BRI Jazz Gunung Ijen Hadirkan Dua Panggung, Sajikan Musik & Pesta UMKM dalam Satu Rangkaian
09 August 2025 |
10:18 WIB
Setelah mencatat kesuksesan pada Jazz Gunung Series 1 dan 2 yang digelar di Bromo, Jazz Gunung kini siap melanjutkan perjalanannya ke seri ketiga yang digelar di Ijen. Event yang akan berlangsung di Taman Gandrung Terakota (TGT) menjadi bagian akhir dari rangkaian trilogi Jazz Gunung 2025.
Sebelumnya, dua gelarannya di Bromo berhasil menarik perhatian besar, dengan jumlah pengunjung yang mendekati angka 12 ribu orang. Pekan ini, giliran Banyuwangi yang akan menjadi sorotan para pencinta musik jazz.
Berbeda dari edisi sebelumnya, kali ini Jazz Gunung Ijen menghadirkan dua panggung pertunjukan. Satu panggung utama akan tetap berada di Amfiteater Taman Gandrung Terakota (TGT), sedangkan satu panggung lagi hadir di area UMKM dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
Baca Juga: Cerita di Balik Kolaborasi Musisi Lokal & Internasional di BRI Jazz Gunung Ijen
Panggung gratis tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, siapa saja dapat datang dan menikmati pertunjukan musik jazz tanpa dipungut biaya. Beberapa grup lokal ternama juga telah disiapkan untuk tampil di sini, di antaranya ialah Surabaya Pahlawan Jazz dan Jazz Patrol Kawitan.
Sementara itu, panggung utama yang berbayar sejumlah kolaborasi spesial juga telah siap ditampilkan. Dimulai dari The Aartsen, band jazz keluarga yang terdiri dari Nita, Alexander, Brandon, dan Michael, yabg akan tampil bersama drummer asal Polandia, Adam Zagorski. Kolaborasi lintas negara ini menjanjikan permainan yang memikat.
Kevin Yosua Trio, yang beranggotakan Kevin Yosua, Rio Manuel, dan Hansen Arief, juga akan tampil bersama Fabien Mary, trumpetist asal Prancis. Pertemuan dua gaya musik berbeda ini diperkirakan akan menghadirkan aransemen yang segar dan unik.
Suliyana, penyanyi tradisional Jawa dengan suara khas, akan berkolaborasi dengan Glam Orchestra. Pertunjukan mereka akan menjadi perpaduan menarik antara nuansa lokal yang kental dengan sentuhan orkestra modern.
Selain itu, ada penampilan dari Duo Dua Empat yang dikenal dengan harmoni musik hangat dan jazzy yang ringan tapi sarat makna. Energi panggung mereka selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Tak ketinggalan, Irsa Destiwi Trio akan memadukan jazz dengan musik klasik lewat permainan piano yang penuh emosi dan harmonisasi
CEO Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono mengatakan edisi Ijen kali ini memang cukup spesial. Dengan adanya dua panggung, pihaknya ingin memperluas jangkauan penonton, baik dari kalangan penggemar jazz maupun masyarakat umum.
Konsep ini sekaligus menjadi ajang memperkenalkan jazz sebagai musik yang lebih inklusif, merakyat, dan dapat dinikmati oleh semua lapisan. Dengan demikian, musik jazz bisa tetap menemukan penggemar-penggemar barunya.
Selain menampilkan musik jazz, acara ini juga menghadirkan area khusus untuk UMKM lokal. Di sana, pengunjung bisa melihat langsung berbagai produk buatan warga Banyuwangi.
Ada banyak kerajinan tangan yang unik dan menarik. Selain itu, tersedia juga aneka makanan khas daerah yang bisa dinikmati sambil menonton pertunjukan musik.
Sementara itu, Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Pemimpin Cabang BRI Banyuwangi, Yudhi Romansyah, menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam acara ini adalah wujud dukungan festival dan BRI terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Partisipasi pelaku usaha kecil dinilai penting untuk mendorong geliat ekonomi di daerah.
Selain itu, sebagai sponsor resmi, pihaknya juga menyiapkan berbagai promo spesial untuk para pengunjung Jazz Gunung Ijen. Salah satunya adalah diskon pembelian tiket melalui aplikasi BRImo, dari harga normal Rp250.000 menjadi hanya Rp150.000.
