IBTE 2025 Hadirkan Peluang Bisnis serta Tren Produk Bayi & Mainan dari Berbagai Negara
06 August 2025 |
18:46 WIB
Industri mainan dan produk bayi tengah menunjukkan geliat positif, dan Indonesia menjadi panggung penting bagi pertumbuhan tersebut. Indonesia International Baby Products and Toys Expo (IBTE) kembali digelar sebagai salah satu platform bisnis B2B internasional dengan menghadirkan ragam inovasi serta tren produk bayi dan mainan anak.
Digelar pada 20–22 Agustus 2025 di Jakarta, IBTE 2025 menghadirkan lebih dari 1.000 booth dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Korea, China, Singapura, Malaysia, hingga Hong Kong. Luas area hampir 20.000 meter persegi dipenuhi produk-produk unggulan yang tak hanya menarik bagi konsumen akhir, tetapi juga menyimpan potensi besar bagi para pebisnis, retailer, dan pemilik brand lokal untuk mengembangkan usaha.
Baca juga: Meski Menjanjikan, Bisnis Mainan Anak di Indonesia Hadapi Sejumlah Tantangan
Tren produk mainan kini semakin meluas, mulai dari blind box, plush toys, building blocks, collectible cards, hingga mainan edukatif dan berbasis teknologi AI. Tak hanya menghibur, banyak dari produk ini juga mengusung nilai edukasi, pengembangan motorik anak, bahkan mendukung kecerdasan sosial.
“Pameran ini menjadi platform strategis bagi para pelaku industri untuk mengeksplorasi peluang baru dan menjalin kolaborasi dalam menghadapi dinamika pasar,” ujar Sutjiadi Lukas, Ketua Asosiasi Mainan Indonesia.
Menurutya, IBTE juga membuka akses ke produk dengan kualitas tinggi dan harga kompetitif sebagai faktor penting bagi UMKM dan pelaku bisnis yang ingin membangun merek lokal.
Tak sekadar pameran, IBTE 2025 juga menghadirkan Platform Business Matchmaking yang memungkinkan peserta menjadwalkan pertemuan langsung dengan calon mitra usaha. Hal ini menjadi kunci dalam mempercepat proses kolaborasi dan pengembangan bisnis.
Pengunjung akan menemukan berbagai produk yang dikurasi secara ekslusif dari berbagai pemasok dan pelaku industri, menampilkan inovasi terbaru, paling unik, dan berbasis solusi. Merek-merek ternama seperti Baby Three, Blokee, Kimmon, MLBB, Mr. Pa, dan Wakuku akan tampil menonjol, menunjukkan bagaimana kekuatan desain, brand image, dan storytelling menjadi elemen penting dalam pemasaran mainan masa kini.
Salah satu kekuatan IBTE tahun ini adalah hadirnya sesi edukatif yang didukung oleh Tiktok by Tokopedia Indonesia, yang akan membahas strategi berjualan di marketplace khususnya untuk produk bayi dan mainan. Edukasi ini penting bagi pebisnis pemula yang ingin memahami algoritma promosi, tren pasar, dan strategi konten penjualan di era digital.
Tak ketinggalan, IP Licensing Conference akan mempertemukan peserta dengan pakar lisensi dari berbagai negara, termasuk dari The Walt Disney Company. Di sini, peserta bisa belajar tentang pengembangan lisensi merek, peluang kolaborasi IP, serta cara memanfaatkan karakter populer untuk memperkuat daya jual produk mainan.
Setiap harinya, pameran ini akan diramaikan oleh kompetisi menarik yang turut mendongkrak antusiasme pengunjung. Mulai dari kompetisi cosplay bertema MLBB, balap Tamiya, hingga pertarungan Beyblade, masing-masing sponsor seperti Manyc dan Hayidai ikut meramaikan suasana.
Dengan target 40.000 pengunjung dari kalangan profesional dan publik, IBTE 2025 diharapkan mampu membuka jalan baru bagi pelaku industri untuk memperkuat rantai pasok, menemukan mitra produksi, hingga membaca tren pasar secara langsung.
“IBTE bukan sekadar pameran, tapi ekosistem dinamis yang mempertemukan inovasi dengan kebutuhan pasar. Di sinilah peluang bisnis baru lahir,” ujar Nelson Hou, General Manager IBTE.
