Sejumlah kendaraan melintasi tol cimanggis cibitung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat , Sabtu (14/3/2026). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Abdurachman)

Tip Aman Perjalanan Mudik Lebaran bagi Pengidap Gangguan Irama Jantung

17 March 2026   |   17:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Perjalanan mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, bagi pengidap gangguan irama jantung atau aritmia, perjalanan jauh, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, memerlukan persiapan ekstra agar kondisi kesehatan tetap terjaga selama perjalanan.

Aritmia adalah gangguan pada irama atau detak jantung yang ditandai dengan detak terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada impuls listrik jantung, yang dapat menimbulkan gejala seperti palpitasi (jantung berdebar), pusing, pingsan, hingga sesak napas. 

Baca juga: Tips Tetap Prima Saat Mudik Lebaran agar Perjalanan Nyaman dan Aman

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Heartology Cardiovascular Hospital Dicky Armein Hanafy mengatakan pasien dengan aritmia sebenarnya tetap dapat bepergian, termasuk melakukan perjalanan jauh, selama kondisi jantungnya stabil dan terkontrol.

“Sebagian besar pasien aritmia tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman. Namun faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau terlambat minum obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing,” jelas dr. Dicky.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengidap aritmia sebelum mudik. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Pastikan kondisi jantung stabil sebelum berangkat
Sebelum merencanakan perjalanan jarak jauh, penderita aritmia sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawatnya. Langkah ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jantung secara menyeluruh dan memastikan tidak ada masalah yang berpotensi muncul selama perjalanan.

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter juga dapat memastikan bahwa terapi yang dijalani sudah tepat dan obat-obatan yang dikonsumsi bekerja secara optimal. Dengan kondisi yang terpantau dan stabil, risiko gangguan irama jantung selama perjalanan dapat diminimalkan.

2. Jangan melewatkan obat
Selama bepergian, pasien aritmia perlu memastikan obat-obatan yang biasa dikonsumsi selalu tersedia. Persediaan obat sebaiknya dibawa lebih dari kebutuhan harian untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan perjalanan atau perubahan jadwal.

Konsumsi obat secara rutin sesuai anjuran dokter menjadi kunci penting untuk menjaga kestabilan irama jantung. Melewatkan dosis obat dapat meningkatkan risiko kambuhnya gejala atau gangguan irama jantung selama perjalanan.

3. Hindari kelelahan dan kurang tidur
Perjalanan jauh sering kali membuat waktu istirahat menjadi berkurang, baik karena jadwal yang padat maupun kondisi perjalanan itu sendiri. Padahal, tubuh yang terlalu lelah atau kurang tidur dapat memicu gangguan pada ritme jantung pada sebagian penderita aritmia.

Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk tetap menjaga waktu tidur yang cukup serta menghindari aktivitas yang terlalu melelahkan. Dengan tubuh yang tetap bugar dan beristirahat cukup, risiko kambuhnya aritmia selama perjalanan dapat ditekan.

4. Jaga hidrasi dan pola makan
Menjaga asupan cairan selama perjalanan merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat memberikan beban tambahan bagi tubuh dan berpotensi memperburuk kondisi jantung.

Selain itu, pasien juga disarankan memperhatikan pola makan dan minuman yang dikonsumsi. Minuman berkafein atau minuman berenergi sebaiknya dibatasi karena dapat memicu jantung berdebar dan memengaruhi kestabilan irama jantung.

5. Lakukan istirahat secara berkala
Bagi pasien yang menempuh perjalanan darat dalam waktu lama, berhenti untuk beristirahat secara berkala sangat dianjurkan. Istirahat singkat setiap beberapa jam membantu tubuh tetap rileks dan mengurangi kelelahan selama perjalanan.

Saat berhenti, lakukan peregangan ringan atau berjalan sebentar agar aliran darah tetap lancar. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga sirkulasi darah sekaligus membuat tubuh lebih segar sebelum melanjutkan perjalanan.

6. Berlatih Respons Cepat
Dalam situasi tertentu, penderita aritmia dapat merasakan keluhan saat sedang bepergian, seperti jantung berdebar cepat, pusing, atau sesak napas. Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk mengetahui langkah-langkah awal yang dapat dilakukan agar gejala tersebut dapat segera ditangani.

Beberapa langkah awal yang bisa dilakukan ialah segera berhenti beraktivitas dan duduk atau berbaring dengan tenang. Tarik napas dalam secara perlahan untuk membantu menenangkan denyut jantung.

Pada beberapa jenis aritmia tertentu, manuver vagal sederhana seperti mengejan ringan atau batuk dapat membantu menormalkan kembali irama jantung. Lalu, minum air putih untuk membantu mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk gejala.

Namun, apabila keluhan tidak membaik, semakin berat, atau disertai nyeri dada, sesak berat, atau pingsan, pasien harus segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

One Battle After Another Dominasi Oscar 2026 dengan 6 Piala, Cek Daftar Lengkap Pemenangnya

BERIKUTNYA

Film Konser Legendaris John Lennon dan Yoko Ono Akan Tayang Kembali di Bioskop Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga