Mengenal Istilah Neurodivergent, Cara Kerja Otak yang Dianggap ‘Tidak Normal’
13 August 2025 |
19:30 WIB
Manusia merupakan makhluk hidup dengan ragam keunikan, termasuk cara otak memproses informasi. Seseorang dengan cara kerja otak berbeda dibandingkan yang dianggap normal oleh sebagian pihak bukan berarti memiliki kelainan. Keragaman cara kerja otak manusia biasa disebut neurodivergent.
Mengutip Helpguide, istilah neurodivergent merupakan kata yang diambil konsep “neurodiversity” yang dicetukan oleh Judy Singer pada 1997. Konsep ini mengakui perbedaan dalam otak manusia. Alih-alih menganggap orang-orang dengan perbedaan perkembangan saraf seperti, autisme, ADHD, atau disleksia “tidak normal” atau perlu “diperbaiki”, neurodiversity menerima bahwa terdapat perbedaan alami yang dimiliki manusia.
Baca juga: 4 Mitos tentang ADHD, Bukan Sekadar Kurang Motivasi Apalagi Malas
Orang-orang mempunyai cara berpikir, belajar, berkomunikasi, dan memproses berbagai hal tersebut dengan cara yang berbeda-beda dan tidak ada yang salah dengan hal tersebut.
Kondisi neurodivergent membuat seseorang mengalami sesuatu yang berbeda dengan cara kerja otak yang mungkin tidak diduga oleh orang lain. Misalnya, saat seseorang memiliki fokus terhadap sesuatu dalam jangka waktu yang lama atau saat seseorang mempunyai gaya komunikasi dan pengalaman sensorik yang tidak sama persis dengan orang lain pada umumnya.
Namun, perbedaan ini bukan berarti buruk atau tidak normal, beberapa peneliti bahkan berpendapat bahwa “otak normal” itu tidak ada.
Kita mesti belajar bagaimana menghargai perbedaan untuk mengurangi prasangka sosial untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan berdaya. Untuk mengetahui jenis-jenis keadaan yang termasuk ke dalam istilah neurodivergent, simak daftar berikut ini.
Keadaan ini memiliki ciri-ciri seperti kepekaan sensorik, minat yang sempit, perilaku repetitif, serta kesulitan dalam komunikasi sosia, seperti membaca isyarat nonverbal.
Dalam keadaan ini, seseorang akan kesulitan membaca, berhitung, dan menulis. Selain itu, terdapat perbedaan lain dengan istilah dyspraxia, di mana terdapat perbedaan gerakan dan koordinasi fisik pada seseroang.
Hal ini terjadi ketika otak kesulitan menerima, menafsirkan, atau mengatur informasi dari indera tubuh. Misalnya, saat ada bau tertentu dan seseorang kurang responsif terhadap hal itu.
Sebenarnya masih banyak jenis kondisi lain yang mungkin termasuk ke dalam kategori neurodivergent, hal ini selaras dengan perkembangan pengertian istilah neurodivergent dalam persepsi masyarakat.
Selain itu terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh orang-orang yang mengalami keadaan neurodivergent, seperti tantangan sosial dalam menghadapi stigma dari masyarakat, tantangan dalam menempuh pendidikan di lingkungan kelas tradisional.
Tantangan di tempat kerja di mana banyak perusahaan yang menolak seseorang dengan keadaan neurodivergent dan menganggap hal tersebut merupakan kelemahan seseorang.
Baca juga: Mengenal Gejala, Penyebab & Terapi Disleksia pada Anak
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mengutip Helpguide, istilah neurodivergent merupakan kata yang diambil konsep “neurodiversity” yang dicetukan oleh Judy Singer pada 1997. Konsep ini mengakui perbedaan dalam otak manusia. Alih-alih menganggap orang-orang dengan perbedaan perkembangan saraf seperti, autisme, ADHD, atau disleksia “tidak normal” atau perlu “diperbaiki”, neurodiversity menerima bahwa terdapat perbedaan alami yang dimiliki manusia.
Baca juga: 4 Mitos tentang ADHD, Bukan Sekadar Kurang Motivasi Apalagi Malas
Orang-orang mempunyai cara berpikir, belajar, berkomunikasi, dan memproses berbagai hal tersebut dengan cara yang berbeda-beda dan tidak ada yang salah dengan hal tersebut.
Kondisi neurodivergent membuat seseorang mengalami sesuatu yang berbeda dengan cara kerja otak yang mungkin tidak diduga oleh orang lain. Misalnya, saat seseorang memiliki fokus terhadap sesuatu dalam jangka waktu yang lama atau saat seseorang mempunyai gaya komunikasi dan pengalaman sensorik yang tidak sama persis dengan orang lain pada umumnya.
Namun, perbedaan ini bukan berarti buruk atau tidak normal, beberapa peneliti bahkan berpendapat bahwa “otak normal” itu tidak ada.
Kita mesti belajar bagaimana menghargai perbedaan untuk mengurangi prasangka sosial untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan berdaya. Untuk mengetahui jenis-jenis keadaan yang termasuk ke dalam istilah neurodivergent, simak daftar berikut ini.
Autism (ASD)
Keadaan ini memiliki ciri-ciri seperti kepekaan sensorik, minat yang sempit, perilaku repetitif, serta kesulitan dalam komunikasi sosia, seperti membaca isyarat nonverbal.Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
Kita mungkin sering mendengar istilah ADHD di beberapa kesempatan, keadaan ini mempunyai tanda-tanda seperti kesulitan mengatur perhatian (sangat pelupa atau sulit fokus), hiperaktif (sangat gelisah), serta impulsivitas.
Disleksia dan perbedaan cara belajar lainnya
Dalam keadaan ini, seseorang akan kesulitan membaca, berhitung, dan menulis. Selain itu, terdapat perbedaan lain dengan istilah dyspraxia, di mana terdapat perbedaan gerakan dan koordinasi fisik pada seseroang.
Sensory processing disorder
Hal ini terjadi ketika otak kesulitan menerima, menafsirkan, atau mengatur informasi dari indera tubuh. Misalnya, saat ada bau tertentu dan seseorang kurang responsif terhadap hal itu.Sebenarnya masih banyak jenis kondisi lain yang mungkin termasuk ke dalam kategori neurodivergent, hal ini selaras dengan perkembangan pengertian istilah neurodivergent dalam persepsi masyarakat.
Selain itu terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh orang-orang yang mengalami keadaan neurodivergent, seperti tantangan sosial dalam menghadapi stigma dari masyarakat, tantangan dalam menempuh pendidikan di lingkungan kelas tradisional.
Tantangan di tempat kerja di mana banyak perusahaan yang menolak seseorang dengan keadaan neurodivergent dan menganggap hal tersebut merupakan kelemahan seseorang.
Baca juga: Mengenal Gejala, Penyebab & Terapi Disleksia pada Anak
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.