuensi mereka dalam mencoba makanan atau minuman kekinian. Sebanyak 26 persen dari mereka mengaku sebulan sekali akan mencicipinya, bahkan 10 persen responden lainnya mengaku akan mencobanya beberapa bulan sekali saja.
"Apabila dilihat dari sisi generasi, Milenial cenderung lebih tertarik mencoba makanan dan minuman kekinian baru. Berbeda dengan Gen Z yang ternyata lebih kalem dalam menyikapinya, bahkan cenderung mengeksplorasi tren baru sekali saja dalam kurun waktu beberapa bulan," ujar Indah.
Faktor Milenial & Gen Z Coba Kuliner Kekinian
Hasil survei juga mengungkap faktor-faktor utama yang mendorong generasi muda di Indonesia untuk mencoba kuliner baru. Sebanyak 43 persen responden yang didominasi oleh Milenial mengaku harga terjangkau menjadi faktor pertama yang menarik mereka.
Disusul dengan faktor bahan dan rasa yang unik sebagaimana diakui 28 persen responden, viral di media sosial (27 persen) dan rekomendasi teman atau keluarga (26 persen). Sementara 13 persen responden yang didominasi Gen Z cenderung lebih tertarik pada kemasan atau tampilan makanan/minuman yang menarik.
Tak lupa, rekomendasi influencer atau food blogger juga menjadi faktor pendorong sebagaimana diakui 13 persen responden, dan ketersediaan di aplikasi pesan antar yang turut jadi pertimbangan 10 persen responden.
Indah menuturkan hasil survei menunjukkan konsumen muda cenderung masih lebih percaya dengan rekomendasi orang terdekat ketimbang influencer maupun food blogger. Meskipun rekomendasi influencer maupun food blogger cukup berpengaruh, generasi muda jauh lebih memercayai rekomendasi orang terdekat, seperti teman atau keluarga mereka.
Menururnya, hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun dorongan eksternal menyumbang pengaruh, pada akhirnya pengalaman pelanggan yang menjadi faktor utama langgengnya sebuah usaha kuliner. "Harapannya temuan-temuan di atas dapat mendukung pengembangan usaha-usaha kuliner di Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Kaleidoskop 2024: Daftar Makanan Viral Sepanjang Tahun, Ada Cromboloni Sampai Jamur Salju
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Baca juga: Kaleidoskop 2024: Daftar Makanan Viral Sepanjang Tahun, Ada Cromboloni Sampai Jamur Salju
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.