Baca Juga: Agenda Musik Akhir Pekan 8-10 Agustus, dari Jazz Gunung sampai D.O EXO
Sebelumnya, dua gelarannya di Bromo berhasil menarik perhatian besar, dengan jumlah pengunjung yang mendekati angka 12 ribu orang. Pekan ini, giliran Banyuwangi yang akan menjadi sorotan para pencinta musik jazz.
Berbeda dari edisi sebelumnya, kali ini Jazz Gunung Ijen menghadirkan dua panggung pertunjukan. Satu panggung utama akan tetap berada di Amfiteater Taman Gandrung Terakota (TGT), sedangkan satu panggung lagi hadir di area UMKM dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
Baca Juga: Cerita di Balik Kolaborasi Musisi Lokal & Internasional di BRI Jazz Gunung Ijen
Panggung gratis tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, siapa saja dapat datang dan menikmati pertunjukan musik jazz tanpa dipungut biaya. Beberapa grup lokal ternama juga telah disiapkan untuk tampil di sini, di antaranya ialah Surabaya Pahlawan Jazz dan Jazz Patrol Kawitan.
Sementara itu, panggung utama yang berbayar sejumlah kolaborasi spesial juga telah siap ditampilkan. Dimulai dari The Aartsen, band jazz keluarga yang terdiri dari Nita, Alexander, Brandon, dan Michael, yabg akan tampil bersama drummer asal Polandia, Adam Zagorski. Kolaborasi lintas negara ini menjanjikan permainan yang memikat.
Kevin Yosua Trio, yang beranggotakan Kevin Yosua, Rio Manuel, dan Hansen Arief, juga akan tampil bersama Fabien Mary, trumpetist asal Prancis. Pertemuan dua gaya musik berbeda ini diperkirakan akan menghadirkan aransemen yang segar dan unik.
Suliyana, penyanyi tradisional Jawa dengan suara khas, akan berkolaborasi dengan Glam Orchestra. Pertunjukan mereka akan menjadi perpaduan menarik antara nuansa lokal yang kental dengan sentuhan orkestra modern.
Selain itu, ada penampilan dari Duo Dua Empat yang dikenal dengan harmoni musik hangat dan jazzy yang ringan tapi sarat makna. Energi panggung mereka selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Tak ketinggalan, Irsa Destiwi Trio akan memadukan jazz dengan musik klasik lewat permainan piano yang penuh emosi dan harmonisasi
CEO Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono mengatakan edisi Ijen kali ini memang cukup spesial. Dengan adanya dua panggung, pihaknya ingin memperluas jangkauan penonton, baik dari kalangan penggemar jazz maupun masyarakat umum.
Konsep ini sekaligus menjadi ajang memperkenalkan jazz sebagai musik yang lebih inklusif, merakyat, dan dapat dinikmati oleh semua lapisan. Dengan demikian, musik jazz bisa tetap menemukan penggemar-penggemar barunya.
Selain menampilkan musik jazz, acara ini juga menghadirkan area khusus untuk UMKM lokal. Di sana, pengunjung bisa melihat langsung berbagai produk buatan warga Banyuwangi.
Ada banyak kerajinan tangan yang unik dan menarik. Selain itu, tersedia juga aneka makanan khas daerah yang bisa dinikmati sambil menonton pertunjukan musik.
Sementara itu, Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Pemimpin Cabang BRI Banyuwangi, Yudhi Romansyah, menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam acara ini adalah wujud dukungan festival dan BRI terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Partisipasi pelaku usaha kecil dinilai penting untuk mendorong geliat ekonomi di daerah.
Selain itu, sebagai sponsor resmi, pihaknya juga menyiapkan berbagai promo spesial untuk para pengunjung Jazz Gunung Ijen. Salah satunya adalah diskon pembelian tiket melalui aplikasi BRImo, dari harga normal Rp250.000 menjadi hanya Rp150.000.
Baca Juga: Agenda Musik Akhir Pekan 8-10 Agustus, dari Jazz Gunung sampai D.O EXO
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.