Dokter Boyke Ingatkan Kesehatan Fisik dan Reproduksi Harus Dijaga Bersamaan
05 August 2025 |
19:23 WIB
Tantangan menjaga kesehatan era modern semakin kompleks. Gaya hidup serba cepat, nutrisi yang tak terjaga, tekanan pekerjaan, waktu istirahat yang minim, hingga paparan stres berkepanjangan memperburuk kondisi tubuh. Ditambah, tren konsumsi makanan cepat saji dan rendah aktivitas membuat risiko penyakit kronis meningkat.
Sementara itu, aspek relasi dan kebersihan pribadi seperti menjaga kesehatan reproduksi masih kerap terabaikan. Padahal, menurut Dokter Spesialis Obgyn Boyke Dian Nugraha, keduanya saling terkait dan penting untuk kualitas hidup jangka panjang.Oleh karena itu, rendahnya kesadaran akan kesehatan reproduksi ini perlu menjadi perhatian lebih.
Boyke menegaskan bahwa pola hidup sehat tidak terbatas pada olahraga atau konsumsi sayur, melainkan mencakup hubungan emosional yang harmonis, kebersihan diri, dan perhatian pada kesehatan reproduksi.
Baca juga: Kenali 5 Jenis Penyakit Alat Reproduksi Manusia, Ada Sindrom Ovarium Polikistik hingga Sistitis Interstisial
"Gaya hidup sehat itu bukan hanya olahraga dan makan sayur. Tapi juga soal bagaimana kita menjaga koneksi dengan pasangan, peduli terhadap kebersihan pribadi, dan hadir secara utuh dalam keluarga," kata Boyke.
Diakui olehnya, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi masih belum merata. Banyak orang baru memeriksakan diri ketika masalah sudah muncul, padahal pencegahan jauh lebih efektif.
Edukasi yang konsisten, keterbukaan komunikasi dalam keluarga, dan dukungan komunitas menjadi kunci untuk membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan di tengah kesibukan masyarakat perkotaan.
Pesan itu dibawa langsung ke masyarakat dalam perayaan ulang tahun ke-23 WISH, brand kesehatan keluarga yang mengajak lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan pasangan muda, keluarga urban, hingga komunitas lansia untuk lebih peduli pada kualitas kesehatan reproduksi dan relasi.
Acara itu mengupas edukasi terkait kesehatan reproduksi dan keharmonisan keluarga, serta interaksi komunitas yang menciptakan dukungan sosial lintas generasi. "Itu berlaku baik untuk pasangan muda maupun yang telah menikah puluhan tahun,” ujar Boyke.
Menurutnya, kesehatan reproduksi sering kali diabaikan hingga memunculkan masalah seperti infeksi, penurunan kualitas hubungan, bahkan gangguan kesuburan. Edukasi sejak dini diperlukan baik bagi pria maupun wanita agar masyarakat lebih memahami pentingnya pemeriksaan rutin, menjaga kebersihan organ intim, dan terbuka berkomunikasi dengan pasangan.
Sebagai wujud dukungan terhadap gaya hidup aktif dan sehat, WISH juga memperkenalkan dua inovasi produk berupa Intimate Manjakani Spray, pembersih area kewanitaan tanpa bilas berbahan ekstrak Manjakani dan daun sirih, membantu mengurangi gatal, aroma tak sedap, dan menjaga kebersihan harian.
Kemudian ada juga PROLQ Glekk, minuman serbuk rasa mixberry untuk pria, mengandung ekstrak ginseng, bit merah, dan vitamin C untuk meningkatkan stamina dan produktivitas.
Baca juga: Tip Memilih & Mengonsumsi Suplemen untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Dokter
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Sementara itu, aspek relasi dan kebersihan pribadi seperti menjaga kesehatan reproduksi masih kerap terabaikan. Padahal, menurut Dokter Spesialis Obgyn Boyke Dian Nugraha, keduanya saling terkait dan penting untuk kualitas hidup jangka panjang.Oleh karena itu, rendahnya kesadaran akan kesehatan reproduksi ini perlu menjadi perhatian lebih.
Boyke menegaskan bahwa pola hidup sehat tidak terbatas pada olahraga atau konsumsi sayur, melainkan mencakup hubungan emosional yang harmonis, kebersihan diri, dan perhatian pada kesehatan reproduksi.
Baca juga: Kenali 5 Jenis Penyakit Alat Reproduksi Manusia, Ada Sindrom Ovarium Polikistik hingga Sistitis Interstisial

HUT WISH (Sumber gambar: Dok. WISH)
Diakui olehnya, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi masih belum merata. Banyak orang baru memeriksakan diri ketika masalah sudah muncul, padahal pencegahan jauh lebih efektif.
Edukasi yang konsisten, keterbukaan komunikasi dalam keluarga, dan dukungan komunitas menjadi kunci untuk membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan di tengah kesibukan masyarakat perkotaan.

HUT WISH (Sumber gambar: Dok. WISH)
Acara itu mengupas edukasi terkait kesehatan reproduksi dan keharmonisan keluarga, serta interaksi komunitas yang menciptakan dukungan sosial lintas generasi. "Itu berlaku baik untuk pasangan muda maupun yang telah menikah puluhan tahun,” ujar Boyke.
Menurutnya, kesehatan reproduksi sering kali diabaikan hingga memunculkan masalah seperti infeksi, penurunan kualitas hubungan, bahkan gangguan kesuburan. Edukasi sejak dini diperlukan baik bagi pria maupun wanita agar masyarakat lebih memahami pentingnya pemeriksaan rutin, menjaga kebersihan organ intim, dan terbuka berkomunikasi dengan pasangan.
Sebagai wujud dukungan terhadap gaya hidup aktif dan sehat, WISH juga memperkenalkan dua inovasi produk berupa Intimate Manjakani Spray, pembersih area kewanitaan tanpa bilas berbahan ekstrak Manjakani dan daun sirih, membantu mengurangi gatal, aroma tak sedap, dan menjaga kebersihan harian.
Kemudian ada juga PROLQ Glekk, minuman serbuk rasa mixberry untuk pria, mengandung ekstrak ginseng, bit merah, dan vitamin C untuk meningkatkan stamina dan produktivitas.
Baca juga: Tip Memilih & Mengonsumsi Suplemen untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Dokter
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.