Ingin jadi bagian dari revolusi bisnis mainan anak? Daftar sekarang secara gratis di https://regis.whome.ata-system.com/registrasi_ibte_D
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Digelar pada 20–22 Agustus 2025 di Jakarta, IBTE 2025 menghadirkan lebih dari 1.000 booth dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Korea, China, Singapura, Malaysia, hingga Hong Kong. Luas area hampir 20.000 meter persegi dipenuhi produk-produk unggulan yang tak hanya menarik bagi konsumen akhir, tetapi juga menyimpan potensi besar bagi para pebisnis, retailer, dan pemilik brand lokal untuk mengembangkan usaha.
Baca juga: Meski Menjanjikan, Bisnis Mainan Anak di Indonesia Hadapi Sejumlah Tantangan
Tren produk mainan kini semakin meluas, mulai dari blind box, plush toys, building blocks, collectible cards, hingga mainan edukatif dan berbasis teknologi AI. Tak hanya menghibur, banyak dari produk ini juga mengusung nilai edukasi, pengembangan motorik anak, bahkan mendukung kecerdasan sosial.
“Pameran ini menjadi platform strategis bagi para pelaku industri untuk mengeksplorasi peluang baru dan menjalin kolaborasi dalam menghadapi dinamika pasar,” ujar Sutjiadi Lukas, Ketua Asosiasi Mainan Indonesia.
Menurutya, IBTE juga membuka akses ke produk dengan kualitas tinggi dan harga kompetitif sebagai faktor penting bagi UMKM dan pelaku bisnis yang ingin membangun merek lokal.
Tak sekadar pameran, IBTE 2025 juga menghadirkan Platform Business Matchmaking yang memungkinkan peserta menjadwalkan pertemuan langsung dengan calon mitra usaha. Hal ini menjadi kunci dalam mempercepat proses kolaborasi dan pengembangan bisnis.
Pengunjung akan menemukan berbagai produk yang dikurasi secara ekslusif dari berbagai pemasok dan pelaku industri, menampilkan inovasi terbaru, paling unik, dan berbasis solusi. Merek-merek ternama seperti Baby Three, Blokee, Kimmon, MLBB, Mr. Pa, dan Wakuku akan tampil menonjol, menunjukkan bagaimana kekuatan desain, brand image, dan storytelling menjadi elemen penting dalam pemasaran mainan masa kini.
Salah satu kekuatan IBTE tahun ini adalah hadirnya sesi edukatif yang didukung oleh Tiktok by Tokopedia Indonesia, yang akan membahas strategi berjualan di marketplace khususnya untuk produk bayi dan mainan. Edukasi ini penting bagi pebisnis pemula yang ingin memahami algoritma promosi, tren pasar, dan strategi konten penjualan di era digital.
Tak ketinggalan, IP Licensing Conference akan mempertemukan peserta dengan pakar lisensi dari berbagai negara, termasuk dari The Walt Disney Company. Di sini, peserta bisa belajar tentang pengembangan lisensi merek, peluang kolaborasi IP, serta cara memanfaatkan karakter populer untuk memperkuat daya jual produk mainan.
Setiap harinya, pameran ini akan diramaikan oleh kompetisi menarik yang turut mendongkrak antusiasme pengunjung. Mulai dari kompetisi cosplay bertema MLBB, balap Tamiya, hingga pertarungan Beyblade, masing-masing sponsor seperti Manyc dan Hayidai ikut meramaikan suasana.
Dengan target 40.000 pengunjung dari kalangan profesional dan publik, IBTE 2025 diharapkan mampu membuka jalan baru bagi pelaku industri untuk memperkuat rantai pasok, menemukan mitra produksi, hingga membaca tren pasar secara langsung.
“IBTE bukan sekadar pameran, tapi ekosistem dinamis yang mempertemukan inovasi dengan kebutuhan pasar. Di sinilah peluang bisnis baru lahir,” ujar Nelson Hou, General Manager IBTE.
Ingin jadi bagian dari revolusi bisnis mainan anak? Daftar sekarang secara gratis di https://regis.whome.ata-system.com/registrasi_ibte_D
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.