CEO Jazz Gunung Indonesia Bagas Indyatmono (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Jazz Gunung Indonesia Selalu Bayar Royalti, CEO: Bentuk Penghargaan untuk Musisi

09 August 2025   |   10:44 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah isu soal pembayaran royalti yang tengah ramai dibicarakan, CEO Jazz Gunung Indonesia Bagas Indyatmono memastikan pihaknya selalu taat terhadap aturan tersebut. Sebab, bagi Bagas, membayar royalti tidak sekadar formalitas dan aturan hukum, tetapi juga bagian dari bentuk penghargaan kepada para musisi dan pencipta karya.

Bagas mengatakan di Jazz Gunung pihaknya selalu memastikan pembayaran royalti dilakukan dengan benar. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia musik, dirinya tak ingin festival yang dibesarkannya sejak 17 tahun yang lalu itu justu mengkhianati industrinya. Oleh karena itu, pembayaran royalti merupakan komitmen abadi sebagai bagian dari etika industri musik yang sehat.

"Jazz Gunung Indonesia selalu bayar royalti sih. Jadi, setiap penyelenggaraan kita selalu hitung,” katanya kepada Hypeabis.id.

Baca Juga: BRI Jazz Gunung Ijen Hadirkan Dua Panggung, Sajikan Musik & Pesta UMKM dalam Satu Rangkaian

Menurut Bagas, Jazz Gunung memiliki sistem tersendiri untuk memastikan semua proses berjalan transparan dan tertib. Tahap pertama dilakukan dengan merapikan song list atau daftar lagu yang dibawakan para musisi di atas panggung. Dengan begitu, catatan siapa menyanyi apa menjadi lebih jelas.

Tahap berikutnya adalah pengelolaan data penonton dari aspek tiket. Panitia membagi kategori tiket menjadi berbayar, gratis, dan undangan. Seluruh data tersebut direkap secara rapi untuk menjadi acuan perhitungan royalti. Dengan sistem ini, angka yang dilaporkan menjadi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagas menekankan bahwa ketertiban ini lahir dari kesadaran akan pentingnya saling mendukung dalam satu ekosistem musik. Jazz Gunung bertemu langsung dengan para musisi, sehingga hubungan yang terjalin bukan hanya profesional, tetapi juga kekeluargaan.

“Kita selalu tertib terkait royalti karena memang kita di satu ekosistem yang sama, jadi harus saling mendukung,” ujarnya.

Bagi Jazz Gunung, keindahan musik tak hanya terdengar di atas panggung, tetapi juga tercermin dalam cara mereka menghargai setiap nada yang dimainkan. Dengan mekanisme yang jelas dan rapi, setiap pihak yang terlibat bisa merasakan manfaatnya. Musisi pun dapat tampil dengan tenang karena hak mereka terjamin.

BRI Jazz Gunung Series 3: Ijen digelar pada Sabtu, 9 Agustus 2025 di Amfiteater Taman Gandrung Terakota (TGT), Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Berada di kaki Gunung Ijen, lokasi ini menghadirkan panggung terbuka dengan panorama alam yang memukau.

Deretan musisi yang akan tampil pun terbilang istimewa. Penonton akan disuguhkan beberapa penampilan yang akan jadi sorotan, seperti The Aartsen ft. Adam Zagorski, Irsa Destiwi Trio, Duo Empat, dan Kevin Yosua Trio ft. Fabien Mary. Kehadiran musisi lintas negara ini diharapkan menghadirkan kolaborasi musik yang segar, memadukan warna jazz Indonesia dengan sentuhan internasional.

Selain musiknya, daya tarik Jazz Gunung Ijen terletak pada atmosfernya yang memadukan seni, budaya, dan alam. Penonton bisa menikmati alunan jazz di udara sejuk pegunungan, disertai pemandangan hamparan sawah dan latar pegunungan yang magis. Konsep ini menjadikan Jazz Gunung Ijen bukan hanya sebuah konser, melainkan juga perjalanan menikmati seni dengan cara yang berbeda.

Baca Juga: Ahli Hukum Kadri Mohamad: Pusat Data Lagu & Teknologi Jadi Solusi Soal Royalti

SEBELUMNYA

Artefak Batu Berusia 1 Juta Tahun Ditemukan di Sulawesi, Arkelog Duga Milik Kerabat Manusia “Hobbit”

BERIKUTNYA

10 Film Bertema Kemerdekaan Indonesia, Merah Putih sampai Perang Kota

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga