Dokter Tirta Bagikan Tips Mindful Driving, Berkendara Aman dan Nyaman
11 August 2025 |
07:28 WIB
Keselamatan di jalan bukan hanya ditentukan oleh keahlian tangan dalam mengendalikan setir atau ketepatan mata memantau rambu dan kondisi jalanan. Lebih dari itu, keselamatan juga menyentuh kesiapan fisik dan mental sebelum dan selama perjalanan.
Belakangan ini, kasus microsleep atau kondisi ketika pengemudi tertidur sekejap tanpa sadar makin sering menjadi penyebab kecelakaan. Banyak yang tidak menyadari bahwa salah satu pemicunya adalah dehidrasi dan kelelahan yang menumpuk.
Bagi Dokter Tirta Mandira Hudhi, berkendara seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran, atau yang dia sebut sebagai mindful driving. Dalam pandangannya, pengemudi perlu menjaga keseimbangan antara fokus pada jalan dan perhatian pada kondisi tubuh sendiri.
“Microsleep bisa berbahaya dan sering terjadi akibat dehidrasi, jadi penting banget untuk banyak minum air selama perjalanan,” ujarnya.
Baca juga: Bukan Cuma Helm, Ini 5 Atribut Wajib Agar Berkendara Lebih Aman dan Nyaman
Menurutnya, langkah pertama yang harus diingat setiap kali akan berkendara adalah memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Air minum sebaiknya selalu tersedia di dalam kendaraan, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Tanpa asupan cairan yang cukup, konsentrasi mudah buyar, refleks melambat, dan risiko terjadinya kecelakaan meningkat.
Perjalanan panjang juga sebaiknya tidak dilakukan tanpa jeda. Setiap dua jam sekali, tubuh memerlukan peregangan ringan untuk mengurangi ketegangan otot. Banyak pengemudi tidak sadar bahwa duduk terlalu lama, terutama dengan posisi setir yang terlalu dekat, dapat memicu nyeri punggung bawah atau bahkan saraf terjepit, yang risikonya meningkat setelah usia 30 tahun.
Kondisi kursi dan posisi duduk pun perlu diperhatikan. Punggung harus mendapat penopang yang baik agar beban tubuh merata dan tidak menimbulkan rasa pegal yang bisa mengganggu konsentrasi. Pengaturan ini sederhana tetapi sering diabaikan.
Tanda-tanda kelelahan seperti menguap berulang, mata terasa berat, atau pandangan mulai kabur sebaiknya tidak disepelekan. Begitu gejala tersebut muncul, pengemudi sebaiknya mencari tempat aman untuk berhenti sejenak. Memaksakan diri melanjutkan perjalanan justru meningkatkan potensi bahaya baik bagi diri sendiri maupun orang lain di jalan.
Tirta juga menekankan bahwa keselamatan adalah kombinasi dari kebugaran fisik, kesadaran penuh, dan sikap peduli terhadap kondisi sekitar. Bukan sekadar teknik mengemudi, kebiasaan memastikan setiap perjalanan dilakukan dengan aman, sehat, dan penuh tanggung jawab juga harus terus dilakukan.
Memilih mobil yang nyaman dan aman juga perlu menjadi perhatian. ID. BUZZ, kendaraan listrik berdesain van modern dari Volkswagen dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan, efisiensi, dan kesehatan penumpang. Model ini menggabungkan ruang kabin yang lapang, teknologi ramah lingkungan, dan fitur-fitur yang menunjang perjalanan jarak jauh maupun aktivitas harian.
Seluruh detail interiornya dipikirkan untuk mendukung pengemudi dan penumpang agar tetap nyaman, fokus, dan rileks selama di perjalanan.
Kenyamanan fisik selama perjalanan menjadi bagian penting dari praktik mindful driving. Ruang duduk yang lapang membantu tubuh bergerak lebih bebas, sehingga sirkulasi darah tetap lancar meski harus duduk berjam-jam.
Kursi yang dapat disesuaikan posisinya, dilengkapi penopang ergonomis, pemanas, atau pijat, dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan mencegah pegal berkepanjangan.
Cahaya alami yang masuk melalui atap kaca dapat membuat suasana hati lebih tenang, sementara sistem sirkulasi udara bersih membantu menjaga kualitas pernapasan terutama dalam perjalanan panjang atau saat melewati area berpolusi.
Dukungan teknologi juga memberi pengaruh pada keamanan dan efisiensi berkendara. Sistem yang menjaga suhu kabin tetap nyaman, filter udara untuk menyaring partikel, serta pengaturan kursi yang menyimpan posisi ideal pengemudi dapat meminimalkan distraksi dan mengurangi risiko nyeri punggung atau leher.
Untuk perjalanan jarak jauh, kemampuan akselerasi yang responsif serta jarak tempuh yang memadai memberi rasa percaya diri sehingga pengemudi dapat lebih fokus pada kondisi jalan. Waktu pengisian daya yang singkat pun membantu perjalanan tetap lancar tanpa menunggu terlalu lama. Dengan begitu, tubuh, pikiran, dan kendaraan sama-sama siap menghadapi berbagai kondisi perjalanan.
Baca juga: Berkendara Cerdas & Aman: ADAS Makin Populer di Mobil Harga Terjangkau
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Belakangan ini, kasus microsleep atau kondisi ketika pengemudi tertidur sekejap tanpa sadar makin sering menjadi penyebab kecelakaan. Banyak yang tidak menyadari bahwa salah satu pemicunya adalah dehidrasi dan kelelahan yang menumpuk.
Bagi Dokter Tirta Mandira Hudhi, berkendara seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran, atau yang dia sebut sebagai mindful driving. Dalam pandangannya, pengemudi perlu menjaga keseimbangan antara fokus pada jalan dan perhatian pada kondisi tubuh sendiri.
“Microsleep bisa berbahaya dan sering terjadi akibat dehidrasi, jadi penting banget untuk banyak minum air selama perjalanan,” ujarnya.
Baca juga: Bukan Cuma Helm, Ini 5 Atribut Wajib Agar Berkendara Lebih Aman dan Nyaman
Menurutnya, langkah pertama yang harus diingat setiap kali akan berkendara adalah memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Air minum sebaiknya selalu tersedia di dalam kendaraan, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Tanpa asupan cairan yang cukup, konsentrasi mudah buyar, refleks melambat, dan risiko terjadinya kecelakaan meningkat.
Perjalanan panjang juga sebaiknya tidak dilakukan tanpa jeda. Setiap dua jam sekali, tubuh memerlukan peregangan ringan untuk mengurangi ketegangan otot. Banyak pengemudi tidak sadar bahwa duduk terlalu lama, terutama dengan posisi setir yang terlalu dekat, dapat memicu nyeri punggung bawah atau bahkan saraf terjepit, yang risikonya meningkat setelah usia 30 tahun.
Kondisi kursi dan posisi duduk pun perlu diperhatikan. Punggung harus mendapat penopang yang baik agar beban tubuh merata dan tidak menimbulkan rasa pegal yang bisa mengganggu konsentrasi. Pengaturan ini sederhana tetapi sering diabaikan.
Tanda-tanda kelelahan seperti menguap berulang, mata terasa berat, atau pandangan mulai kabur sebaiknya tidak disepelekan. Begitu gejala tersebut muncul, pengemudi sebaiknya mencari tempat aman untuk berhenti sejenak. Memaksakan diri melanjutkan perjalanan justru meningkatkan potensi bahaya baik bagi diri sendiri maupun orang lain di jalan.
Tirta juga menekankan bahwa keselamatan adalah kombinasi dari kebugaran fisik, kesadaran penuh, dan sikap peduli terhadap kondisi sekitar. Bukan sekadar teknik mengemudi, kebiasaan memastikan setiap perjalanan dilakukan dengan aman, sehat, dan penuh tanggung jawab juga harus terus dilakukan.
Memilih mobil yang nyaman dan aman juga perlu menjadi perhatian. ID. BUZZ, kendaraan listrik berdesain van modern dari Volkswagen dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan, efisiensi, dan kesehatan penumpang. Model ini menggabungkan ruang kabin yang lapang, teknologi ramah lingkungan, dan fitur-fitur yang menunjang perjalanan jarak jauh maupun aktivitas harian.

ID. BUZZ Volkswegen (Sumber gambar: Dok. Volkswegen)
Kenyamanan fisik selama perjalanan menjadi bagian penting dari praktik mindful driving. Ruang duduk yang lapang membantu tubuh bergerak lebih bebas, sehingga sirkulasi darah tetap lancar meski harus duduk berjam-jam.
Kursi yang dapat disesuaikan posisinya, dilengkapi penopang ergonomis, pemanas, atau pijat, dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan mencegah pegal berkepanjangan.
Cahaya alami yang masuk melalui atap kaca dapat membuat suasana hati lebih tenang, sementara sistem sirkulasi udara bersih membantu menjaga kualitas pernapasan terutama dalam perjalanan panjang atau saat melewati area berpolusi.
Dukungan teknologi juga memberi pengaruh pada keamanan dan efisiensi berkendara. Sistem yang menjaga suhu kabin tetap nyaman, filter udara untuk menyaring partikel, serta pengaturan kursi yang menyimpan posisi ideal pengemudi dapat meminimalkan distraksi dan mengurangi risiko nyeri punggung atau leher.
Untuk perjalanan jarak jauh, kemampuan akselerasi yang responsif serta jarak tempuh yang memadai memberi rasa percaya diri sehingga pengemudi dapat lebih fokus pada kondisi jalan. Waktu pengisian daya yang singkat pun membantu perjalanan tetap lancar tanpa menunggu terlalu lama. Dengan begitu, tubuh, pikiran, dan kendaraan sama-sama siap menghadapi berbagai kondisi perjalanan.
Baca juga: Berkendara Cerdas & Aman: ADAS Makin Populer di Mobil Harga Terjangkau
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.