US$26,5 Juta, Son Heung-min Jadi Transfer Termahal dalam Sejarah MLS
08 August 2025 |
10:32 WIB
Rumor kepindahan bintang sepak bola asal Korea Selatan, Son Heung-min, ke Los Angeles FC akhirnya terkonfirmasi. Klub Major League Soccer (MLS) itu resmi mengikat sang kapten timnas Korea Selatan dengan kontrak bernilai fantastis, yang langsung memecahkan rekor sebagai transfer termahal dalam sejarah liga Amerika Serikat.
LAFC Lead Managing Owner Bennett Rosenthal mengatakan bahwa membawa Son ke LAFC dan ke kota Los Angeles telah menjadi impian selama beberapa tahun. “Saya dan mitra saya adalah pengagum berat Son sebagai pemain dan Son sebagai pribadi,” ujarnya dalam laman LAFC dikutip Hypeabis.id pada Jumat (8/8/2025).
Baca juga: Son Heung-min, Batman Asia dari Korea Selatan
Kesepakatan antara LAFC dan Son menjadi bukti nyata komitmen klub untuk menjaga keunggulan di lapangan sekaligus memperkuat ambisi membangun reputasi sebagai salah satu tim papan atas di kancah sepak bola dunia.
Kehadiran Son, dengan kualitasnya sebagai pemain kelas dunia dan kepribadiannya yang menginspirasi, diyakini akan memberi pengaruh besar, bukan hanya bagi penggemar di Los Angeles dan komunitas di California Selatan, tetapi juga bagi jutaan pendukung sepak bola di seluruh penjuru dunia.
Co-President & General Manager LAFC John Thorrington mengatakan bahwa Son adalah ikon global dan salah satu pemain paling dinamis dan berprestasi di dunia sepak bola. Ambisi, kemampuan, dan karakternya sangat selaras dengan nilai-nilai LAFC.
“Kami bangga dia telah memilih Los Angeles untuk babak selanjutnya dalam kariernya yang luar biasa,” ujarnya.
Dia menambahkan, Son merupakan seorang pemenang sejati dan individu kelas dunia. Dengan begitu, manajemen memiliki keyakinan dia akan mengangkat klub dan menginspirasi komunitas baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sementara itu, Son mengungkapkan kebanggaannya bisa bergabung dengan LAFC mengingat klub ini memiliki ambisi yang besar untuk menjadi juara. Dia mengatakan akan membantu tim untuk meraih juara di major league soccer (MLS).
"Los Angeles memiliki sejarah juara yang begitu kaya, dan saya di sini untuk membantu menulis babak selanjutnya. Saya bersemangat untuk tantangan baru ini di MLS. Saya datang ke LA untuk mengangkat trofi dan memberikan segalanya untuk klub ini, kota ini, dan para penggemarnya. Saya tidak sabar untuk memulai," katanya.
Son akan mengisi slot pemain internasional dan akan memenuhi syarat untuk bermain setelah menerima Visa P-1 dan Sertifikat Transfer Internasional (ITC).
Dia bergabung dengan LAFC setelah bermain bersama Tottenham Hotspur di Liga Premier Inggris selama 10 tahun. Son sudah mencetak 173 gol di semua kompetisi, mencatatkan 101 assist, dan menjadi pemain Asia pertama yang memenangkan Sepatu Emas Liga Premier pada tahun 2021–2022.
Kapten Tim Nasional Korea Selatan itu juga tampil dalam tiga ajang Piala Dunia dan merupakan salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa Korea Selatan dalam lebih dari 130 penampilan.
SOnny menjalani debut Bundesliga di Jerman bersama Hamburg SV pada usia 18 tahun. Dia pindah ke Bayer Leverkusen pada 2013 dan berhasil mencetak 21 gol dalam 62 penampilan sebelum bergabung dengan Tottenham pada 2015.
Di Tottenham, dia memperoleh club’s Player of the Year sebanyak dua kali, terpilih dalam PFA Team of the Year, dan membawa klubnyake 2019 UEFA Champions League Final.
Gol Sonny saat Tottenham melawan Burnley pada 7 Desember 2019 membuatnya memenangkan FIFA Puskas Award untuk Most Beautiful Goal of the Year. Son juga membawa Spurs meraih gelar Liga Europa UEFA 2025, membantu klub meraih trofi pertamanya dalam 17 tahun.
Berdasarkan aturan MLS, skema Designated Player memungkinkan setiap klub merekrut hingga tiga pemain dengan total kompensasi dan biaya akuisisi melebihi Maximum Salary Budget Charge, di mana selisih biayanya ditanggung langsung oleh klub.
Meski nominal resmi tidak diungkap, laman MLS melaporkan bahwa Son direkrut dari Tottenham Hotspur dengan nilai sekitar US$26,5 juta. Angka ini memecahkan rekor transfer tertinggi di MLS, menggeser rekor sebelumnya milik Emmanuel Latte Lath yang diboyong Atlanta United senilai US$22 juta ditambah bonus.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
LAFC Lead Managing Owner Bennett Rosenthal mengatakan bahwa membawa Son ke LAFC dan ke kota Los Angeles telah menjadi impian selama beberapa tahun. “Saya dan mitra saya adalah pengagum berat Son sebagai pemain dan Son sebagai pribadi,” ujarnya dalam laman LAFC dikutip Hypeabis.id pada Jumat (8/8/2025).
Baca juga: Son Heung-min, Batman Asia dari Korea Selatan
Kesepakatan antara LAFC dan Son menjadi bukti nyata komitmen klub untuk menjaga keunggulan di lapangan sekaligus memperkuat ambisi membangun reputasi sebagai salah satu tim papan atas di kancah sepak bola dunia.
Kehadiran Son, dengan kualitasnya sebagai pemain kelas dunia dan kepribadiannya yang menginspirasi, diyakini akan memberi pengaruh besar, bukan hanya bagi penggemar di Los Angeles dan komunitas di California Selatan, tetapi juga bagi jutaan pendukung sepak bola di seluruh penjuru dunia.
Co-President & General Manager LAFC John Thorrington mengatakan bahwa Son adalah ikon global dan salah satu pemain paling dinamis dan berprestasi di dunia sepak bola. Ambisi, kemampuan, dan karakternya sangat selaras dengan nilai-nilai LAFC.
“Kami bangga dia telah memilih Los Angeles untuk babak selanjutnya dalam kariernya yang luar biasa,” ujarnya.
New Beginnings ☀️
— LAFC (@LAFC) August 6, 2025
Welcome to Los Angeles, Sonny! pic.twitter.com/fFS1PvI7PG
Dia menambahkan, Son merupakan seorang pemenang sejati dan individu kelas dunia. Dengan begitu, manajemen memiliki keyakinan dia akan mengangkat klub dan menginspirasi komunitas baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sementara itu, Son mengungkapkan kebanggaannya bisa bergabung dengan LAFC mengingat klub ini memiliki ambisi yang besar untuk menjadi juara. Dia mengatakan akan membantu tim untuk meraih juara di major league soccer (MLS).
"Los Angeles memiliki sejarah juara yang begitu kaya, dan saya di sini untuk membantu menulis babak selanjutnya. Saya bersemangat untuk tantangan baru ini di MLS. Saya datang ke LA untuk mengangkat trofi dan memberikan segalanya untuk klub ini, kota ini, dan para penggemarnya. Saya tidak sabar untuk memulai," katanya.
Son akan mengisi slot pemain internasional dan akan memenuhi syarat untuk bermain setelah menerima Visa P-1 dan Sertifikat Transfer Internasional (ITC).
Dia bergabung dengan LAFC setelah bermain bersama Tottenham Hotspur di Liga Premier Inggris selama 10 tahun. Son sudah mencetak 173 gol di semua kompetisi, mencatatkan 101 assist, dan menjadi pemain Asia pertama yang memenangkan Sepatu Emas Liga Premier pada tahun 2021–2022.
Kapten Tim Nasional Korea Selatan itu juga tampil dalam tiga ajang Piala Dunia dan merupakan salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa Korea Selatan dalam lebih dari 130 penampilan.
SOnny menjalani debut Bundesliga di Jerman bersama Hamburg SV pada usia 18 tahun. Dia pindah ke Bayer Leverkusen pada 2013 dan berhasil mencetak 21 gol dalam 62 penampilan sebelum bergabung dengan Tottenham pada 2015.
Di Tottenham, dia memperoleh club’s Player of the Year sebanyak dua kali, terpilih dalam PFA Team of the Year, dan membawa klubnyake 2019 UEFA Champions League Final.
Gol Sonny saat Tottenham melawan Burnley pada 7 Desember 2019 membuatnya memenangkan FIFA Puskas Award untuk Most Beautiful Goal of the Year. Son juga membawa Spurs meraih gelar Liga Europa UEFA 2025, membantu klub meraih trofi pertamanya dalam 17 tahun.
Nilai Transfer
LAFC tidak mengumumkan besaran nilai transfer untuk mendatangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur. Klub hanya menyebut bahwa perekrutan dilakukan dengan kontrak Designated Player.Berdasarkan aturan MLS, skema Designated Player memungkinkan setiap klub merekrut hingga tiga pemain dengan total kompensasi dan biaya akuisisi melebihi Maximum Salary Budget Charge, di mana selisih biayanya ditanggung langsung oleh klub.
Meski nominal resmi tidak diungkap, laman MLS melaporkan bahwa Son direkrut dari Tottenham Hotspur dengan nilai sekitar US$26,5 juta. Angka ini memecahkan rekor transfer tertinggi di MLS, menggeser rekor sebelumnya milik Emmanuel Latte Lath yang diboyong Atlanta United senilai US$22 juta ditambah bonus.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.