Ari Lasso (Sumber Foto: Instagram/@ari_lasso)

Biografi Ari Lasso, Perjalanan Bermusik dari Dewa 19 hingga Legenda Solois Indonesia

13 August 2025   |   10:08 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Ari Lasso dikenal sebagai musisi senior Indonesia yang karya-karyanya mampu melampaui batas generasi, menyentuh hati pendengar dari era 90-an hingga masa kini. Sejak masa kejayaannya bersama Dewa 19 hingga karier solonya yang cemerlang, Ari tak pernah kehilangan tempat di hati pecinta musik tanah air. 

Ari Bernardus Lasso lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 17 Januari 1973, dari pasangan Bartholomeus B. Lasso dan Sri Noerhida. Memiliki darah Minahasa dan Toraja, Ari tumbuh di lingkungan keluarga yang hangat namun disiplin. 

Ketertarikannya pada musik sudah ada sejak kecil dan bakat itu semakin terasah ketika dia memasuki masa remaja di Surabaya. Di SMA Negeri 2 Surabaya, Ari mulai aktif bermusik bersama teman-temannya, membentuk grup kecil yang kemudian menjadi cikal bakal perjalanan panjangnya di industri musik. 

Baca Juga: Jenis Karya Musik dan Lagu yang Bebas Royalti Menurut UU Hak Cipta

Bersama Wawan Juniarso dan Piyu, Ari membentuk Outsider Band, sebelum akhirnya bergabung dengan grup Down Beat yang berubah nama menjadi Dewa 19 bersama Ahmad Dhani, Andra Junaidi, Wawan, dan Erwin Prasetya.

Perjalanan bersama Dewa 19 menandai awal popularitasnya. Album debut Kangen yang dirilis pada 1993 langsung melejit dan memenangikan penghargaan Album Terbaik versi BASF. Prestasi tersebut menempatkan nama Ari Lasso sebagai salah satu vokalis dengan karakter suara yang khas di Indonesia. 

Sayangnya, setelah perilisan album Pandawa Lima pada 1997, hubungan Ari Lasso dengan Dewa 19 mulai mengalami keretakan, terutama setelah dia terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. 

Ketika proses penggarapan album Bintang Lima, Ari memutuskan mengundurkan diri sebagai vokalis, dan posisinya kemudian digantikan oleh Once Mekel. Sebelumnya, Ari sempat merekam vokal untuk lagu Roman Picisan dan Lagu Cinta dalam album tersebut. 

Namun, karena dia menghilang tanpa kabar dan tidak dapat dihubungi untuk melanjutkan proses produksi serta menentukan masa depannya bersama Dewa 19, kedua lagu itu akhirnya direkam ulang dengan Once sebagai vokalis.

Setelah menjalani rehabilitasi dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, Ari kembali ke dunia musik. Pada 2001, dia merilis album solo perdananya, Sendiri Dulu, yang terjual lebih dari 500.000 kopi.

Album berikutnya, Keseimbangan (2003), bahkan meraih penjualan lebih dari 800.000 kopi. Kesuksesan ini berlanjut lewat album Kulihat, Kudengar, Kurasa (2004), Selalu Ada (2006), hingga The Best of Ari Lasso (2007) yang menampilkan kolaborasi dengan Bunga Citra Lestari. 

Pada 2012, Ari Lasso merilis album bertajuk Yang Terbaik, yang dipasarkan secara eksklusif di gerai KFC di seluruh Indonesia. Album ini berisi delapan lagu pilihan dari lima album studionya sebelumnya, ditambah enam lagu terbaru berjudul Kisah Kita, Karena Aku Tlah Denganmu, Cintailah Aku Sepenuh Hati, Satu Cinta, Doa Untuk Cinta, dan Cinta Adalah Misteri. 

Dua tahun kemudian, pada 18 Juli 2014, Ari meluncurkan single terbaru berjudul Kamu Egois, yang secara resmi diputar serentak di 76 stasiun radio di seluruh Indonesia.

Setelah lama tak merilis lagu baru, pada 2021 dia meluncurkan sebuah single berjudul Malaikat Itu Nyata. Karya ini diciptakan oleh Ahmad Fredy yang juga merupakan pencipta dari hits single Anji berjudul Bidadari Tak Bersayap dan lagu dari Cakra Khan Kekasih Bayangan.

Lagu barunya itu sangat berarti baginya dan menjadi semangat baru setelah melewati masa sulit, termasuk saat terkena COVID-19 dan menjalani operasi pengangkatan kanker limpa. Malaikat Itu Nyata akhirnya dirilis secara resmi setelah berbagai hambatan yang sempat menghalangi proses produksi.

Kemudian pada 14 Juni 2024, Ari meluncurkan album Ari Lasso dalam versi audio remastered dan vinyl. Album ini menampilkan rangkuman perjalanan musiknya dengan kualitas audio yang lebih jernih, diproses langsung oleh sang pemenang Grammy, Randy Merrill, di Sterling Sound, New Jersey.

Belakangan ini nama Ari Lasso menjadi perbincangan. Pada awal Agustus 2025, dia mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem distribusi royalti yang dikelola Wahana Musik Indonesia (WAMI). Ari Lasso menerima laporan royalti dengan nominal yang dinilai sangat kecil, sekitar Rp700 ribu dan yang lebih mengejutkan, laporan itu bahkan mencantumkan nama penerima lain. 

Ari menilai hal ini sebagai bukti buruknya manajemen WAMI, sehingga Dia mendesak lembaga negara seperti BPK, KPK, atau Bareskrim untuk melakukan audit menyeluruh. Pihak WAMI kemudian merespons dengan mengakui adanya kesalahan teknis pada pengiriman data.

Kasus ini memicu Ari untuk mengajak musisi lain berdialog langsung dengan WAMI demi mendorong transparansi. Menariknya, dia juga membuat keputusan untuk membebaskan seluruh lagunya agar dapat diputar atau dibawakan secara bebas di kafe, acara pernikahan, hingga panggung kecil lainnya. 

Baca Juga: Ahmad Dhani Gratiskan Lagu Dewa 19 untuk Diputar di Restoran Besar

SEBELUMNYA

5 Drama Korea Tayang Agustus dengan Rating Tertinggi, Law and the City sampai The Nice Guy

BERIKUTNYA

Jenis Karya Musik dan Lagu yang Bebas Royalti Menurut UU Hak Cipta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga